
Azzar yang keluar dari mobilnya dan berdiri tepat disamping mobilnya. Azzar sebelumnya sudah buat janji dengan Hani akan bertemu didepan sekolah maka dari itu sebelum pulang kerumah, Azzar harus menepati janjinya dulu dengan Hani. Tidak lama setelah Naura masuk kedalam sekolah, Hani turun dari mobilnya yang berhenti tepat dibelakangnya dan langsung bertemu dengan Azzar.
"Terima Kasih ya Mas sudah mau bersedia bertemu dengan saya. harusnya lain kali kita nggak ketemu disini. biar lebih enak ngobrolnya bagusnya mungkin kita ngobrol di taman atau Cafe" Ucap Hani yang mendekati Azzar yang berdiri disamping mobilnya
Hani begitu dekat dengan azzar. sanpai-sampai wangi parfum Hani pun bisa di rasakan oleh Azzar hingga membuat azzar mundur beberapa langkah agar tidak muncul Fitnah dan salah paham nantinya.
"Langsung ke inti saja. Kenapa kamu mau ketemu dengan saya?" Tanya Azzar
"Sebelumnya kan saya sudah bilang kalau saya suka dengan kamu. jadi saya mau kenalan sama kamu secara langsung. Kenalkan saya Hani" Ucap Hani sambil mengulurkan tangannya kepada Azzar
Azzar yang tahu adab dengan lawan jenis hanya bisa menelungkupkan tangannya didepan dadanya.
"Saya sudah kenal kamu" ucap Azzar dengan wajah datar.
"Tapi kan saya belum kenal kamu?"
"Apakah itu penting?"
__ADS_1
"Ya penting dong. kalau nggak penting ngapain saya ajak ketemuan disini?"
"Nama saya Azzar, Sudah kan? kalau begitu saya pulang dulu ya masih ada yang harus saya selesaikan" Ucap Azzar yang berbalik kearah mobil namun dihentikan oleh Hani
"Tunggu dulu dong. kok buru-buru banget sih"
"Apa lagi? " Ucap Azzar sambil menarik panjang nafasnya.
"Bagaimana caranya agar saya bisa dekat kamu?
"Kamu tanya saya?" ucap Azzar yang sangat resah dengan wanita itu. apalagi Hani memakai pakaian dengan rok pendek dan sangat ketat.
"kalau kamu mau dekat dengan saya, kamu harus rubah penampilan kamu dulu biar lebih sopan. dan jangan lupa pakai Hijab"
"Haahhh.... " Hani kaget dan melotot mendengar jawaban Azzar sehingga dia tidak mampu membalasnya lagi
"sudah ya? soalnya saya masih ada jadwal pengajian" Ucap Azzar lalu pergi meninggalkan Hani.
__ADS_1
"Arrgghhh... capek-capek saya dandan secantik ini malah dia nggak tertarik sama sekali" Gerutu Hani yang tidak menyangka kalau Azzar suka sama wanita berbusana tertutup.
sejak subuh tadi Hani sudah mempersiapkan pertemuanya dengan Azzar. hingga dia rela dandan berjam-jam hanya untuk tampil maksimal didepan Azzar.
"Saya tidak akan menyerah mendapatkanmu Mas Azzar, saya sudah terlanjur suka sama kamu sejak pertama kali bertemu" ucap Hani yang tersenyum sinis memikirkan Azzar.
Hani kemudian masuk kedalam kelas sambil melihat sinis kearah Naura. saat tiba didekat Naura, Hani menghentakkan kakinya yang menandakan dia lagi marah terhadap Naura. seketika Fani ingin berdiri menegur Hani tapi dengab cepat Naura menarik tangannya.
"Sudah, nggak usah diladeni orang seperti itu. kalau kita balas, sama saja kita seperti dia" Ucap Naura
"Tapi Ra, dia itu sudah keterlaluan. dia itu harus sekali-kali diberi pelajaran biar tidak ngelunjak" Ucap Fani emosi
"tidak usah, lagian kan saya tidak apa-apakan?" ucap Naura yang tersenyum kepada Fani.
"Lagian saya itu nggak mau di samakan dengan dia. cukup dia saja yang sifatnya buruk. saya nggak mau ikut-ikutan seperti dia" Lanjut Naura
"Kamu memang sahabat saya yang paling baik" Fani memeluk Naura
__ADS_1
"Kamu juga" Naura membalas pelukan Fani
...