
Waktu berlalu akhirnya mobil yang dikendarai Azzar tiba didepan sekolah Naura. Naura lalu turun dari mobil. Sebelum Naura terlalu Jauh, Azzar menghentikan langkahnya untuk memberikan sesuatu
"Ra?" Panggil Azzar
"Ehm... Ada apa?"
"Ini buat kamu" Azzar memberikan setangkai mawar yang ditolaknya tadi
"Apaan ini?"
"Ini Mawar yang kamu tolak tadi pagi, sebenarnya yang mengirimkan kamu mawar selama ini adalah saya. sskarang lebih baik saya jujur agar kamu tidak salah paham dan tidak merasa diteror orang lain" Azzar mencoba Jujur
"Ohh iy, Soal pertanyaan saya tadi. Kenapa bisa kamu sampe melamar kerja dirumah saya?"
"Karena saat itu kebetulan saya bertamu kerumah kamu dan kebetulan saat itu supir kamu minta izin untuk pulang kampung. Nah saya lalu memberanikan diri untuk melamar kerjaan dan bagusnya lagi orang tua kamu menyambut saya dengan hangat" Jawab Azzar yang membuat Naura menaik turunkan alis Naura untuk bertanya lagi.
"Memangnya Mas kerumah ngapain bertamu?"
"Ehmm... Kasih tau nggak ya?"
"Iya cepetan, dari pada saya tinggal masuk ini?"
"Issh... Nona Jangan marah-marah dong. nanti cantiknya luntur loh" Canda Azzar
"Makanya cepat ngomong" Naura kesal
"Saya kerumah kamu cuma mau jujur sama orang tua kamu kalau saya yang menjadi pengagum rahasia kamu selama ini"
"Jadi mama dan papa sudah tau kalau mas Azzar itu...." Naura tiba-tiba berhenti dan tidak melanjutkan ucapannya
"Lah kok berhenti? kalau ngomong itu jangan sepotong-sepotong Nona" goda Azzar sambil tersenyum
"Sudah Ah, Saya mau masuk dulu"
"Terima dulu dong mawar ini" Azzar menyodorkan mawar itu
"Nggak mau ah, Kasi kambing saja" Jawabnya ketus
__ADS_1
"Terserah Ra kamu tidak terima mawar ini, tapi saya akan selalu mengirimkan mu mawar ini setiap hari. saya akan selalu berjuang untuk mendapatkan cinta kamu Naura"
"Terserah kamu" Jawab Naura dan berlalu pergi tanpa mengambil mawar itu.
Tidak lama setelah Naura masuk kedalam sekolahnya, Hani datang diantar oleh supirnya. Azzar yang melihatnya saat itu langsung menghampirinya untuk meminta kejelasan atas kejadian yang menimpa Naura saat itu.
"Maaf, Boleh kita bicara sebentar?" Sapa Azzar terhadap Hani
Melihat Azzar didepannya, Hani langsung terkesima melihat sosok pria yang sangat tampan. Azzar yang berdandan seperti layaknya anak muda jaman sekarang memakai topi, Kaos putih yang disanding dengan jaket coklat serta celana jeanz membuat ketampanannya semakin bertambah. wajar saja jika saat itu Hani langsung jatuh hati kepada Azzar
"Mau bicara apa mas?" Tanya Hani dengan nada lembut
"saya tau siapa kamu. Kamu sudah melakukan perbuatan yang sangat biadab. tidak pantas seorang gadis seusia kamu melakukan hal seperti itu. Bersyukurlah karena kami tidak melaporkan kamu kepolisi. Naura meminta saya untuk tidak melaporkanmu. jadi saya minta mulai sekarang kamu jangan Mengganggu Naura lagi jika kamu tidak mau dilaporkan ke polisi" Ucap Azzar kepada Hani dengan wajah masam
"Ingat ya, jangan main-main dengan ucapan saya. jadi berhenti mengganggu Naura atau kamu akan berurusan dengan saya. Kalau begitu saya permisi dulu" Lanjut Azzar dan berlalu pergi meninggalkan Hani
"Arrgghh... Kenapa sih Naura itu selalu beruntung?. Nggak disekolah, nggak diluar sekolah pasti selalu dibelain sama cowok ganteng. kurang apa coba saya. Kurang ajar banget tu cewek" Ucap Hani yang begitu kesal.
Setelah Azzar Pergi, Hani masuk kedalam sekolahnya. didalam sekolah Hani melihat wajah Naura dengan sangat kesal dan emosi
"Sudah... Biarkan saja. kita datang disekolah itu untuk belajar bukan cari lawan. jadi terserah dia mau buat apa. nggak usah dipikirkan" Jawab Naura
"Astaga Ra... Kamu baik banget sih. kalau saya jadi kamu, sudah saya jebloskan dia kepenjara biar dia tau rasa kalau apa yang sudah dia perbuat itu sudah sangat keterlaluan" Ucap Fani penuh emosi
"Sudah Ah, Nggak usah dibahas. nanti mood belajar kita hilang lagi"
"Iya deh"...
Tidak lama kemudian Arjun datang menghampiri Naura didalam kelas dengan berlari
"Sayang, Kok kamu memblokir nomor aku sih? emangnya saya salah apa sama kamu" Ucap Arjun sambil memegang tangan Naura namun cepat ditarik kembali oleh Naura
"Mulai sekarang kita putus" Jawab Naura
"Tapi apa alasannya Ra, kita kan baru jadian kemarin dan hari ini kamu langsung minta Putus? saya tidak bisa terima Ra"
"Terserah kamu mau terima atau tidak yang jelas keputusan saya sudah bulat. kalau saya bilang putus berarrti sudah tidak ada hubngan lagi diantara kita"
__ADS_1
"Tapi Naura, saya sangat mencintai kamu aku mohon jangan putus denganku" pinta Arjun memelas.
"sudah Arjun. saya tau kamu itu banyam pacar selain aku. jadi stop ganggu saya. keputusan saya sudah tidak bisa ditoleransi"
"Ohh kamu cemburu ya. Baiklah Ra, saya akan putuskan semua pacar aku tapi kamu jangan putuskan aku" Mohon arjun
"keputusan aku sudah bulat. aku juga salah terlalu cepat saya menerima kamu. apalagi kamu tidak ada disaat saya membutuhkanmu.dan sekarang saya sadar kalau bukan lelaki seperti kamu yang saya mau"
"Tolonglah Ra, jangan Putusin aku" Mohon Arjun lagi
"Daripada kamu masih disini, mending kamu pergi saja cari mangsa baru" Ucap Fani yang membuat mata Arjun melotot ke Fani
"sudah pergi saja. tidak perlu memohon sama Naura karena itu sudah keputusannya yang sangat matang" Lanjut Fani yang membuat Arjun pergi meninggalkan kelasnya dengan wajah kesal.
"Akhirnya keluar juga tuh manusia planet. sudah ketahuan selingkuh masih saja mau balikan sama kamu"
"mungkin ingin direbutkan sama cewek-cewek mungkin" Jawab Naura
"bisa jadi, biar ada bahan pamer kalau dia hebat menaklukkan cewek"
"Husst jangan bicara sembarangan dan terlalu benci. nanti lama-lama suka loh" Naura meledek
"Ih... amit-amit. jangan sampe saya jatuh cinta sama model kayak begitu. bisa-bisa saya makan hati tiap hari"
"Ha... ha... ha..." Tawa Naura
dari jarak jauh, Hani sudah dari tadi memandang Naura dengan kesal apalagi saat dihampiri oleh arjun. tapi dilain sisi Hani juga senang karena arjun sudah putus dengan Naura. tampak wajah Arjun yang sangat kesal saat keluar dari kelasnya
"Sepertinya kamu punya peluang Han mendekati Arjun lagi. secara Arjun dan Naura sudah putus" Tanya Teman Hani
"Nggak ah, saya sudah tidak mau lagi dengan Arjun. kalian dengar sendiri kan tadi, kalau arjun pacarnya banyak. sekarang saya sudah ada target baru" Jawab Hani
"siapa"
"ada saatnya nanti saya akan beritahu kalian"
.....
__ADS_1