
Azzar ke garasi rumahnya untuk mengeluarkan motor yang akan dia pakai ke masjid Tempat dia mengajar.
"Tumben pakai motor, memangnya mobil kamu rusak ya?" Tanya Abi yang juga hendak keluar ke pondok pesantrennya
"Lagi Pengen naik motor saja abi, biar cepat sampenya" jawab Azzar sambil menyalakan mesin motornya
"ooh kalau begitu hati-hati ya, jangan ngebut. kalau begitu abi duluan ya. Assalamualaikum." pesan abinya dan berlalu pergi meninggalkan azzar
"Iya Abi, Waalaikumsalam" Jawab Azzar dan juga berangkat menggunakan motor.
Setibanya di masjid, Azzar lalu menolah kanan dan kiri masjid serta dikerumanan ibu-ibu yang sudah berkumpul didalam masjid namun Hani belum kelihatan batang hidungnya. Akhirnya Azzar lalu duduk di tempatnya dan memulai pengajiannya.
"Sekarang kita mulai saja ya. silahkan baca doanya" Ucap Azzar sambil membuka buku kuningnya
"Tunggu Ustadz" ucap Hani yang datang tergopoh-gopoh karena berlari.
Hani lalu mendekati Azzar dan menyulurkan tangan. namun Azzar hanya menelungkupkan tangannya di dada.
"Maaf Ustadz, saya lambat datang karena baru beli baju ini" ucap hani yang menghempas-hempaskan pakaiannya hingga membuat ibu-ibu saling berbisik dan senyum
__ADS_1
"silahkan duduk dan gabung dengan ibu-ibu. kita mulai pengajiannya" Perintah Azzar yang sudah mau memulai pengajiannya yang membuat Hani ngambek karena di cuekin.
Hani berjalan ke arah kerumunan ibu-ibu. dia duduk dibaris belakang karena sudah tidak ada tempat dibagian depan.
"Andai saja saya tadi tidak telat datang pasti saya sudah duduk dibaris paling depan. kalau begini gimana caranya saya mau melihat dengan jelas mas Azzar kalau duduknya di belakang seperti ini" Ucap Hani kesal
Azzar mengajar seperti biasanya hingga jam mengajarnya habis. Azzar lalu bergegas keluar untuk segera pulang agar dia bisa terhindar dari Hani.
"Mas Azzar tunggu..." Teriak Hani yang membuat Azzar menarik nafasnya dalam-dalam.
"Saya pulang sama mas azzar ya?" ucap Hani membuat melotot mendengarnya
"Eh Nak, Nggak boleh lelaki dan perempuan yang bukan muhrim berboncengan naik motor" Ucap salah satu ibu-ibu pengajian yang juga keluar dari masjid
"Bukannya nggak mau, lagian saya juga hanya naik motor. betul yang dikatakan ibu tadi, kita itu bukan muhrim jadi tidak pantas untuk berboncengan bersama" ucap Azzar jelas
"Makanya Mas Azzar cepat dong halalin saya" goda Hani
"Gimana bisa, kamu kan masih sekolah masa kamu harus putus sekolah?"
__ADS_1
"sekolah tetap lanjut. dan nikah juga bisa kan?"
"Tidak bisa seperti itu, nanti nggak ada urus rumah"
"Kan bisa sewa pembantu?"
"Maaf saya lebih suka sama gadis yang tidak sekolah lagi. saya tidak mau sama anak SMA"
"Ih Mas Azzar kok bicara seperti itu sih" Ucap Hani sambil memanyunkan bibirnya
"saya permisi dulu ya, nanti kamu minta sopir kamu saja yang jemput soalnya saya lagi buru-buru. masih ada hal yang harus diselesaikan" Ucap azzar kemudian pergi mengendarai motornya. Hani sesekali mememanggilnya namun tidak dihiraukan oleh Azzar.
Diperjalanan Azzar masih memikirkan Hani yang benar-benar sudah berubah menjadi gadis shaleha. namun sayangnya dia tidak punya rasa malu sehingga membuat Azzar makin geli berada didekatnya.
Azzar melajukan terus motornya hingga dia melewati rumah Naura. azzar memang sengaja memilih jalan itu agar setidaknya bisa melihat Naura walau hanya sebentar. dan benar saja, saat lewat didepan rumahnya terlihat Naura duduk diteras rumahnya. sekilas Naura melihat Azzar yang lewat didepan rumahnya namun dengan cepat dia memalingkan wajahnya.
Sesampainya dirumah, Azzar lalu mengambil handphonenya dan mengirimkan sebuah pesan yang bertuliskan "Jangan lupa makan Wahai Mawarku" lalu mengirimkan kepada Naura. terlihat dilayar ponselnya kalau Naura sudah membaca pesan itu Namun tidak ada respon sama sekali sehingga membuat hatinya sangat tidak karuan. Naura betul-betul menjadi candu di dalam hati dan fikirannya.
....
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca Novel saya sampai tahap ini. ❤️❤️❤️...
...Sekali lagi saya mohon ya kak, dukung saya dengan cara Like, Coment, share,dan Vote sebanyak-banyaknya ya agar saya selalu bersemangat nulisnya tiap hari. Terima kasih 😍😍😍...