
"Abi mau kamu keluar negeri sejenak" ucap Abi singkat yang membuatnya terkejut
"Untuk apa abi? sebentar lagi kan Azzar akan nikah"
"abi hanya ingin melihat sekuat dan setegar apa iman dia setelah ditinggal oleh orang yang dia cintai"
"Tapi abi, bukan hanya Naura saja yang sakit. Tapi Azzar juga pasti akan merasakannya abi" bantah Azzar yang tidak mau menuruti perintah abinya
"Abi tidak meminta ku untuk meninggalkannya selamanya. abi hanya menyuruh kamu untuk meninggalkannya sebentar saja. kita akan lihat, Apakah dia masih mempunyai iman yang kuat atau tidak. Kamu tidak mau kan kalau kamu menikah dengan wanita yang alimnya hanya di depan kamu saja, Tapi ketika dibelakang kamu dia akan kembali seperti semula" ucap Abi dengan penuh emosi berkata kepada Azzar
Azzar hanya bisa meremas erat rambutnya dan lalu duduk terdiam. dia tidak percaya hal ini akan terjadi. semua pertanyaan sudah menghampiri kepalanya.
"Abi, Andai abi tahu seberapa besar cinta Azzar ini kepada Naura mungkin abi tidak akan memberatkan Azzar seperti ini" ucap Azzar dengan sangat sedih. semua badannya kaku.
__ADS_1
"Kalau dia memang wanita terbaik buat kamu. Abi yang akan melamarnya untukmu dan akan menyerahkan pesantren ini untuk kalian berdua" ucap Abi
"Nizam permisi keluar dulu abi" ucap Azzar yang langsung keluar meninggalkan abinya untuk menenangkan diri.
Azzar melajukan mobilnya dengan cepat keluar dari rumahnya. entah apa yang ada dibenaknya sekarang. pernikahan yang hanya menghitung hari lagi yang harusnya menjadi kebahagiaannya bersama Naura tapi malah menjadi kesedihan untuk meninggalkan orang yang sangat dia sayangi. Mobilnya terus melaju hingga tiba di pinggir Danau.
"Aaaaahhhh" Teriak Azzar untuk melepaskan kekesalannya lalu berlutut diatas tanah. air matanya menetes begitu saja.
Setelah puas mencurahkan hatinya, Azzar lalu bergegas ke bandara untuk membeli tiket ke mesir. semakin cepat dia berangkat maka semakin cepat pula Azzar membuktikan kepada abi nya kalau Naura memang pantas untuk dia.
Setelah Tiket sudah ada, Azzar lalu pulang kerumah dan menyiapkan semua barang-barang yang akan dia bawa ke mesir.
"Azzar pamit sekarang ya Abi, Ummi" ucapnya dengan nada yang pasrah
__ADS_1
Terlihat umminya hanya bisa menangis meratapi kepergian anak satu-satunya itu. Azzar tidak memikirkan apapun lagi. yang dia pikir bagaimana caranya ini semua bisa berakhir dan bisa segera menikahi Naura. Sakit hati Azzar melebihi sakit hati yang dirasakan umminya, sedangkan Abinya hanya diam tanpa berbicara sedikit pun.
Azzar kebandara menggunakan Taksi. abi dan umminya hanya mengantarnya sampai diteras rumah saja. Azzar memilih Mesir karena disana ada teman karibnya sedang mengejar S2 nya.
.....
Naura yang tidak mendapatkan kabar sedikitpun dari Azzar, mendadak gelisah dan cemas. karena tidak biasanya Azzar seperti itu. Naura terus membolak-balikkan ponselnya karena bingung apakah harus menghubungi azzar atau tidak. Tapi karena desakan hatinya yang begitu gelisah akhirnya Naura memberanikan diri untuk menelponnya.
Tutt... Tutt ... Tutt ...
"Loh kok nggak tembus?" Ucap Naura yang menelpon Azzar berkali-kali
"Aku tidak boleh berpikir macam-macam. mungkin saja ponselnya ketinggalan dirumah, atau ponselnya mati karena kehabisan baterai makanya tidak tersambung. Semoga besok Mas Azzar sudah menelpon saya" Ucap Naura kemudian menyimpan Ponselnya diatas mejanya.
__ADS_1