Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Obrolan Panjang


__ADS_3

Jam Istirahat tiba, Fani dan Naura kekantin untuk beristirahat dan makan siang. namun Arjun selalu datang menghampiri Naura untuk meminta balikan dengan Naura. Namun Naura hanya diam dan tidak menghiraukan ucapan Arjun. Karena terlalu lama berbicara dan tidak direspon Naura, Akhirnya Fani yang menyemprot Arjun dengan kata-kata pedas sehingga membuat Arjun pergi dengan muka Masam.


didalam kantin itu terdapat juga Hani dan teman-temannya. dia terus menatap Naura seakan-akan sedang merencanakan sesuatu. namun Fani melihat itu dan menarik Naura pergi dari kantin


"Kamu kenapa sih Fan?" Tanya Naura yang tangannya ditarik oleh Fani


"ada perempuan licik. dari tadi dia memperhatikan kamu. sepertinya dia punya rencana licik lagi. saya takut dia nekat lagi sama kamu" Ucap Fani


"nggak mungkin lah fan dia berbuat nekat kan ini masih di dalam sekolah!, Tapi terima kasih ya sudah khawatirkan saya. Kamu memang sahabat terbaik saya"


"Kamu ngomong apa sih Ra, bikin sedih saja"


"iya memang kan nggak ada lagi sahabat saya selain kamu. cuma kamu yang selalu ada buat aku"


"Kamu juga Ra, cuma kamu yang mau jadi sahabat aku" ucap Fani kemudian memeluk Naura


Setelah mereka keluar dari kantin, mereka kembali masuk kedalam kelas dan duduk di kursinya


"Saya mau cerita sama kamu Fan"


"Mau cerita apa Ra?"


"sebenarnya yang kirim mawar selama ini ke aku itu..."


"Siapa Ra? cepet ah, bikin penasaran saja. kalau ngomong itu jangan sepotong-sepotong"


"Ehm..."


"Bukan Arjun kan?


"Bukan.."

__ADS_1


"Jadi siapa dong?"


"Dari Ustadz Azzar"


"Apa? Mas azzar? so sweet banget sih. nggak nyangka dia juga bisa seromantis itu. Jadi pengen juga" Ucap Fani dengan penuh bahagia dan kagum


"Tapi apakah dia juga seperti itu sama cewek lain ya" Tanya Naura


"Lah, Kok tanya sama saya. langsung tanya sama orangnya saja Ra"


"Nggak Ah. saya kan belum suka sama dia, dan parahnya lagi dia melamar menjadi sopir saya selama sopir pribadi saya itu pulang kampung 2 hari"


"Apa Ra? jadi sopir kamu? 2 hari?" Tanya Fani Kaget


"Kenpa"


"Aku cemburu.... Ehmmm"


"Nggak bisalah Ra, kan Mas azzar sukanya sama kamu. berrti dia sudah pernah nyatakan cinta dong sama kamu?" tanya Fani


"Kalau nyatakan langsung sih belum. tapi sudah pernah nyindir-nyindir"


"Ehm... sepertinya Mas azzar memang suka kamu Ra. apalagi kamu kan sering jutek sama dia. makanya dia seperti itu. sering nyindir"


"Tapi saya nggak suka sama dia Fan"


"Kenapa? Apa kurangnya coba dia. sudah ganteng... Romantis lagi"


"ada banyak yang tidak saya suka dari dia. slaah satunya karena dia belum punya pekerjaan. masa sudah dewasa seperti itu belum punya kerja dan masih mengarapkan harta orang tua?. saya nggak suka lelaki yang belum bekerja Fan"


"Ehmm.. benar juga sih. tapi kan ..." Ucapan Fani lalu dipotong oleh Naura

__ADS_1


"Ah.. sudahlah. nggak usah bahas itu"


Tidak terasa obrolan mereka berakhir setelah jam istirahat selesai dan kembali melanjutkan materinya lagi. Tiba akhirnya jam pulang tiba. Fani dan Naura berjalan menuju depan sekolah untuk menunggu sopirnya. namun Arjun masih mengejar Naura sampe didepan sekolah


"Ra, Tolong dengar saya sekali ini saja. saya mohon kamu pulang bareng aku hari ini ya" Ucap Arjun sambil Memohon


"Nggak usah Arjun. nggak ada yang perlu dibicarakan lagi. lagian saya juga sdh dijemput sama supir aku" Ucap Naura yang menunjuk mobil Azzar.


"Ra, Tolong maafkan aku. kasi aku kesempatan sekali saja"


"Cie-Cie yang baru jadian sudah mesra-mesraan" Teriak salah satu teman sekolahnya


"Apaan sih" Gerutu Naura.


Dari arah kejauhan, Azzar melihat Naura ditarik oleh Arjun. seketika Azzar dengan cepat menghampiri mereka


"Maaf, Naura dilarang pacaran sama Nyonya. jadi sekarang lepaskan tangannya" Ucap Azzar yang membuat Fani tertawa karena kebohongan yang dibuat oleh Azzar


"Om, Tolong jangan campuri urusan kami" Bentak Arjun


"Kamu nggak sopan ya jadi laki-laki. sudah tau itu Om aku masih tetap kurang ajar. cepat pulang sana belajar dulu tata krama dan sopan santun" ucap Naura


"Tapi Sayang...."


"Nggak ada tapi-tapian. pergi atau saya makin marah ini"


"Kamu tidak dengar apa kata Naura, cepat lepaskan tangannya" Lanjut azzar


"Tapi Om, Naura ini pacar saya. kami baru jadian kemarin. terserah dong saya mau lakuin apa saja dengan pacar aku" Jawab Arjun


"Cepat pergi atau saya tampar ini" Ucap Azzar

__ADS_1


....


__ADS_2