
Keesokan Harinya Azzar kembali menjemput Naura. Tak lupa ia membawakan setangkai mawar lagi namun Naura masih belum mau menerima mawar itu dan Azzar juga tidak mau memaksakan karena dia tahu kalau sesuatu yang dipaksakan pasti hasilnya tidak baik. akhirnya Azzar melajukan mobilnya menuju ke sekolah Naura.
Sesampainya disekolah, Azzar memberanikan untuk membuka percakapan dengan Naura
"Non, saya izin ingin berbicara dengan Hani ya"? Ucap azzar yang berniat ingin membuat Naura cemburu
"kenapa mesti tanya saya, syaa kan bukan siapa-siapanya Mas. lagian kan juga besok sudah bukan jadi sopir saya lagi kan?" Ucap Naura ketus
Azzar hanya bisa menghela nafas dalam-dalam. niatnya ingin membuat Naura cemburu, malah kembali ke dirinya kalau harus menerima kenyataan besok tidak bisa mengantarkan Naura kesekolah lagi dikarenakan waktu cuti sopirnya hanya 2 hari.
Tak lama Naura melangkah, Tiba-tiba mobil hani tibda didepan sekolah dan berhenti tepat dibelakang mobil Azzar. sekilas Naura melirik kebelakang melihat mobil Hani yang sudah tiba. Nampak desiran hawa panas yang terlihat diraut wajahnya namun dia memalingkan pandangannya segera dan masuk kedalam sekolahnya menuju kekelas dimana Fani sudah menunggu didalam kelas
"Yen ada gosip baru. luh tau nggak? tanya Naura dengan nafas berdesir
"gosip apaan Ra, mana tau saya kalau kamu tidak ngasih tau apa?"
__ADS_1
"Ustadz Azzar lu ketemu sama Hani didepan sekolah"
"Ah nggak percaya aku. kamu bercanda kan?"
"Buat apa saya bercanda. nggak ada untungnya juga kan. lihat saja tu dari jendela" Naura menunjuk kearah jendela dan dengan sigap Fani lalu berdiri melihat kearah depan sekolah dari jendela.
"Betul Ra apa yang kamu bilang. saya seperti tidak percaya. Kok mereka bisa kenal begitu ya? apalagi mas Azzar ngobrol sambil sandar dimobil seperti itu. makin bertambah saja ketampanannya... Aduuhh kalau begini bisa-bisa saya jatuh cinta juga sama Mas azzar" Ucap Fani yang membuat Naura menelan ludahnya.
Niat Naura berbicara seperti itu agar Fani tidak memuji-muji lagi Ustadz Azzar namun malah makin tertarik.
"Eh, aku cerita sama kamu itu agar kamu bisa buka mata kalau apa yang kamu pikir selama ini terhadap ustadz Azzar tidak seperfect pikiranmu itu" ucap Naura namun Fani masih mengintip di kaca.
Naura pun ikut melihat dari kaca. terlihat Azzar yang ngobrol sambil menyandar di mobilnya. posisi berdiri Azzar memang terlihat romantis dengan hani. kemudian dengan cepat Naura duduk kembali karena hatinya tidak suka melihat kedekatan itu terlalu lama. tak lama juga Fani pun ikut duduk yang mengerucutkan bibirnya atas ucapan Naura tadi.
"Apa ustadz Azzar Palayboy ya?" Tanya Fani atas ucapan Naura
__ADS_1
"Itu sana buktinyakan"
"Tapi mas Azzar tahu kan tempo hari yang celakain kamu itu Hani?
"Iya Tau"
"Tapi kok mereka bisa dekat ya, seperti tidak ada masalah yang terjadi saja. aduuhhh.. kepala saya pusing nih... apaa didunia ini tidak ada lagi lelaki yang setia dan hanya mencintai 1 wanita saja?" Ucap Fani sambil memijit kepalanya
"ada sih tapi mungkin sudah langkah Fan"
"Tapi Kira-kira mereka bahas apa ya?"
"Mana saya tau? Ahhh sudahlah. lebih baik kita fokus sekolah dulu deh. nanti juga jodoh datang sendiri"
"Ok Nona....." Ucap Fani sambil mengeluarkan buku catatanya dan juga diikuti oleh Naura.
__ADS_1
...