
Hari demi hari berlalu, Naura belum juga mendapatkan kabar dari Azzar. padahal hari pernikahannya sisa menunggu beberapa hari lagi.
"Ma, Naura izin pamit kerumahnya mas Azzar dulu ya. sudah 2 hari belum mendapat kabar dari mas Azzar. saya takutnya terjadi apa-apa dengan mas Azzar" Ucap Naura dan menyalami Sarah
"Iya Sayang hati-hati ya. kamu juga harus jaga sopan santun kalau sudah sampai disana" ucap Sarah yang memperingati Naura.
"Iya ma"
Naura berangkat menggunakan mobil yang diantar langsung oleh sopir pribadinya. sesampainya didepan rumah Azzar, Naura merasa gugup untuk masuk kedalam. Tapi demi mengetahui kondisi Azzar maka dia harus memberanikan diri untuk masuk kedalam. dengan Ucapan Bismillah, Naura melangkahkan kakinya masuk kedalam pekarangan rumah Azzar.
"Assalamualaikum" Ucap Naura sambil mengetuk pintu
"Waalaikumsalam" Ucap Umminya Azzar kemudian membuka pintunya. begitu kagetnya dia ketika melihat Naura yang ada didepannya saat ini. dia bingung mau berkata apa. Naura lalu menyalami umminya Azzar
"Silahkan duduk Nak"
"Terima Kasih Ummi"
"Tunggu sebentar ya Nak, Ummi buatkan minum dulu" Ucap Ummi yang sebenarnya ingin menemui abinya Azzar agar dia yang berbicara langsung dengan Naura. Karena Umminya bingung mau berbicara apa dengan Naura
"iya Ummi"
Ummi bergegas berdiri dan langsung masuk kedalam kamar untuk menemui abinya
"Abi" Ucap Ummi dengan wajah pucat dan tegang.
"Iya Ummi, Ada apa?. kok wajah ummi tegang begitu?" Tanya Abi.
"Diluar ada Naura, abi saja yang berbicara sama Naura. saya takutnya kalau Ummi yang berbicara pasti ummi akan berbicara yang sebenarnya" ucap Ummi yang masih terlihat gugup
__ADS_1
Mendengar ucapan Ummi, Abi langsung berdiri dari tempat duduknya dan keluar dari kamar menemui Naura.
"Assalamualaikum abi" Ucap Naura dan kemudian berdiri dari tempat duduknya saat melihat abi datang menghampirinya
"Waalaikumsalam, Sudah lama datang?" Tanya Abi dengan tenang
"baru saja abi"
"Ada apa Nak Naura datang kesini?" Tanya Abi yang langsung ke inti pembicaraan
"Naura ingin bertemu dengan mas Azzar abi. sudah beberapa hari ini Mas Azzar tidak memberi kabar kepada Naura, ponselnya juga tidak aktif. saya takut terjadi apa-apa dengan Mas Azzar" Ucap Naura menunduk.
"Loh, bukannya kalian sudah sepakat untuk menunda pernikahan kalian?" Tanya Abi pura-pura
"Maksudnya menunda bagaimana Abi?" Tanya Naura Bingung
"Tapi abi, Mas Azzar tidak pernah menyampaikan hal itu kepada Naura" Ucap Naura bingung yang sudah mau mengeluarkan air matanya namun masih ditahan.
"Abi juga bingung dengan hubungan kalian. saat Azzar bilang Pernikahannya ditunda berarrti ya ditunda"
"Tapi Mas Azzar tidak pernah berkata sedikit pun kepada Naura Abi, dia memutuskan secara sepihak" Ucap Naura yang sudah berderai air mata.
Mereka berdua terdiam cukup lama hingga akhirnya Naura membuka percakapannya.
"Kalau begitu Naura Pamit ya Abi. Sampaikan salam saya dengan Mas Azzar. Maaf kalau saya belum bisa menjadi wanita Shaliha untuk Mas Azzar. Assalamualaikum" Ucap Naura yang pamit keluar dari rumah Azzar. derai air mata yang tidak bisa tertahan lagi keluar terus menerus. Ia berlari masuk kedalam mobilnya.
disepanjang jalan, Naura menangis sesenggukan. hatinya begitu hancur, pikirannya kacau mendengar Azzar yang pergi tanpa kata sedikitpun.
"Apa Salah Aku, Sampai mas Azzar pergi seperti itu" Ucap Naura dalam tangisnya
__ADS_1
"Non Naura yang sabar. Bapak yakin Non Naura pasti mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik" ucap sopirnya yang tidak tega melihat anak seusianya sudah merasakan sakitnya percintaan.
"Dia sangat Jahat pak, Saya benci sama dia. dia pergi tanpa ada kabar ke Naura sedikitpun. Padahal Naura berkorban banyak untuk menikah dengan Mas Azzar. Tapi apa balasannya, Mas Azzar malah berbuat begini" ucap Naura yang masih berderai air mata
"Non Naura yang sabar ya. bapak mau ajak Non naura ke suatu tempat biar Non bisa meluapkan semua kesedihan Non Naura" ucap sopirnya yang tanpa dijawab oleh Naura. Naura pasrah kemana Sopirnya akan membawanya pergi.
Sopirnya pergi membawa Naura ke sebuah sungai. dan ternyata sungai itu juga tempat azzar mencurahkan kesedihannya.
Sesampainya disana, Naura menangis sekencang-kencangnya. dia tidak habis pikir mengapa Azzar melakukan hal seperti itu. setelah puas menangis, Naura mengambil ponselnya dan membuka foto-foto Azzar saat sedang mengajar. terlihat sosok yang begitu sempurna itu. Sosoknya yang sangat teduh dipandang dan senyumnya yang begitu menawan.
"Tapi kenapa Mas Azzar tinggalin aku, Apa salahku Mas" Ucap Naura sambil melihat foto azzar di ponselnya sebelum dia hapus.
Setelah dia puas meluapkan kesedihannya, Tanpa berpikir panjang Naura langsung menghapus foto azzar hingga tak tersisa sedikit pun. Naura harus pelan-pelan belajar ikhlas melepaskan Azzar walau begitu berat.
Naura lalu berdiri dan kembali masuk kedalam mobilnya.
"Non Naura baik-baik saja?" Tanya Naura
"Iya Pak. saya baik-baik saja. dan Terima kasih pak sudah bawa saya ketempat ini. saya sedikit merasa senang. kalau begitu kita langsung pulang ya"
"Baik Non"
Sepanjang perjalanan pulang, Naura hanya merenung melihat keluar jendela.
"Apa yang harus saya katakan kepada Mama dan papa kalau dia menanyakan tentang Mas Azzar?" batin Azzar.
"Apa salah aku sampai Mas Azzar tega meninggalkan aku. padahal sisa beberapa hari lagi kita sudah akan melangsungkan hubungan yang lebih serius" lanjutnya lagi
..........
__ADS_1