
"Fan, Saya mau cerita, hari ini saya badmood banget Fan"
"Kenapa?"
"Mama menghukum saya, uang jajan dipotong hari ini dan saya disuruh jalan kaki kesekolah"
"Serius kamu Ra?"
"iya, Untuk apa saya bohong, kan nggak ada gunanya juga"
"Jadi tadi dari rumah ke sekolah kamu jalan kaki?"
"Tidak juga sih"
"Trus"
"aku diantar sama lelaki resek yang waktu itu"
"Lelaki yang mana maksud kamu?"
"Yang kamu bilang guru mengaji diseblah kampung kita itu" Ucap Naura
"Maksud kamu Ustadz Azzar?"
"Nggak tau saya namanya. Yang jelas Lelaki resek yang ketemu di masjid kemarin itu"
"Loh kok dia bisa antar kamu?" Setau saya dia itu nggak pernah dekat sama cewek loh. dia itu anti banget yang namanya dekat dengan cewek"
__ADS_1
"Anti apanya? Yang ada Malah dia genit?"
"Jangan-jangan dia suka sama kamu Ra"
"Kamu mulai lagi deh. sepertinya otak kamu mau diruqyah deh. sudah, saya bilang jangan bahas cinta-cintaan didepan aku masih saja ngeyel" Ucap Naura yang tampak kesal.
"Kasihan banget temanku ini. tidak punya rasa cinta" Ucap Fani yang membuat Naura geram sehingga menutup mulut Fani dengan tissu yang ada ditangannya. mereka kembali tertawa melihat tingkah konyolnya.
Jam pulangpun tiba, Sopir Naura sudah menunggunya didepan sekolah. dari kejauhan Azzar menunggu Naura pulang sekolah. dia harus memastikan kalau Naura dijemput atau tidak. melihat Naura dijemput oleh sopirnya, Akhirnya Azzar langsung pulang karena tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.
"Disuruh jemput sama mama?" Tanya Naura kepada sopirnya yang sudah membuka pintu mobil untuk Naura. dengan rasa kesal, Naura melempar tasnya kedalam mobil dan langsung masuk kedalam mobil.
"Iya Non. Nyonya yang suruh saya jemput Non Naura". Ucap sopirnya yang sudah menyetir.
"Kenapa tidak sekalian saja suruh saya jalan kaki lagi, biar saya mati sekalian dijalan seperti tadi pagi?"
"Sayang sih sayang, tapi tidak begitu juga hukumannya" Ucap Naura yang ingin melepas uneg-unegnya. Sopirnya hanya diam dan fokus menyetir. Ia takut akan salah berucap. dan membongkar rahasia majikannya bahwa diam-diam menyuruhnya memantau Naura dari jarak jauh.
Sesampainya dirumah, Sarah sudah menunggu Naura diruang tamu.
"Bagaimana sayang sekolahnya?"
"Terserah mama!"
"Loh kok pulang-pulang langsung marah begitu"
"Habis mama main hukum-hukum saja. Tadi nyaris saja Naura kecopetan"
__ADS_1
"Ya ampun, tapi kamu tidak apa-apa kan sayang?" Tanya sarah dengan Aktingnya.
"Gak" Jawab Naura dengan Cuek
"Ya sudah kalau begitu, kita makan dulu yuk. Mama sudah siapkan makanan favorite kamu"
"Malas ma. Naura belum lapar"
"Sudah ayok makan dulu. mama tau kamu pasti lapar. nanti saja ganti bajunya sekalian mandi lalu tidur"
"Kok tidur sih ma? Naura maunya jalan-jalan Kan mama sudah janji"
"Ya sudah iya, kita akan jalan-jalan. kamu makan dulu" ucap Sarah sambil menaruh Nasi ke piring di hadapan Naura.
Aroma masakan mamanya langsung tercium sampai dikerongkongan Naura yang menggoda untuk segera melahap makanan tang ada didepannya. Sarah melihat Naura makan dengan Lahap. ada rasa kasihan telah menghukum Naura dengan memotong uang jajannya. Tapi mau gimana lagi. itu juga demi memberikan pelajaran untuk anaknya agar dia tidak ngebut-ngebut dijalan lagi karena itu membuatnya sangat ketakutan.
"Mama tidak ikut makan?" Tanya Naura yang sudah menghabiskan setengah piting makanannya dan dia sadar kalau selama ini mamanya hanya memperhatikan dia makan
"Mama masih kenyang. kamu lanjutkan saja lagi" Jawab Sarah dan Naura langsung melanjutkan makanannya hinga habis tak tersisa.
"Naura Masuk kedalam kamr dulu ya ma"
"Iya sayang" Jawab Naura
Mereka berdua bangkit dari meja makan dan masuk kekamarnya masing-masing.
...
__ADS_1
Bersambung ✍️...