
Waktu istirahat sudah tiba, Fani dan Naura keluar dari kelasnya menuju kantin sekolah. Namun di pertengahan jalan kekantin, tiba-tiba Arjun datang menghampiri mereka
"Naura Pliss, tolong kita jangan putus ya. Saya samapi sakit gara-gara kamu putusin" Ucap Arjun yang langsung memegang tangan Naura
"Sudah deh Arjun, Jangan lebay. Naura sekarang sudah tidak mau pacaran lagi" Ucap Fani yang membela Naura
"Iya Arjun, tolong jangan ganggu dan kejar-kejar saya lagi. kamu cari perempuan lain saja. sekarang saya mau sendiri dulu dan lagi tidak berpikiran untuk berpacaran" Lanjut Naura
"Apakah kamu nggak kasihan sama aku Ra, saya betul-betul cinta dan sayang sama kamu" Ucap Arjun dengan lembut dan ibah
"Saya juga sayang sama kamu Jun, tapi sayang saya cuma sebatas teman saja, nggak lebih. kita ini hanya sebatas teman sekolah saja jadi tolong lupakan saya ya. Kalau begitu saya permisi dulu" Jelas Naura lalu meninggalkan Arjun
Naura sekilas membalik melihat Arjun kebelakang yang ditinggalkannya seorang diri. Tampak dari raut wajah arjun terlihat sangat sedih
"Kamu kasihan sama arjun Ra"? Tanya Fani yang melihat Naura masih melihat kearash Arjun
"Iya Fan, Saya kasihan melihat dia seperti itu. tapi saya juga tidak mau pacaran sama dia" ucap Naura
"Ya sudah kalau begitu kamu jangan lihat-lihat dia kebelakang seolah-olah kamu masih memberikan harapan ke dia. jangan sampai nanti dia berpikirnya kalau kamu masih ada perasaan sama dia. kamu harus tegas Ra dengan hati kamu. kalau suka bilang suka dan kalau tidak suka bilang tidak suka. jangan permainkan hati orang lain. Kasihan Ra" Terang Fani
"heeemmmm, Tumben kamu berbicara seperti itu. seperti orang berpengalaman saja, dapat ilmu dari mana kamu?" Tanya Naura yang melirik kearah Fani
"itu dari ibu aku. dia selalu mengingatkan saya untuk tidak mempermainkan perasaan orang lain apalagi kalau itu masalah cinta. jangan sampai nanti orangnya terlalu cinta sampe nekat pake guna-guna. Contohnya saja tante aku sampe kena guna-guna begitu"
"Ihhh Ngeri juga ya"
"Iya. makanya saya peringatkan kamu seperti itu"
"Terima kasih banyak ya Fan"
"sama-sama sayang" Ucap Fani yang membuat bibir naura manyun mendengar kata sayang
.....
Jam pulang tiba, Naura dan Fani berjalan menuju halaman depan sekolah menunggu jemputan masing-masing. lama menunggu tiba-tiba Hani datang menghampiri mereka
__ADS_1
"Hy Ra, Saya ikutan tunggu mas Azzar ya" Ucap Hani yang membuat alis Naura berdiri sebelah
"Untuk apa?"
"Saya sudah janjian samamas Azzar untuk bertemu jam pulang sekolah"
"Ooh.. terserah kamu saja deh" Jawab Naura Jutek
"Ra, Jemputan saya sudah datang. kalau begitu saya pulang dulu ya" Ucap Fani
"Ooh iya Fan"
"Kamu harus jaga diri dan hati-hati sama orang disebelah kamu itu. jangan sampe dia nekat lagi sama kamu. dia itu perempuan iblis" Bisik Fani kepada Naura
"Baiklah Fan saya akan jaga diri kok. kamu juga hati- hati ya. Daaaa" Ucap Naura sambil melambaikan tangannya.
selang beberapa menit, Azzar datang dan berhenti tepat dihadapan Naura. Azzar kaget kenapa mesti ada gadis itu di sebelah Naura yaitu Hani
"Maaf Non ya saya telat datangnya" ucap Azzar yang sudah turun dari mobilnya.
"Nggak lah mas Azzar, Hani sudah berubah dan tidak jahat lagi. saya disini sengaja hanya untuk menunggu mas azzar" jawab Hani
"Kenapa tunggu saya?" tanya Azzar heran
"saya cuma mau tanya mas Azzar, apa mas azzar mau jadi sopir Hani biar nanti sopir saya yang antar Naura pulang. Gimana mas, Mau ya?" tawar Hani
"Saya nggak bisa" jawab Azzar seadanya
"Kenapa Mas? kan naura juga sudah mau kok." ucap Hani dan azzar melihat Naura yang langsung membuang wajahnya agar tidak dilihat azzar kalau Naura sebenarnya tidak mau
"Ini bukan masalah mau tidaknya Naura, Tapi ini antara saya dengan orang tua naura. saya sudah kontrak dengan orang tua naura" Jawab Azzar tegas.
"Eumm.. iya. tapi kamu pulang dulu. itu sudah ada jemputan kamu"
"Sudah saya suruh pulang mas. karena saya mau bareng kalian pulang. boleh kan?" ucap Hani yang membuat Naura membulatkan kedua bola matanya
__ADS_1
"Sejak kapan dia minta izin sama saya untuk pulang bareng, dia sangat pandai berakting" batin Naura kesal
"Kalau saya sih nggak masalah. tergantung dari Non Naura nya saja apa dia mau" ucap Azzar sambil melirik Naura disebelah nya.
"Bolahkan Ra, saya pulang bareng kalian? lirih Hani.
"Terserah kalian deh. kalau mau buruan soalnya saya mau istirahat. saya capek" Ucap Naura kesal lalu naik ke mobil dengan cepat.
setelah Naura masuk dan duduk dikursi tengah, dengan cepat Hani duduk dikursi depan tepat disebelah Azzar sehingga membuat Naura makin jengkel melihat tingkah Hani yang sudah menjadi-jadi.
"Maaf,saya tidak biasa duduk bersebelahan dengan wanita. silahkan pindah di belakang dan duduk disebelah Non Naura" Ucap Azzar
"Memangnya kenapa mas? kan saya tidak ngapa-ngapain kan?" lanjut Hani
"Konsentrasi saya terganggu saat menyetir. jadi mohon dengar kata saya ya" tegas Azzar sambil menghela nafas
"Baiklah, asal masih 1 mobil dengan mas Azzar saya sudah bahagia" ucap Hani
Azzar melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. sesekali dia juga menanyakan alamat Hani agar dapat mengantarnya terlebih dahulu. setibanya didepan rumah Hani yang besar nan megah, Hani turun dari mobil.
"Terima kasih ya. Mas tidak mampir dulu?" tawar Hani
"Tidak perlu, Lain kali saja"
"Ok, Mas Azzar kan sudah tahu rumah Hani kan. jadi kapan-kapan mau ke sini langsung saja ya. pintu saya selalu terbuka lebar buat mas Azzar kapanpun"
"Terimakasih. kalau begitu saya pamit dulu" ucap Azzar lalu melajukan mobilnya
"Iya Mas Hati-hati" Ucap Hani sambil melambaikan tangannya.
....................................................................................
...Terima kasih sudah membaca Novel saya sampai tahap ini. ❤️❤️❤️...
...Sekali lagi saya mohon ya kak, dukung saya dengan cara Like, Coment, share,dan Vote sebanyak-banyaknya ya agar saya selalu bersemangat nulisnya tiap hari. Terima kasih 😍😍😍...
__ADS_1