
Tak lama Naura masuk kedalam sekolahnya, Azzar mendapatkan sms dari Tomi kalau Hani sudah dibawah ke kantor polisi. Tanpa berpikir panjang, Azzar langsung menuju ke kantor polisi. Untungnya Azzar masih membawa flashdisk tempat dimana video atas tindakannya terhadap Naura itu tersimpan tanpa harus pulang kerumah dulu.
Setibanya dikantor polisi, Azzar lalu menuju ke ruangan tempat dimana papa dan mama nya Naura berada.
"Mas Azzar, mohon bantu saya mas. saya sangat menyesal. saya minta maaf" Ucap Hani Mengiba
"Maaf Hani, perbuatan kamu sudah sangat diluar batas. disini saya hanya menjadi saksi. lebih baik kamu meminta maaf kepada Naura dan kedua orang tuanya dan segeralah bertaubat" Jawab Azzar
"Tapi Mas, saya sangat mencintai Mas Azzar. hanya mas yang bisa membantu saya saat ini" Lanjut Hani
"Maaf Hani. saya tidak butuh dicintai wanita seperti kamu. kelakuan kamu sangat diluar batas. andai saja Naura tidak melarang saya mungkin sejak awal saya sudah melaporkan kamu ke polisi" Terang Azzar
Hani hanya bisa menangis mendengar ucapan Azzar. dia juga sangat-sangat menyesal sudah membuat kesalahan yang sangat Fatal.
"Boleh saya periksa buktinya dulu pak?" Tanya salah satu polisi yang menangani kasusnya
__ADS_1
"Iya pak ini, Silahkan dicek dulu" jawab Azzar yang kemudian menyerahkan flashdisknya
Polisi kemudian mengambil flashdisk itu lalu membukanya di komputer yang ada didepannya. disitu juga sudah berdiri Tomi dan Sarah yang ingin melihat Bukti video itu. Sarah yang menyaksikan Video itu seketika meneteskan air matanya
"Apa? Jadi anak saya kamu perlakukan seperti ini? dasar kamu perempuan biadap, Plak!!" ucap Sarah penuh emosi kemudian menampar Hani setelah melihat bukti video itu
"Sudah Ma, mau mama apakan dia tidak bakalan memperbaiki semuanya. kita serahkan semuanya sama polisi. biarkan polisi yang urus kasus ini" Ucap tomi yang memegang Sarah agar tidak berbuat nekat
"Tapi pa, perempuan ini sudah sangat keterlaluan. dia memperlakukan anak kita seperti itu" Lanjut Sarah sambil menangis.
"Tolong amankan perempuan ini ke dalam sel dulu. biar kita bisa proses selanjutnya" Ucap Polisi kepada teman yang ada disebelahnya
"Mas Azzar, Tante, Om, Maaf kan saya. saya tidak mau dipenjara. saya sangat menyesal. tolong saya. saya disini sebatang kara tante. orang tua saya semua diluar negeri. Tolong saya" Ucap Hani yang memohon kepada Azzar dan orang tua Naura yang sudah diseret oleh polisi masuk ke ruangan khusus.
"Itu bukan urusan saya. kamu lebih cocok seperti itu. biar kamu tahu rasanya tersiksa" ucap Sarah yang berdiri lalu mengikutinya untuk memastikan kalau Hani sudah benar-benar dipenjara.
__ADS_1
Sopir Hani langsung mendekati sel tahanan tempat Hani dipenjara
"Non, Apa saya perlu menghubungi nyonya?" Tanya sopirnya
"Iya, Telpon sekarang agar dia bisa pulang dan membebaskan Aku" Ucap Hani dan Sopirnya langsung menelpon orang tuanya untuk menyampaikan keadaan anaknya diindonesia
"Halo nyonya, Saya Parman sopir Hani. Cuma mau menginfokan kalau Hani lagi ada masalah. dia sekarang berada di kantor polisi nyonya" Ucap Sopir Hani
"Apa? ada-ada saja anak itu. masalah apa lagi yang dia perbuat?" Tanya mama Hani
"kalau itu saya tidak tau juga nyonya. Non Hani suruh Nyonya untuk pulang keindonesia untuk membebaskannya"
"Baik Pak, besok saya kesitu. jika ada info lagi tolong kabari saya segera ya"
"Baik nyonya" ucap Sopirnya dan lalu menutup telponnya.
__ADS_1
....................................................................................