
Naura Melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah ketika Fani beranjak meninggalkannya. Terlihat Tomi dan sarah duduk diteras rumah.
"Tadi kamu pulang sama siapa?" Tanya sarah ketika Naura tiba dihadapan mereka
"Ehm... sama..." Suara Naura terputus
"Kayaknya dia itu orang baik sayang. sekali-kali ajak dia datang kerumah. mama juga pengen kenal"
"Ah itu ma, orang tidak penting.nggak perlu kenalan sama dia ma. kalau begitu Naura masuk dulu ya" Ucap Naura berlalu masuk kedalam rumah untuk menghindari pertanyaan mamanya dengan lebih lanjut.
"Apa dia itu lelaki yang antar Naura pada saat itu ma" Tanya Tomi
"Dari ciri-cirinya sih iya pa, itu ustadz Azzar" Jawab Sarah
"Apa mungkin ustadz Azzar suka sama Naura?"
"Mama juga tidak tau pa, tapi dari gerak-geriknya sepertinya iya. apalagi sekarang Naura sering dapat bunga mawar dari pengagumnya"
"Hadiah mawar?"
"iya bunga mawar. saat mama tanya naura dia bilang dari pengagum rahasianya"
"Papa malah jadi takut mah"
"Takut kenapa"
"Takut ada yang ngintilin anak gadis kita"
__ADS_1
"iya sih. mama juga takut. makanya Naura setiap pergi dan pulang sekolah harus di antar jemput oleh supir. biar dia tidak kemana-mana sama temannya"
"Bagus itu ma, kita tidak tau siapa pengagum rahasianya. bisa saja bukan ustadz Azzar" Lanjut Tomi
"Iya Pa"
...
Naura sudah masuk dikamar dan sudah membersihkan dirinya. dia mengamati tangkai mawar tadi pagi yang diantar sama kurir. terlihat mawar itu masih segar karena di taruh didalam vas bunga yang telah terisi air.sedangkan mawar kemarin sudah merekah sempurna.
"sebenarnya kamu siapa?" Ucap Naura sambil meraba bunga yang sudah merekah. "Kenapa aku jatuh cinta sama kamu yang tidak aku ketahui sama sekali? kalau nanti kamu tidak sesuai dengan harapanku apa aku akan kecewa?" Lanjut Naura sambil berdialog dengan mawarnya
Drttt... Drtttt..., Ponsel Naura bergetar dan dia mendekati ponselnya. ternyata pesan dari Fani.
"Ra, Arjun tanya sama aku. apa kamu ngeblokir nomor hp dia?
"Bagus, lebih baik seperti itu"
Balasan terakhir Fani mampu membuat Naura tersenyum-senyum sendiri. memang benar-benar sahabat sejati.
...
didalam pesantren, Ustadz Azzar memainkan laptopnya untuk membuat jadwal mengajarnya agar lebih mudah diingat
"Bagaimana kelanjutan hubungan kamu sama Naura" Tanya Umi yang tiba-tiba datang didekatnya
"Eh Ummi, belum ada perkembangan yang berarrti umi"
__ADS_1
"Kamu sudah mencoba datangi rumahnya?"
"Belum umi. memangnya untuk apa?"
"kamu juga harus mengenal orang tua Naura, kamu harus membuat mereka mencintai kamu. kalau kamu sudah berhasil membuat orang tua Naura mencintai dan memahami islam, tidak susah bagi kamu untuk meminta Naura memakai jilbab"
"Tapi Naura belum menampakkan tanda-tanda akan menerima Azzar, dia masih tak bergeming saat merayunya"
"Dia ada pacar'
"Sepertinya tidak ada umi. karena yang Azzar lihat dia itu tidak suka didekati lelaki"
"Mungkin dia tidak suka pacaran"
"Sepertinya Iya Umi"
"Ya sudah, kamu dekati ibunya dulu. nanti lama-lama Naura pasti luluh sendiri"
"baik umi"
"Kalau begitu Ummi kedapur dulu lanjut memasak"
"Iya ummi. Terima kasih sudah mendukung Azzar"
"Sama-sama sayang"
Azzar sepertinya mendapatkan suntikan semngat lagi dari umminya. apapun rintangannya dia akan mencoba untuk melewatinya dengan sekuat tenaga. Asalkan wanita yang dia inginkan bisa dia halalkan.
__ADS_1
...