Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
BENTAKAN


__ADS_3

Setelah tiba dimasjid yang mereka tuju, Naura dan Fani turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam masjid.


"Assalamualaikum" Ucap Fani dan Naura bersamaan.


"Waalaikum salam" Ucap seluruh jamah termasuk Azzar


Semua jamaah termasuk Azzar seketika melihat kearah pintu masuk. Azzar begitu terpesona melihat cara berpakaian Naura. dia tidak percaya hari ini dia mau menggunakan busana muslim yang begitu indah. parasnya yang semakin cantik membuat Azzar makin Jatuh hati.


"MasyaAllah, InsyaAllah akan menjadi wanita Shaliha" batin Azzar penuh bahagia karena melihat Naura yang sangat cantik menggunakan busana muslimnya.


Naura dan Fani kemudian masuk kedalam masjid dan mengambil posisi dibaris paling belakang karena hanya itu posisi yang kosong dikarenakan baris terdepan sudah terisi penuh oleh Ibu-ibu pengajian


"Maaf ya Fan. Gara-gara saya kamu duduknya dibelakang deh" Ucap Naura yang merasa bersalah


"Sudah deh, nggak usah minta maaf terus. jadinya saya yang tidak enak sama kamu. lebih baik lihat dan dengar saja apa yang mas Azzar ucapkan itu" Ucap Fani yang dibalas senyum oleh Naura


Azzar terus melanjutkan pengajiannya. kali ini Naura tidak lagi bermain ponsel. tapi dia fokus mendengar semua kajian yang disampaikan ustadz Azzar. Ustadz Azzar menerangkan indahnya surga hingga semua orang yang mendengar kajiannya serasa ingin memasuki surga itu. Selain itu, Ustadz Azzar juga menyampaikan hal-hal yang menghambat seseorang masuk surga. salah satunya adalah meninggalkan shalat yang membuat Naura merenungi nasibnya karena selama ini dia tidak pernah melakukan shalat dan jauh dari mencintai Allah.


Selain itu Ustadz Azzar juga menjelaskan akan pentingnya mencintai Allah dan Rasulnya. dan lagi-lagi Naura seperti tertampar. jangankan mencintai Allah dan Rasulnya, Nama-nama Rasul saja dia sudah lupa.


"Eh, saya sudah lupa nama-nama Rasul Fan" Bisik Naura

__ADS_1


"Iya Sama saya juga" jawab Fani yang membuat mereka tertawa pelan


"Hancur betul ilmu agama kita Fan hinga tak teringat sedikit pun" Keluh Naura


"Sangat hancur Ra" Jawab Fani


"Eh tapi saya masih ingat-ingat Namanya sih tapi sudah lupa urutannya" Ucap Naura


"Sama saja bohong itu. kalau nama saja sih saya juga bisa" sambung Fani yang membuat mereka menertawai kebodohannya. hingga salah satu jamaah didepannya menegurnya karena suaranya terdengar hingga kedepan


Pengajian Ibu-ibu selesai. seperti biasa sebelum keluar dari masjid mereka bershalawat yang membuat Naura tenang mendengarkan shalawat dengan memejamkan matanya meresapi kalimat demi kalimat.


Setelah semua Ibu-ibu keluar dari dalam masjid, Fani menarik tangan Naura untuk lebih mendekat dengan Ustadz Azzar agar dapat lebih jelas mendengar suara Azzar saat belajar nanti.


"Apakah sudah bisa dimulai ustadz untuk bacaan shalatnya?" tanya Fani


"Silahkan"


Fani mulai membaca bacaan shalatnya dengan serius. begitu juga dengan Ustadz Azzar yang begitu serius membimbingnya tanpa candaan seperti kemarin.


Setelah Fani selesai membaca bacaannya dengan fasih, Sekarang giliran Naura disebelahnya

__ADS_1


"Kamu nggak belajar baca semalam ya?" Tanya Azzar kepada Naura karena bacaan Naura masih banyak yang salah


"ehmm.. Iii... itu" Ucap Naura yang berbata-bata dengan bergetar hingga membuat matanya sedikit berembun karena mendapat sedikit bentakan dari Azzar


"Enggak usah menangis, baru juga dibentak seperti itu sudah cengeng" Ucap Azzar yang melunak namun tanpa senyum dibibirnya


proses belajar berjalan alot dan penuh ketegangan yang membuat Naura susah melanjutkan bacaannya akibat bentakan dari Azzar. Azzar yang kasihan kepada Naura tidak memaksakan untuk melanjutkan bacaannya.


"Besok setelah shalat Azzar. saya ada jadwal pengajian di masjid Al-Iqhlas. datang ya jangan sampai telat lagi" Ucap Azzar yang menyampaikan rasa kecewanya karena mereka datang terlambat. padahal Azzar hanya ingin membuat Naura merasa bersalah atas sikapnya bersama Hani.


"Saya permisi dulu" ucap Azzar yang pergi meninggalkan Fani dan Naura


Saat sudah dipastikan Azzar sudah pergi meninggalkan masjid, disaat itu juga Naura lalu meneteskan Air matanya dipangkuan Fani.


"Kenapa dia sekasar itu sama aku Fan, hiks hiks hiks. aku tahu aku salah tapi kenapa dia mesti menghukum saya seperti itu" Ucap Naura dalam tangisnya. Membuat Azzar yang masih bersandar dibelakang tembok merasa bersalah. tapi untuk sekarang dia tidak akan meminta maaf. Lebih baik dia pergi daripada nanti dilihat orang lain seperti mengendap-ngendap ditembok.


"Mungkin Mas Azzar masih kecewa dengan kejadian disekolah tadi. coba saja besok kamu lebih dulu minta maaf sama mas Azzar. pasti dia maafin kamu kok" Jawab Fani


"Iya Fan sepertinya begitu. Terima kasih ya sudah selalu ada buat aku"


"Sama-sama. selagi saya masih ada pasti saya akan selalu ada untuk kamu" ucap Fani sambil memeluk Naura. "Sudah , hapus air mata kamu. kagak enak dilihat orang nanti. sekarang kita pulang saja"

__ADS_1


Naura Menurut apa yang dikatakan oleh Fani. ia kemudian menghapus sisa air mata diwajahnya dan beranjak pulang bersama Fani


..................................................................................


__ADS_2