Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Malu-Malu Tapi Mau


__ADS_3

"Sumpah Fan, ini Pizza enak banget" Puji Naura ketika Azzar sudah tidak didepannya.


"Iya,Ini benar-benar enak. coba saja kamu tadi tidak nyicipnya pasti loh akan nyesal Ra"


"Eh, kira-kira ini Requestnya gimana ya?, sepertinya saya ketagihan nih" Ucap Naura


"Nggak tau juga aku, Coba nanti kamu tanyakan langsung sama Mas Azzarnya"


"Ah malas gua, Lo tau sendiri kan kalau saya tidak akur sama dia"


"Kamunya saja yang tidak akur sama dia, Mas azzar santai-santai saja sama kamu"


"Tapi dia itu nyebelin, pertama kali ketemu saja sudah nyebelin. dan tadi kamu lihat tidak, setiap dia ngomong matanya itu tidak melihat kita. seperti cowok cemen.


"Mungkin Mas Azzar cuma ingin menjaga pandangannya saja Ra, biar gidak jadi Zina"


"Maksud kamu biar tidak jadi zina gimana?"


"iya, kalau kita lihat lawan jenis lama-lama trus jadi suka, nanti jatuhnya jadi zina mata"


"Emangnya ada zina seperti itu? Setau saya Zina itu berhubungan badan sebelum nikah"


"Bukan kayaknya, Aduh. aku juga tidak mengerti cara jelaskannya bagaimana. tapi yang pastinya Zina mata itu ada".


Tidak terasa, karena asyik ngobrol sehingga pizza yang ada didepannya tertinggal 1 potong lagi.


"Ini untuk saya ya" Ucap Naura


"ini untuk saya" Ucap Fani


"Kalau begitu kita swit saja. kita lihat siapa yang menang" Ucap Naura


"Ok, Siapa takut" Ucap Fani menerima tantangan Naura.


Beberapa kali swit mereka selalu seri sehingga membuat mereka geram karena tidak ada yang menang. Melihat Naura dan Fani swit, Akhirnya Azzar menghampiri mereka


"Kalian lagi main?"


"iya mas, untuk memenangkan siapa yang berhak memakan pizza yang sisa sepotong lagi ini"


"Oh begitu, sudah ini dibagi 2 saja. adil kan?" Ucap Azzar yang sudah membagi 2 pizza tersebut menggunakan sendok Naura


Naura dan Fani melihat Azzar yang menghentikan perdebatan mereka langsung tertawa, kenapa dari tadi mereka tidak kepikiran untuk melakukan hal itu. mungkin karena sama-sama congok makanan kali ya sehingga tidak sempat mikir untuk berbagi. setelah perdebatan itu selesai dan pizza sudah habis akhirnya mereka bergegas untuk meninggalkan cafe tersebut.


"Kita langsung pulang kan? karena setelah dzuhur saya akan mengajar lagi" Ucap Azzar

__ADS_1


"Iya Mas"


Merekapun menaiki mobil Azzar. sesampainya didalam mobil, Naura menyenggol lengan Fani agar mau menanyakan pizza yang direquest yang lezat itu. Karena Fani salah menangkap akhirnya Fani menyampaikan hal lain kepada Azzar.


"Mas Nizam Zina mata itu adakan?" Tanya Fani yang membuat mata Naura melotot.


Naura mencoba memberi tahu dengan isyarat tangannya, agar tak membahas hal itu. tetapi Azzar yang sudah terlanjur pertanyaan Fani, tak mungkin pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban.


"Ada, seperti kita melihat aurat seseorang. maka kita akan mendapatkan dosa bagian Zina Mata" Jawab Azzar


"Contohnya?"


"Seperti seorang lelaki yang melihat wanita tanpa memakai jilbab" Jawab Azzar yang membuat Fani menelan salivanya sendiri karena ia merasa tersindir juga karena dia dan Naura tidak pernah menggunakan Jilbab.


Naura yang melihat wajah Fani mendadak tertawa sambil menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak didengar oleh Azzar sambil mengejek Fani.


"Ada pertanyaan lagi?"


"Tidak mas, untuk hari ini cukup"


"Eh," Akhirnya Naura buka suara, tapi keinginannya tersekat di kerongkongan.


"Mau tanya apa Naura?" ucap Azzar sambil melihatnya di spion


"Ehm, Tidak"


"Memangnya apa yang mau saya tanyakan? Jangan sok tau! tidak baik untuk jantung"


"Apa? hahahahaha ternyata kamu bisa ngelawak juga ya"


"Tidak ada yang lucu"


"Tapi bagi saya itu sangat lucu"


"Terserah Loh"


Fani yang menyaksikan perdebatan Naura dan azzar hanya bisa Geleng-geleng kepala melihat sikap mereka. yang satu seperti anak kecil, yang satu seperti orang dewasa yang menggoda anak kecil. Lumayan seru menuru Fani


"Dengar dulu, Apa benar kamu ingin bertanya tentang..." Ucap Azzar terputus


"Gimana sih orang ngomong stengah-stengah" Desis Naura.


"Tungguin kelanjutannya ya?"Lanjut Azzar sambil meledek Naura


"Tidak"

__ADS_1


"aku pikir kamu mau bertanya tentang Pizza tadi tapi ya sudah, mungkin aku salah tebak"


"Eh iya itu" Jawab Naura dengan cepat. "Eh" Menutup mulutnya karena suaranya terlalu kencang.


"Ooh mau tanya tentang Pizza, tidak masalah. nanti kalau Naura mau titip sama saya saja biar nanti saya belikan" ucap Azzar sambil tersenyum


"Ciee... untuk aku nggak ada yang beliin? kasihan banget aku" Ucap Fani dengan ekspresi menangis sambil ngelap ingus.


"Beli untuk Fani saja. saya nggak butuh"


"Aseekk, Naura Ngalah nih"


Azzar hanya tersenyum dan fokus mengendarai mobilnya. hingga mereka sampai didepan rumah Naura.


"Hafal banget rumah Naura, sampe-sampe berhenti tepat didepan rumahnya" ejek Fani


"Karena saya tidak tau rumah kamu dimana"


"didepan sana rumah saya. tidak jauh lagi"


"Saya antarnya disini saja ya. nggak bisa berdua-duan bukan mahram"


"Iya ustadz"


Setelah Fani dan Naura turun dari mobil, Azzar kembali melanjutkan perjalanannya karena ada jadwal mengajarnya hari itu.


"Bohong sekali lelaki itu" ucap Naura


"Bohong kenapa?"


"Dia bilang tidak bisa berdua-duan dalam mobil bukan mahram. Lah tempo hari dia ajak aku nebeng dimobilnya, memangnya aku mahram dia?


"Mungkin saja Iya, kan tadi dia ngaku kalau dia Om kamu" Ucap Fani sambil beranjak ke bawah pohon didepan pagar Naura dan diikuti juga oleh Naura.


"Itu tandanya dia itu suka kamu, dia ngejar-ngejar kamu. kamunya saja tidak peka"


"Tapi kan saya tidak suka sama dia"


"Terus kamu sukanya sama siapa?


"sama pengagum rahasia dong"


"Nggak usah banyak halu, nanti jika orangnya tidak sesuai dengan harapanmu pasti kamu akan kecewa"


"Heummm" Naura berpikir ucapan Fani yang persis dengan pesan mamanya.

__ADS_1


"Sudah ah, aku mau pulang dulu. pikirkan ucapanku baik-baik" ucap Fani dengan gaya penuh ketegasan. sehingga membuat bibir Naura naik sebelah melihat tingkah Fani


...


__ADS_2