Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
67


__ADS_3

Tak terasa mobil telah masuk kedalam parkiran rumah Naura, Naura turun dengan perasaan yang sangat tak karuan. Dibenaknya saat ini bagaimana caranya dia mengatakan hal pahit ini kepada mama dan papanya. Padahal mama dan papanya sudah sangat percaya dengan Azzar.


Dengan mata yang masih lebam, perlahan Naura berjalan kedalam rumahnya dengan menundukkan kepalanya. Setibanya didalam rumah, Sarah sudah berada di ruang tamu yang sedang membaca majalah bersama Tomi.


“Naura, Kamu kenapa sayang? Kok pulang ketemu Azzar bukannya bahagia malah murung begitu! Kamu sudah ketemu dengan Azzar kan?” Tanya Sarah namun Naura hanya diam menunduk


“Sayang, Kamu baik-baik saja kan?” Tanya Sarah kembali dan Naura seketika memeluk Sarah sambil menangis yang sudah tidak tertahankan.


Sarah semakin bingung melihat Putri satu-satunya itu menangis dalam pelukannya. Yang kemudian Tomi menghentikan semua aktifitasnya ketika melihat anaknya menangis seperti itu.


“Mas Azzar jahat Ma, dia tidak mencintai Naura” ucap Nuara yang masih dalam tangisannya


“Maksud kamu apa sayang, Mama tidak mengerti” ucap Sarah dan tomi hanya menyaksikan percakapan Sarah dan Naura.


“Mas Azzar pergi keluar Negeri dan dia bilang sama abinya kalau dia sudah mengundurkan pernikahan ini padahal mas Azzar tidak pernah berbicara hal itu dengan Naura. Naura tidak tau apa-apa” jawab Naura yang tidak bias membendung air matanya.


“Kamu tenang dulu sayang, Kamu duduk dulu” ucap Sarah sambil mengelus pundak Naura. Naura lalu duduk tepat diantara Sarah dan Tomi sambil mengusap Air matanya.


“kamu yakin apa yang semua kamu katakan itu? Kamu lagi tidak bercanda kan? Tanya Sarah lagi memastikan


“Tidak Ma, apa yang Naura bilang semua itu benar. Abinya sendiri yang bilang ke Naura” ucap Naura yang seketika membuat Sarah dan Tomi saling bertatapan


“Ya sudah, Kamu jangan menangis lagi ya. Kamu yang sabar sayang. Papa yakin kamu akan mendapat gantinya yang jauh lebih baik dari Azzar” ucap Tomi menenangkan namun terlihat kesal karena anak semata wayangnya dipermainkan seperti itu


“Mama tidak habis pikir, Anak sebaik dia malah melakukan hal seperti ini. Padahal dia kan yang sangat mengejar cinta kamu” Sambung Sarah yang terlihat jelas kekesalan di wajahnya.


“Tidak usah diingat-ingat lagi Ma, kalau memang dia orang baik mana mungkin meninggalkan anak kita seperti ini” ucap Tomi dengan Tegas


“Naura masuk kekamar dulu ya Ma Pa” Ucap Naura yang lalu berdiri dan berjalan kea rah kamarnya

__ADS_1


Sarah dan Firman hanya bisa pasrah melihat anak semata wayangnya itu berdiri meninggalkan ruang tamu.


“Pa, apa kita datangi saja rumah orang tuanya Azzar?’ Tanya Sarah kepada tomi


“Tidak Perlu Ma, Anak kita masih baik-baik saja. Tidak usah kita dating mengemis ke mereka yang sudah jelas mempermainkan perasaan anak kita” ucap Tomi yang membuat Sarah tidak berbicara lagi.


Didalam kamar, Naura kembali menangis. Dia begitu syok akan kejadian ini. Dia belum bisa menerima dan tidak percaya Azzar yang selama ini mengejar cintanya malah pergi tanpa kabar hingga tak terasa Naura tertidur dalam keadaan menangis seperti itu.


“Kamu makan dulu Sayang” ucap Sarah yang datang menghampiri Naura yang sudah tertidur sehingga membuat Naura terbangun


“Eh Mama, Naura tidak lapar Ma” Jawab Naura yang terlihat lemas dan wajahnya tampak pucat serta matanya sedikit membengkak karena terus-menerus menangis


“Kamu harus makan sedikit sayang, biar kamu ada tenaga. Mama tiak mau kamu seperti ini terus. Bisa-bisa kamu nanti sakit loh” ucap Sarah cemas melihat kondisi Naura


“Iya Nak, makan ya walau sedikit. Untuk Mama dan Papa. Lupakan dia yang sudah membuat kamu seperti ini” ucap Tomi yang juga menghampiri mereka didalam kamar Naura


Naura kemudian bangun dari tempat tidurnya dan memakan makanan yang dibawa oleh mama nya.


“Ma Pa, Naura boleh minta sesuatu?” Tanya Naura


“Iya sayang ada apa?” Tanya Tomi yang juga duduk disebelah Naura


“Naura mau masuk pesantren” pinta Naura yang membuat kedua orang tuanya melihatnya


“Masuk pesantren” Tanya Sarah dengan wajah terkejut


“Iya ma, Naura ingin menenangkan diri disana. Naura tidak berminat kuliah”


“Tapi kenapa? Apa karena kamu belum bisa melupakan Azzar” Tanya Sarah yang belum siap melepaskan Naura

__ADS_1


“Naura hanya ingin lebih dekat dengan Allah lagi ma, Mungkin ini juga teguran untuk Naura dari Allah ma karena selama ini Naura hanya mencintai makhluknya saja sehingga Allah memberikan cobaan seperti ini. Mungkin dengan Naura masuk Pesantren, Naura bisa lebih dekat dengan Allah” Jawab Naura yang begitu yakin dengan keputusannya


“Kalau itu sudah pilihan kamudan itu juga bisa membuatmu bahagia, Mama bisa apa. Walaupun itu sangat berat bagi mama. Bagaima menurut papa?” Tanya Sarah kepada Tomi


Firman hanya bisa menarik nafas atas Permintaan Naura itu.


“Memangnya kamu mau masuk pesantren mana? Jangan bilang kamu mau masuk pesantren abi nya Azzar? Karena sudah pasti papa tidak akan setuju” ucap Tomi


“Tidak Pa, Naura ingin melupakan semua tentang Mas Azzar. Mana mungkin saya masuk kepesantren itu” Jawab Naura dengan tegas


“Ok kalau begitu papa setuju. Papa dan mama akan nganterin kamu kemanapun kamu mau pergi” ucap Tomi kembali


“Terima Kasih Pa. kemungkinan Naura akan masuk pesantren diBogor. Sepertinya disana ada pesantren yang bagus juga” ucap Naura


“Boleh, kapan kamu mau kesana?”


“secepatnya Pa, tapi papa Tanya dulu kesana apa masih ada kamar?” jawab Naura


“Iya Sayang, gampang itu. Sekarang kamu habiskan dulu makanan kamu ya” ucap Tomi sambil mengelus rambut Naura


“Kalau begitu Mama dan Papa kebawah dulu ya. Jangan lupa makanannya dihabiskan” ucap Sarah lalu keluar bersama tomi dari kamar Naura


“Iya Ma” Ucap Naura sambil memakan makanannya sampai habis


Setelah makanan dipiringnya habis, Naura melaksanakan shalat an mengaji sebentar setelah itu kembali merebahkan dirinya diatas tempat tidurnya.


“Sepertinya aku harus menonaktifkan semua media social saya” gumam Naura yang sedang membuka akun media socialnya. Tampak didalamnya terdapat foto-foto lamanya yang tanpa berjilbab dan memakai pakaian yang tidak sopan. Setelah semua akun media socialnya dinonaktifkan, ia lalu tetidur karena badannya masih lemas akibat terlalu lama menangis.


........

__ADS_1


__ADS_2