
"Kenapa termenung Ra?" Tanya Sari yang membuat Naura terkaget
"Enggak kok Sari, saya hanya berpikir kok pacarnya kejam banget sih" Jawab Naura
"Nggak usah dipikirin lagi, Oh iya bagaimana pengajian kemarin? apa ada hapalan? Tanya Sari
"Ada, Alhamdulillah sudah bisa. sisa diulang-ulang saja biar makin lancar" Jawab Naura
"Ustadzah Sari dan Ustadzah Naura dipanggil Umi didalam rumah" Ucap seorang santri yang menghampiri mereka
"Baik Ustadzah, segera kami akan kesana" ucap Sari
"ada apa ya Sari, kok kita tiba-tiba dipanggil kesana ya?" ucap Naura yang takut karena baru kali ini dipanggil ummi kedalam rumah
"Insya Allah nggak ada apa-apa kok. yuk kita kesana" Ajak Sari
Mereka berdua berjalan menuju rumah pemilik pondok pesantren itu. mereka lewat pintu belakang yang memang dikhususkan untuk santri perempuan agar tidak berbaur dengan santri laki-laki.
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucapnya mereka berdua ketika masuk kedalam rumah
"Waalaikum salam, Masuk Ustadzah" Jawab Ummi dari dalam rumah
"Begini, ummi hanya mau minta tolong bagikan itu ke santri didalam. tadi ada hamba allah yang datang membawa kesini. kan kalian sudah tau berapa total santri tiap kelasnya kan. jadi nanti kalian cukup bagikan me masing-masing ketua kelasnya. biar mereka membagikannya lagi dengan adil. jika masih ada sisa nanti kita bagikan ke fakir miskin" ucap Ummi
"Baik Ummi"
"Lelah sedikit nggak apa kan. karena hanya kalian yang ummi bisa minta tolong. ustadzah Nana dan Dian lagi masak di dapur"
Mereka langsung bergerak sesuai dengan pesan Ummi. mereka lalu mengambil absen ditiap kelas dan kemudian memisahkan barang-barang yang akan dibagikan sesuai dengan jumlah santri tiap kelasnya. setelah itu, Sari dan Naura menyerahkannya kepada masing-masing ketua kelasnya agar dapat dibagikan lagi ke santri yang lain
Ummi memperhatikan cara kerja mereka. Terutama Naura yang begitu cepat. " sepertinya anak ini baik dan lihai dalam menjalankan sesuatu. fia juga pintar dikelas" Gumam ummi
"Ummi, tadi abang menelpon katanya dia sakit. rencananya dia mau pulang karena juga kangen sama kita. jadi abi izinkan dia pulang asal jadwal kuliahnya tidak terganggu" Ucap Abi yang datang menghampiri ummi
"Iya abi, nggak apa, apalagi abang juga sakit kan" ucap Ummi yang sambil membereskan sedekah itu kemudian melepaskannya dan berdiri bersama abi ke ruang depan.
__ADS_1
"Ummi masih ada anak lagi ya? bukannya anaknya ummi hanya ada 2 wanita?" Tanya Naura kepada Sari
"iya masih ada 1 laki-laki yang tertua. dia itu ustadz Abdul. sekarang dia lagi pendidikan di Kairo untuk menyelesaikan S2 nya" terang Sari
"Wah Hebat ya"
"ustadz Abdullah itu orangnya santun dan ganteng juga. semua santri disini mengidolakannya"
"Wah saya jadi penasaran ingin melihat ustadz Abdullah"
"Terus bang Aldi Gimana dong, kalau kamu juga ikutan mengidolakan ustadz Abdullah?" canda Sari
"Ih Sari apaan sih. saya kesini itu untuk belajar bukan untuk cari jodoh" ucap Naura sambil menjulurkan lidahnya
"Sebanyak apapun lelaki ganteng di dunia ini, tidak akan bisa menggantikan mas Azzar dihatiku" Batin Naura sedih ketika mengingat kembali mas Azzar yang meninggalkannya pergi tanpa sepatah kata pun.
Tidak terasa, semua paket untuk santri telah dibagikan oleh Sari dan Naura. akhirnya mereka kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1