
Keesokan Paginya, Naura mendapat Tamu seorang kurir.
"Ini ada paket untuk mbak Naura, Mohon tanda tangan disini ya, Ucap Kurir sambil memberikan Polpen
"Memangnya ini dari siapa sih pak?" Tanya Naura memaksa ke kurir yang sama dengan kemarin agar mau mengatakan siapa pengirimnya.
"dari pengagum rahasia mbak"
"iya tapi siapa pak? Begini saja bapak sebutkan ciri-cirinya bagaimana"
"dia sangat ganteng mbak, gantengnya melebihi saya"
"Haallah, sih bapak. emangnya dia cewek ato cowok pak?
"ya cowok lah neng, dari ciri-cirinya saja ganteng masa cewek?"
"mungkin cowok jadi-jadian pak. karena tidak berani menampakkan wujudnya" ucap Naura dengan manyun
"hahaha, katanya biar surprise mbak. kalau begitu saya balik dulu ya. Terima kasih"
"sama-sama" Jawab Naura kesal karena belum mendapat jawaban siapa yg mengirimkan bunga itu.
"Siapa sayang? pagi-pagi begini sudah datang bertamu" Tanya Sarah yang menghampiri Naura
"Pengantar Mawar mah" Jawab Naura sambil menunjukkan setangkai mawar ditangannya
"Pengagum rahasia lagi?
"iya ma"
"Mama jadi takut ya, dia seperti peneror"
"Peneror mawar maksud mama?"
"Peneror kamu"
"Ih mama jangan nakut-nakuti Naura"
"Ya sudah cepat-cepat kamu masuk kamar, mandi dan berpakaian. nanti kamu telat kesekolahnya"
"Baik ma".
Naura menuruti ucapan mamanya. sebelum mandi, mawar itu dia masukkan ke dalam vas bersama bunga yang lain agar tetap segar.
"Semoga kamu datang dari orang yang aku cintai" Tanyanya gemes kepada mawar tersebut.
Naura bersiap-siap untuk berangkat sekolah. hari ini ada mata pelajaran penjaskes. Naura harus membawa baju olahraga untuk persiapannya
"Kamu makan dulu sayang. ini mama sudah siapkan untuk kamu" Ucap sarah yang meletakkan nasi goreng diatas meja
__ADS_1
"Terima kasih ma"
"sama-sama sayang. oh ya, kamu pulang pergi dari sekolah nanti dijemput smaa sopir ya"Ucap Sarah
"Kenapa gitu ma?"
"Mama takut kamu nanti di apa-apain sama orang itu"
"Sama pengagum rahasia menurut mama?"
"iya, mama takut dia berbuat nekad sama kamu. kita kan belum tau yang mana orangnya"
"iya ma, Naura akan selalu bersama sopir kita" Jawab Naura sambil menghabiskan makanan dipiringnya. "Kalau begitu Naura berangkat sekolah dulu ya ma pa"
"Iya sayang. Hati-hati" Jawab Sarah. Tomi hanya mengucapkan hati-hati kepada Naura dan memberikan uang jajan.
Naura keluar dari rumah untuk berangkat sekolah. dari jarak jauh, Azzar memantau Naura dan memastikan kalau ada yang mengantarnya berangkat kesekolah. dan juga pagi ini, Azzar ingin bertemu dengan ibu dan bapak Naura.
Setelah Azzar memastikan Naura sudah berangkat kesekolah, Azzar mulai mendekati rumah Naura untuk bertamu
"Assalamualaikum" Ucap azzar diluar pintu
"Waalaikumsalam" Jawab pembantu Naura sambil membuka pintu.
"Maaf, Mamanya Naura ada dirumah?" Tanya Azzar
"Oh. Nyonya ada. tunggu saya panggilkan" ucap pembantunya kemudian masuk kedalam untuk menemui sarah yang baru saja selesai makan bersama Tomi.
"Siapa bi?"
"Saya juga kurang tau Nyonya"
"Ya sudah, mama kedepan sebentar ya pa" Pamit Sarah kepada Tomi dan menuju ke depan rumah tempat Azzar menunggu.
"Maaf, Ada perlu apa ya mencari saya?" Tanya Sarah kepada Azzar yang membelakanginya
Azzar segera membalikkan badannya. Azzar yang berpakaian layaknya anak muda jaman sekarang dibalut dengan jaket berwarna coklat hingga terlihat berkharisma dimata Sarah.
"Maaf Tante, Saya Azzar" Ucapnya dengan meletakkan kedua tangannya didepan dada pengganti salam kepada Sarah
"Silahkan masuk dulu" ucap Sarah mempersilahkan masuk kedalam rumah.
Azzarpun lalu masuk kedalam rumah Naura yang begitu besar dan megah. terlihat kemewahan dengan jelas di ruang utama.
"Terima kasih banyak tante"
"sama-sama, katanya kamu ada perlu sama saya?"
"Iya tante, saya mau berbicara sama tante selaku orang tua Naura"
__ADS_1
"Oh iy, sebentar saya panggil ayahnya Naura dulu"
Dengan langkah cepat, Sarah menuju ketempat Tomi untuk menanyakan tentang Ustadz Azzar
"Pa, diluar ada Ustadz Azzar"
"Ustadz Azzar yang kita bicarakan kemarin itu? emangnya dia mau apa kesini?
"Katanya ada sesuatu yang mau dia sampaikan kepada kita, Ayok pak kita temui dia"
"Baik ma"
"Bi, Buat air minum ya?" Teriak sarah kepada pembantunya.
Sarah dan Tomi menuju keruang tamu menemui Azzar. setibanya diruang tamu, mereka langsung bersalaman dengan Azzar
"Jadi bagaimana ustadz?, Harusnya kami yang harus kesana malah ustadz yang datang kesini" Ucap Tomi Basa-basi
"Maaf sebelumnya, sebenarnya saya datang kesini untuk menginfokan kalau semua mawar yang saya kirim setiap pagi kepada Naura itu dari saya"
"Oh, Dari Ustadz Nizam. Kami sudah takut, jangan sampe itu dari orang yang tidak baik" Ucap Sarah.
"Maafkan saya Om tante, karena sudah buat kalian berdua jadi cemas. sebenarnya saya ingin mendekati Naura untuk menjadikan istri saya, tapi sepertinya Naura belum tertarik sama saya. makanya saya berusaha mendapatkan hatinya dulu, setelah itu baru orang tuanya" Sambung Azzar.
"Tidak apa nak, kami merestui hubungan kalian. tapi itu semua tergantung Nauranya lagi. Kalau Naura tidak mau, kami juga tidak bisa memaksa dia untuk menerima lamaran Nak Azzar. tidak ada salahnya Nak Azzar mendekatinya perlahan, siapa tau Naura bisa Luluh" Jawab Tomi
"Terima kasih banyak Om Tante atas dukungannya. karena Jujur saya sangat mencintai Naura. saya tidak ada Niat untuk mengecewakannya, karena niat saya hanya untuk menikahinya"
"Iya Nak, sekarang kami sudah lega kalau pemilik mawar itu adalah Nak Azzar"
"Iya tante, karena kalau saya jujur siapa yang mengirim itu semua, sudah pasti Naura akan menolaknya"
"Iya, Naura memang tipe keras kepala. tapi dia baik anaknya, tidak pernah membantah kami berdua" Ucap Tomi sambil membayangkan tingkah Naura.
"Iya Om. Mohon bantu doanya biar Azzar bisa segera melamar Naura"
"Amiin" Ucap Tomi dan sarah bersamaan
"Kalau begitu, Azzar pamait dulu Om Tante. Azzar harus mengajar sebentar lagi"
"Baik Nak silahkan, Hati-hati dijalan Ya" ucap Sarah
"Iya Tante, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" ucap sarah dan Tomi bersamaan.
Azzar bangkit dari tempat duduknya dan pulang dari rumah Naura. dia tampak bahagia karena orang tua Naura memberikan lampu hijau atas hubungannya itu.
"Alhamdulillah Pa, akhirnya teka-teki penggemar misterius itu sudah kita tahu, apalagi orangnya Ustadz Azzar. sudah tampan, shaleh, dan baik lagi. semoga hubungannya dengan Naura berjalan dengan lancar ya pa" Ucap Sarah
__ADS_1
"Iya Ma. kalau Naura nikah dengan Ustadz Azzar, Papa pasti sangat setuju. saya yakin kalau bersama dengan ustadz Azzar, Pasti naura bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi dibanding saat ini" Lanjut Tomi
....