
Ditempat lain Azzar yang baru selesai mempelajari kitabnya didalam kamarnya untuk persiapan esok hari, Umminya datang menghampirinya
"Bagaimana pendekatan kamu dengan gadis itu Nak?" Tanya Umminya
"Alhamdulillah, Hampir membuahkan hasil Ummi. Mohon bantu doanya ya" Ucap Azzar
"Pasti Nak. Ummi akan selalu mendoakan kamu. memangnya perubahan apa saja yang sudah mulai terlihat?" Tanya Umminya lagi
"Dia sudah mau datang pengajian ummi. walaupun masih pakai selendang saja. terus saat kesekolah kemarin saya melihat dia sudah memakai rok yang panjang tidak seperti hari-hari sebelumnya" Jelas Azzar
"Alhamdulillah. Ummi senang mendengarnya Nak. berarrti dia itu wanita yang baik. dia tidak sembarang membuka hati kepada lelaki lain"
"Iya Ummi. doakan Azzar semoga dia yang terbaik buat Aazzar"
"Pasti Nak, Ummi selalu mendoakan kamu semoga kamu bisa dapat pendamping hidup yang terbaik"
"Terima Kasih Banyak Ummi"
"Sama-Sama Nak" Ucap Umminya lalu keluar meninggalkan Azzar
Umminya Azzar tersenyum Bahagia. dia akan mendukung apapun pilihan dari anak satu-satunya itu walaupun masih bertentangan dengan pilihan Abinya.
Setelah Shalat Dzuhur, Azzar bersiap-siap untuk pergi menjemput Naura.
__ADS_1
"Kamu mau kemana siang-siang begini?" Tanya Abinya yang melihat Azzar hendak keluar rumah
"Mau jemput penumpang Abi" ucap Azzar yang menyembunyikan kedekatannya dengan Naura. Azzar nantinya akan mengajak Naura bertemu dengan abinya ketika Naura sudah memakai pakaian muslimah.
"Kamu harus fokus dengan pengajian yang kamu bimbing. jika kamu keluar terus seperti itu kapan kamu bisanya belajar" Tanya Abinya lagi
"Azzar selalu belajar malam abi. jadi abi tidak perlu khawatir. kalaupun nanti ada yang tidak saya mengerti, pasti saya tanyakan sama abi"
Abinya hanya mengangguk-angguk mendengar jawaban Azzar karena Waktu mengajarnya masih banyak dibanding menjadi sopir jadi dia tidak terlalu khawatir atas pekerjaannya saat ini
"Kalau begitu Azzar pergi dulu abi ya?" ucap Azzar sambil menyalami abinya
"Iya, Hati-Hati"
"Baik Abi. Assalamualaikum"
Sesampainya didepan sekolah, Tampak terlihat murid-murid keluar dari sekolah menggunakan ransel tanda bahwa jam pulang sekolah. Azzar tepat waktu datang menjemput Naura.
Naura bersama Fani keluar berjalan dari dalam sekolah. dia melihat mobil Azzar yang sudah terparkir tepat didepan sekolah namun naura tidak mendekat karena dia sadar masih terikat janji dengan Hani.
"Seperti Janji ya... Daah Naura" Ucap Hani yang melewati Naura yang berdiri bersama Fani di depan gerbang sekolah. Hani lalu berlari sambil melambaikan tangan ke arah Naura dan masuk kedalam mobil Azzar. Tanpa Pedan Apapun, Azzar lalu mengemudikan mobilnya dan meninggalkan sekolah Naura
"Mas Azzar masih marah sama aku Fan" Ucap Naura Kepada Fani
__ADS_1
"Ya sudah kamu tidak usah sedih kayak begitu. kalau begitu kamu pulang bareng aku saja. sekalian kita pergi cari buku dulu" ajak Fani
"Iya Fan. Terima kasih ya"
"Sama-sama. Tapi sopirnya Hani mana ya?" Tanya Fani
"Oh iya saya lupa, Mana ya?" Ucap Naura sambil melihat disekitarnya mencari mobil Hani. "Itu dia disana" Tunjuk Naura saat melihat mobil Hani
"kamu kesana tanyain sopirnya untuk pulang saja. kasihan kalau dia menunggu tapi orangnya sudah pulang" ucap Fani dan Naura langsung pergi ke arah sopir Hani
"Pak, Bapak pulang saja ya. saya mau pulang sama teman saya sekalian kami mau pergi beli buku apk" Ucap Naura kepada Sopir Hani
"ooh iya Non. jadi bapak pulang saja ya"
"Iya pak. Terima kasih juga karena sudah antar saya pagi tadi"
"Iya Non. Sama-sama. saya hanya mengikuti perintah dari Non Hani"
"Iya Pak"
Setelah perbincangan itu, Sopir hani pulang meninggalkan sekolah mereka dan Naura bersama Fani pergi ke toko buku bersama dengan sopir Fani. sesampainya disana mereka langsung mencari buku tuntunan shalat setelah itu mereka pulang kerumah karena masih akan menghadiri pengajian bersama Ustadz Azzar
"Jangan lupa beres-beres ya? tidak lama lagi kita mau pergi pengajian" ucap Fani ketika sudah berada didepan rumah Naura
__ADS_1
"Iya" Ucap Naura yang lalu masuk kedalam rumahnya dan Fani juga pulang karena rumahnya tak jauh dari rumah Naura
..................................................................................