Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
LIBURAN 2


__ADS_3

Mereka melanjutkan perjalanannya kembali menuju air terjun. sesampainya disana, Mereka melalui jalan berbatu yang tampak licin


"Hati-hati ya. batunya licin. Banyak lumutnya" Ucap azzar yang mengingatkan lagi


"Dengar Tu Ra. kamu harus hati-hati. jangan jadikan alasan itu untuk bisa dekat-dekat dengan Mas Azzar. sudah cukup tadi rumput yang cemburu jangan biarkan batu juga cemburu" canda Fani


"Kamu bisa diam nggak? kalau kamu nggak bisa diam saya yang akan diam" ucap Naura dan memalingkan wajahnya


"Peace Nona" Ucap Fani yang memberikan 2 jari kearah Naura.


"Ya ampun segar banget airnya" lanjut Fani


"Ra, kita makan dulu yuk. sudah lapar Nih" ajak Fani kepada Naura


"Kalian tidak mandi dulu?" Tanya Azzar


"Perut sudah keroncongan Mas, nggak tahan lagi" keluh Fani sambil memegang perutnya


"ooh kalau begitu kalian makan dulu saja, saya mau shalat dulu" ucap Azzar yang sudah memegang sajadah dan peci nya


Fani yang melihat Azzar membawa perlengkapan shalatnya, lalu menyenggol lengan Naura


"Ra, kita durhaka banget ya. Alat shalat saja kita tidak bawa" bisik Fani kepada Naura


"Iya Fan, saya juga tidak kepikiran sama sekali" jawab Naura


"Saya juga, Kok kita begitu amat ya. kalau begitu kita mandi dulu saja setelah itu baru makan. mumpung mas Azzar masih shalat. kagak enak kalau kita makan duluan Ra" ajak Fani yang menarik lengan Naura turun ke sungai.


"Ok"


Naura dan Fani lalu turun ke sungai untuk mandi. disana banyak pengunjung juga yang mandi jadi mereka tidak takut jika turun berdua. mereka menikmati suasana yang sangat asri, mereka saling siram menyiram dan sesekali mereka tertawa bersama.


Azzar yang sudah melaksanakan shalat lalu duduk didekat barang bawaan Naura dan Fani. Azzar yang melihat Fani dan Naura sangat asik bermain air hingga tidak mengganggu mereka. sampai beberapa waktu kemudian Naura dan Fani yang sudah mandi dan menggunakan handuk dilehernya menghampiri azzar yang sedang duduk memainkan ponselnya


"Mas Azzar tidak mandi?" Tanya Fani yang menghampiri Azzar


"Nggak. saya sudah mandi tadi pagi sebelum kesini" ucapnya singkat


"ehm maksud mas azzar kami belum mandi tadi pagi? tanya Naura


"Hehehe nggak, mas cuma bercanda Nona" ucap Azzar sambil tersenyum.


"Kalau begitu kita makan saja yuk. sudah lapar ini" Ajak Fani

__ADS_1


"Iya, saya sudah lapar juga" ucap Azzar


"Mas bawa bekal juga?" Tanya Fani


"Iya dong. kan mas juga punya rasa lapar"


"Maksud saya, mas harusnya nggak usah bawa bekal. kan ada kami yang sudah bawakan" jelas Fani


"habisnya nggak ada yang info kalau mau dibekali" Ucap Azzar yang berpura-pura kecewa


"berarrti bukan salah saya, kan no mas azzar nggak ada sama saya" ucap Fani kemudian melirik Naura


"Iya-iya ini salah saya. Maaf ya mas Azzar nggak kabarin kemarin. Lebih baik sekarang kita makan saja daripada lama berdebat" Ucap Naura malu


Mereka duduk merentangkan tikar tak jauh dari tempat penyimpanan barang-barang bawaannya. mereka lalu mengeluarkan masing-masing bekal yang sudah mereka siapkan dari rumah


"Ini ada pizza, silahkan dimakan" ajak Azzar


"Wah ini dibeli atau buat sendiri mas?" Tanya Fani


"Buat sendiri dong. gini-gini saya juga bisa masak loh" lanjut Azzar yang sedikit menyombongkan diri


"Wah benar nih Mas Azzar. hebat dong jago masak. nggak sama Naura bisanya cuma masak air saja" puji Fani dan kemudian melirik Naura


"Sepertinya saya tidak pernah ngomong. kok saya seperti disindir terus ya?" Ucap Naura kepada Fani


"Coba bekal Naura Mas, yakin ketagihan" lanjut Fani yang menyodorkan bekal kepada Azzar


"Bolehkah?" Tanya Azzar kepada Naura


"Boleh Mas, ini memang sudah disiapkan untuk 3 orang. silahkan diambil"


"Terima kasih ya" Ucap Azzar lalu mencoba sesuap nasi goreng tersebut


"Ehm enak banget" puji Azzar


"betul kan, tapi nggak usah dipuji berlebihan ya soalnya bukan Naura yang masak" lanjut Fani bercanda hingga membuat bibir naura nyengir


"Tapi benar-benar enak loh ini, Terima Kasih ya" Ucap Azzar kepada Naura


"Ooh iya Ra, kamu juga harus coba ini Pizza buatan mas Azzar. kalau nggak enak langsung muntahkan saja ya" Ucap Fani yang membuat Azzar tertawa


"Enak kok, kayak pizza yang dibeli direstoran saat itu" komentar Naura yang sementara mengunyah pizza itu.

__ADS_1


"Saran saya kalian makan Nasi saja dulu, biar tidak masuk angin. apalagi kalaian mau mandi lagi. kalau pizza dimakan dimobil juga bisa" tegas Azzar


"Tapi makanan sebanyak ini sepertinya sulit dihabiskan langsung. bagusnya diapain ya" lanjut Azzar sambil melihat makanan dihapadan mereka


"iya Nih, apalagi nasi goreng dan ayamnya juga masih banyak. apa mas azzar nggak mau ayam gorengnya?" Tanya Fani


"Nasi goreng dan pizza juga sudah cukup kok"


"sederhana banget seleranya" ucap Naura tiba-tiba disela obrolan Fani dan Azzar


"Akhirnya Nona shaliha bicara juga. saya pikirnya tadi lagi ngambek" ejek Azzar yang membuat Fani tertawa


"Tertawa terus sampai puas" ucap Naura kepada Fani


"Sudah ah, lebih baik makanan ini saya berikan ke anak-anak itu saja" Ucap Fani yang menunjuk kearah anak kecil itu.


Fani berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri anak-anak yang sedang asik mandi disungai. anak itu tampak senang bermain air dan sepertinya merek anak asli kampung tersebut


"Dek Sini..." Teriak Fani dari bibir sungai kepada anak-anak itu


"Iya kak" ucap salah satu anak itu dan berjalan menuju ke Fani


"Kalian pasti belum makan? mau makan bareng kakak" Ajak Fani


"iya mau kak"


Fani beejalan ke araha Azzar dan Naura yang juga diikuti oleh anak-anak itu. sesampainya disana, Azzar dan Naura sudah menyiapkan makanan untuk anak-anak itu


"Silahkan dek dimakan" Ucap Naura


Anak-anak itu langsung melahap makanannya hingga tak ada yang tersisa. setelah selesai makan, anak-anak itu kembali mencebur ke sungai.


"Apa kita mau mandi lagi?" Tanya Fani kepada Naura


"mandi saja yuk. belum sore juga. mumpung disini kita puasin dulu. Mas Azzar masih mau menunggu kan?" Tanya Naura


"Iya Pasti. kalian lanjut saja. saya juga sedang rilex" Jawab Azzar


Fani dan Naura beranjak dari tempat duduknya dan menuju kesungai. sedangkan Azzar santai duduk bersandar di bawah pohon sambil bermain ponsel.


selepas mandi,Naura dan Fani menuju ke toilet yang sudah disediakan oleh warga setempat untuk mengganti baju sedangkan Azzar membereskan semua peralatan dan memasukkannya kedalam mobil


..................................................................................

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca Novel saya sampai tahap ini. ❤️❤️❤️...


...Sekali lagi saya mohon ya kak, dukung saya dengan cara Like, Coment, share,dan Vote sebanyak-banyaknya ya agar saya selalu bersemangat nulisnya tiap hari. Terima kasih 😍😍😍...


__ADS_2