
Hari demi hari berlalu, Azzar sudah bersiap-siap untuk berangkat kembali ke Tanah air. Azzar pulang bukan karena ujian yang diberikan abinya itu sudah selesai, melainkan untuk mengabdikan dirinya di pesantren Assalam Bogor. setibahnya di bandara Azzar berpamitan kepada sahabatnya itu
"Aku pamit ya" ucap Azzar kepada Rangga
"Siap, kamu hati-hati ya, saya doakan semoga kamu bisa mendapatkan cinta sejati kamu" ucap Rangga penuh bahagia
"Amin. terimakasih sudah mau nampung saya selama ini"
"Santai sajalah. kapanpun kamu mau datang, pintunya selalu terbuka lebar untukmu"
"aku pergi dulu, Assalamualaikum"
"Waalaikum salam"
Azzar berjalan menuju pesawat yg ditumpanginya dengan penuh rasa bahagia. sedangkan Rangga pulang kembali ke Apartemennya.
Tak lama kemudian, Pesawat yang ditumpanginya tiba di bandara Indonesia. perasannya begitu bahagia dan penuh antusias. walaupun kepulangannya diindonesia bukan untuk bertemu dengan Naura.
"Alhamdulillah, Akhirnya tiba juga. setidaknya perasaanku jauh lebih baik saat ini" gumam azzar.
Tak berpikir panjang, Azzar langsung ke pondok pesantren Assalam bogor dan langsung bertemu dengan pendiri pondoknya.
"Assalamualaikum" ucap Azzar didepan rumah pemimpin pondok itu
"Waalaikum salam, Silahkan masuk" ucapnya
"perkenalkan abi. saya Muhammad Azzar, putra Abi maqi pendiri pondok pesantren darussalam"
"Oh iya iya. ternyata kamu sudah besar ya. ganteng lagi. abi hampir saja lupa kamu. gimana kabar abi kamu?" Tanyanya kepada Azzar
"Alhamdulillah abi. abi saya baik-baik saja"
"Alhamdulillah"
"Ummi tolong buatkan minum ya" ucapnya kepada istrinya.
"baik abi" ucap istrinya dan langsung masuk kedapur.
didapur terlihat Naura dan Sari sedang berberes sehingga ummi menyuruh Naura untuk membuatkan minum untuk tamunya itu
"Naura, tolong buatkan minum untuk tamu kita ya" ucapnya kepada Naura
"Baik ummi" ucap Naura dan langsung membuatkan 2 gelas teh beserta cemilannya.
"didepan ada tamu ya Ra?" ucap Sari
__ADS_1
"Iya, ummi menyuruh saya membuatkan minum"
"Gimana Naura? sudah selesai?" Tanya ummi yang keluar dari kamar
"Sudah Ummi" jawab Naura dengan cepat
"Kalau begitu tolong diantarkan kedepan ya"
"Baik ummi"
Setelah ummi masuk kekamarnya lagi, Naura menghampiri sari
"Tolong antar ini kedepan ya. saya lagi kebelet pipis" ucap Naura yang langsung menyerahkan minuman beserta cemilan itu kepada Sari
"Ok"
Husna lalu membawa minuman itu ke pada Tamu abi.
"Begini abi, maksud kedatangan saya kesini ingin mengabdikan diri saya untuk mengajar sampai waktu yang belum bisa saya tentukan. hitung-hitung juga saya ingin menambah ilmu agama saya" ucap Azzar
"jadi kamu mau tinggal disini untuk menambah ilmu?" Tanya abi lagi
"Iya abi"
"Pastilah boleh nak. kamu memang cocok jadi pengajar disini"
"Eh, sepertinya ada ustadz baru. Masya Allah ganteng banget" ucap Sari yang membuat Naura tertawa karena ekspresinya
"Oh ya? siapa namanya?" Tanya Naura
"Aku tidak tau, tapi wajahnya ganteng banget. bikin gemes" ucap Sari yang membuat Naura tertawa geli karena sari jarang-jarang membicarakan tentang ustadz
"Aku malah penasaran, seganteng apa sih ustadz itu hingga membuat hati seorang Sari bisa meleleh seperti ini?" ucap Naura
"Nggak usah cari tau. nanti kamu naksir juga lagi"
"iya deh, nggak jadi cari tau"
"Kamu nanti naksirnya sama anak abi saja ya" bisik Sari
"Dia itu nggak cocok sama saya. dia sudah mau S3 sedangkan saya hanya wanita biasa saja"
"Ah kamu, belum berperang juga sudah menyerah seperti itu"
"Berperang?"
__ADS_1
"Maksudnya berperang disepertiga malam"
"Ooh kirain berperang untuk mendapatkan cintanya"
"Ya nggak bisalah, nanti kalau sudah Halal baru bisa mesra-mesraan"
"Iya deh Ustadzah Sari"
percakapan mereka berhenti tatkala ummi menghampiri mereka. sedangkan Azzar dan Abi masih berbincang didepan hingga ustadz lain datang diantara mereka
"Ustadz, ini ustadz Ahmad, tolong perlihatkan kamarnya ya" ucap abi kepada ustadz itu
Mendengar Abi memanggilnya dengan sebutan ahmad ingin membenarkan nama itu menjadi Azzar tapi tidak apa selagi itu masih baik dilanjutkan saja
"Mari ustadz saya antar" ucap ustadz itu
"Terima kasih, oh iya abi klu begitu saya ke kamar dulu ya"
"Iya sama-sama"
Tak berapa jauh berjalan dari rumah abi, akhirnya mereka tiba di suatu kamar yang masih kosong.
"Ini kamarnya ustadz. maaf kamarnya sederhana seperti ini" ucap pemuda itu yang membuat azzar tersenyum
"Iya tidak masalah, ini juga sudah sangat bagus."
"Kalau begitu saya tinggal dulu ya ustadz, soalnya saya masih ada jadwal mengajar"
"baik ustadz"
Azzar masuk kedalam kamar itu dan memindagkan semua bajunya dari koper kedalam lemarinya. kemudian Azzar merebahkan badannya diatas tempat tidur itu. sambil berbaring, Azzar mengeluarkan ponselnya untuk menelpon umminya
"Assalamualaikum Ummi"
"Waalaikum salam Nak. kamu sudah sampai di Indonesia?"
"Iya ummi. sekarang juga saya sudah sampai di pondok pesantren Assalam. Salam Azzar sama abi ya ummi"
"Iya sayang. kamu juga jaga kesehatan kamu baik-baik ya. ummi doakan semoga kamu selalu bahagia"
"Amin. terima kasih ummi. kalau begitu Azzar istirahat dulu ya ummi. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" ucap Ummi dan menutup telponnya
setelah sambungan telpon dengan umminya terputus, azzar lalu memikirkan Naura
__ADS_1
"Bagaimana kabar kamu Naura? saya sangat rindu" ucap Azzar membuat matanya kembali berembun.
Rindu yang dirasakan Azzar itu begitu menyiksa. hatinya terasa perih dan sesak. namun azzar selalu mencoba sabar karena dia percaya kelak akan indah pada waktunya.