Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Keselamatan Naura


__ADS_3

Azzar terus mencari disetiap sudut jalan, gang-gang sempit serta mencari jejak yang bisa membantunya dalam mencari keberadaan mobil penculikan itu. tanpa menyerah sedikitpun, usahanya akhirnya membuahkan hasil. Azzar akhirnya mendapatkan sebuah mobil terparkir didepan rumah gubuk di tengah kampung tersebut. Tampak kelihatan 2 lelaki yang memakai pakaian serba hitam tengah asik menikmati kopi hitamnya. Azzar menduga merekalah pelaku penculikan Naura. Akhirnya Azzar memarkirkan mobilnya sedikit agak jauh dari posisi penculik itu agar Azzar lebih leluasa memantau tanpa harus diketahui keberadaannya.


terdengar jelas Teriakan Naura dari dalam rumah gubuk tersebut yang hanya diterangi lampu remang-remang seadanya.


"Toloong.... Toloong... "Teriakan Naura sambil menangis yang membuat 2 orang penculik itu masuk kedalam rumah.


"Ada apa Nona Cantik, Kok kamu teriak-teriak sih?" Tanya salah satu penculik itu.


"hey, mau apa kalian? Siapa kalian? kenapa kalian sekap saya disini?" Tanya Naura


"jangan marah-marah dong Nona, Kami ini pengagum kamu"


"Apakah mereka yang selama ini menjadi pengagum rahasia aku?, bukannya Arjun juga memberikan saya bunga?" Tanya Naura dalam Hati.


"Apakah sekarang kita eksekusi saja bro?" Tanya salah satu penculik itu kepada temannya


"Sabar, Jangan dulu. kita tunggu saja aba-aba dari bos kita"


"kalian mau ngapain? siapa yang menyuruh kalian kesini?" Tanya Naura


"Nggak ngapa-ngapain kok cantik. Nggak sakit kok, pasti menyenangkan!" Ucap lelaki bertubuh tinggi besar


"Nanti kamu akan tahu sendiri siapa bos kami. tidak lama lagi dia datang" Lanjutnya.


"Salah saya apa sama kalian, kenapa kalian sekap saya disini? Cepat lepaskan saya" Ucap Naura dengan Nada yang keras dan menangis


"Kamu nggak salah apa- apa sama kami cantik, tapi kamu salah dengan bos saya"


Dari kejauhan, Azzar mendekati gubuk tersebut dengan perlahan agar tidak keberadaannya tidak diketahui oleh penculik itu. setibanya di sisi kanan rumah itu, terdengar jelas Rintihan kesedihan Naura dari dalam gubuk itu. Azzar pun merasakan kesedihan yang sama. hingga tak terasa air matanya ikut menetes dan kepalan tangannya makin keras. demi keselamatan Naura, dia tidak boleh gegabah. dia harus cari cara untuk bisa menyelamatkan Naura.


"Sabar Ra, saya disini. saya janji akan menyelamatkanmu dan tangismu akan saya jadikan kebahagian kelak" Batin Azzar


Tidak lama kemudian sebuah mobil datang menghampiri gubuk tersebut. terlihat turun seorang gadis yang seusia dengan Naura. dia lalu masuk kedalam gubuk itu dan langsung bertemu dengan anak buahnya serta korbannya. Naura tercengang heran melihat gadis itu.


"Siapa gadis itu? Apakah teman Naura?" Tanya Azzar dalam hatinya.


"Bos kamu sudah datang?" Ucap seorang penculik itu

__ADS_1


" Kerjaan kalian sangat memuaskan, saya sangat senang melihat gadis yang sudah berani melawan saya" Ucap Hani sambil menatap Naura


"Hani? Kamu kenapa sekap aku Han? Kamu sudah gila?" Tanya Naura


"Iya, betul sekali Naura, saya memang sudah gila. sangat-sangat gila. gila karena cinta ke Arjun dan kau merusak semuanya. Kan saya sudah beberapa kali bilang kalau Arjun itu milik saya kenapa kamu masih dekati dia dan berani menerima Cintanya didepan mata aku. Jadi ini akibatnya jika berani sama saya" Ucap Hani dengan penuh emosi sambil memegang dagu Naura


"Ini sudah sangat keterlaluan Han. lihat saja, saya akan laporkan kamu ke polisi" Jawab Naura


"Polisi? hahahaha. Jangankan polisi, orang yang mau menolongmu saja tidak ada disini Naura"


Dilain sisi Azzar memperhatikan semua kelakuan Hani. tanpa menunggu, Azzar lalu mengambil Hanphonenya dan merekam semua yang terjadi didalam gubuk itu sebagai bukti kelak untuk melaporkannya kepada pihak yang berwajib. ingin rasanya Azzar masuk kedalam namun dia mesti bersabar dulu hingga gadis itu pergi meninggalkan gubuk itu.


"Sekarang, gadis ini saya serahkan kepada kalian. terserah kalian mau apakan dia" Ucap Hani kepada orang-orang suruhannya


"Siap Bos, Rezeki gede ini"


"Oh iya, sebelum pulang saya mau kalian telanjangi dia. saya mau ambil gambarnya" perintah Naura kepada orang suruhannya


" Han, Saya mohon jangan lakukan itu" Ucap Naura sambil terisak menangis.


Tanpa berpikir panjang, pria suruhan Hani itu langsung membuka semua pakaian Naura. Naura hanya bisa memberontak dan tidak bisa berbuat apa-apa karena kaki dan tangannya terikat kuat.


"Han jangan tinggalkan saya" Ucap Naura sambil menangis sangat keras.


"Wau... sangat menakjubkan. ini rezeki besar nggak boleh disia-siakan" Ucal penculik itu


" sudah, jangan tunggu lama-lama lebih baik kita mulai berpestanya" Sambung penculik yang lain


Naura hanya bisa menangis ketakutan sedangkan semua penculik itu mulai membuka pakaiannya.


"Bhuk... Bhuk... Bhuk..." Azzar mengayunkan balok diatas tengkuk penculik itu hingga semuanya ambruk ketanah. Sekali lagi Azzar memukulnya agar memastikan kalau semua penculik itu tidak bangun lagi.


"Ustadz Azzar?" Ucap naura kaget karena mendengar keributan disekitarnya.


"Ayok Ra, kita segera keluar dari tempat ini"


Naura hanya bisa diam, dan ustadz azzar segera mengambil karung untuk menutupi sementara dada dan ******** Naura. setelah itu, Azzar melepaskan semua ikatan ditangan dan kakinya. tak lupa pula ia mengambil seragam dan tas sekolah Naura.

__ADS_1


Setelah semua sudah selesai, Azzar bergegas membawa naura masuk kedalam mobil dan membawanya pergi jauh dari tempat itu. tiba ditempat yang cukup aman, akhirnya Azzar memberhentikan mobilnya agar Naura dapat memakai seragamnya sebelum ia antar pulang kerumahnya.


"sekarang kamu pakai baju dulu ya sebelum saya antar kamu pulang. saya keluar dulu" Ucap azzar yang akan keluar namun tangannya ditarik Naura


"Jangan Keluar. Saya masih takut sendiri" ucap Naura dengan tangan yang masih gemetar.


"Baiklah kalau begitu, saya tidak akan keluar. sekarang tenang ya dan pakai pakaian kamu" Jawab Azzar menenangkan Naura lalu membalikkan badannya agar tidak melihat aurat Naura.


Naura dengan cepat memakai pakaian. Naura sangat malu karena Azzar sudah melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun. tapi mau bagaimana lagi, Naura hanya bisa pasrah.


"Saya sudah selesai Mas" Ucap Naura


Azzar membalikkan badannya kembali dan mengambil karung yang dipakai menutup badan Naura itu untuk dibuang diluar.


"Terima kasih mas, sudah menolong saya. tanpa kamu, saya tidak tau nasib saya akan jadi seperti apa mas" Ucap Naura sambil terisak tangis.


"Sudah Ra, jangan menangis. kamu selamat saja saya sudah bersyukur. kalau begitu kita pulang ya" Ucap Azzar sambil menenangkan Naura.


Azzar lalu melajukan mobilnya dengan sangat cepat. sampai tiba didepan rumah yang tampak sunyi.


"sepertinya orang tua kamu belum pulang ya?. Nanti kamu jangan kemana-mana dulu ya, takutnya preman itu datang lagi" ucap Azzar Khawatir


"Iya Mas, terima kasih banyak sudah menyelamatkan hidup saya. untuk masalah yang saya alami ini, mohon jangan sampai orang tua saya tau ya mas?" ucap Naura


"Kenapa?" masalah ini besar loh. orang tua kamu harus tau. sayapun juga sebenarnya mau membawa kasus ini ke pihak yang berwajib"


"Aku kasihan sama mama. takut nanti ini jadi beban pikirannya. Biar beban ini saya pendam sendiri dan lebih hati-hati lagi"


"Jangan dulu, mungkin saja dia nanti bisa berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik"


"Kalau begitu saya turun dulu ya. sekali lagi terima kasih banyak" Ucap naura yang membuat Azzar menghela nafasnya karena kebaikannya.


"iya. Jangan lupa makan dan langsung istirahat ya"


"Baik mas" jawab Naura dan masuk kedalam rumahnya


Azzar melajukan mobilnya menuju rumahnya. sampai sekarang kejadian itu masih menghantui pikirannya.

__ADS_1


"Maaf kan saya Naura, Gara-gara keteledoranku kamu hampir saja kehilangan kesucianmu oleh preman-preman itu" batin Azzar penuh penyesalan


...


__ADS_2