
Azzar mengikuti gadis itu dari belakang, dia hanya ingin memastikan Naura pulang kerumah tanpa diganggu teman lelakinya yang dilapangan tadi. Azzar melajukan mobilnya dengan cepat kearah mereka karena hari sudah terlalu panas.
"Yuk naik, Biar saya antar ke rumah" bujuk Azzar
"Wah boleh banget. kebetulan saya sudah haus banget. Ayoklah Ra, kamu ikut juga ya"
"Tidak, Males. kamu aja sendiri yang ikut sama dia" Jawab Naura Jutek
"Ayolah Ra, biar kita bisa sampai cepat kerumah" Ucap Fani sambil menarik lengan Naura, untuk masuk kedalam mobilnya Azzar.
"Naura sudah berusaha mengelak dari tangan Fani. tapi tarikan tarikan Fani jauh lebih kuat sehingga Fani berhasil menarik masuk Naura kedalam Mobil Azzar. dan segera menutup pintu mobilnya agar Naura tidak keluar lagi.
"ayo ustadz Azzar, kita pulang sekarang" Ajak Fani bersemangat membuat Naura kepanasan melihat tingkah Fani
Azzar langsung melajukan mobilnya dengan cepat, kemudian dipertengahan jalan dia memelankan laju mobilnya lagi
"Ada apa Ustadz?" Tanya Fani
"Eum, bagaimana kalau kita mampir dulu di cafe depan untuk makan dan minum dulu? tidak masalah kan kalian berdua?" Tanya Azzar
"Boleh... boleh...boleh... banget ustadz" Jawab Fani dengan cepat
"jangan panggil ustadz, panggil mas saja" perintah Azzar agar mereka tak canggung dengannya.p
"Ok" Jawab Fani tanpa peduli dengan Naura apakah Mau atau tidak tapi harus mau.
"Yuk turun, Kita sudah sampai" Ajak Azzar yang turun lebih dulu kemudian disusul sama Fani yang menarik lengan Naura. Tampak wajah Jutek Naura
Azzar memilih kursi yang tidak terlalu transparan dari pandangan orang lain. bagaimanapun juga image seorang ustadz masih melekat dikehidupannya. jangan sampe mencoreng nama baiknya, Agama, dan keluarga.
"Bang pesan minum" Azzar Panggil pelayan.
"Bang saya pesan capucino dan kentang goreng ya. Kalian mau pesan apa? pesan saja apa maunya" tanyanya pada Fani dan Naura.
Fani dengan cepat mengambil buku menu pesanan.
__ADS_1
"Saya pesan jus mangga sama...-, eh Lu Ra, Mau pesan apa?" Tanyanya sambil mnyenggol lengan Naura, Namun Naura hanya Menggeleng. "Untuk teman saya jus Alvokad 1 mas ya" Pesan Fani yang sudah mengahafal minuman kesukaan Naura.
"Oh, Jadi Naura suka sama Jus Alvokad?" Tanya Azzar untuk membenarkan.
"Iya. Naura itu suka Jus Alvokad, Nasi goreng, Bakso, Pizza, dan...-" Ucap Fani yang mulutnya langsung ditutup oleh Naura menggunakan tangannya
"Jadi Naura suka Pizza, itu diseblah kebetulan ada jual Pizza. kita pesan ya?" Ucap Azzar sambil menunjuk resto Pizza.
"Wah Boleh banget Mas, kebetulan saya lapar" Ucap Fani kegirangan.
"Oke. kita pesan pake aplikasi saja ya, biar cepat" Ucap Azzar sambil mengambil ponselnya.
Tak lama kemudian pesanan minuman mereka tiba, begitu juga dengan pesanan pizza mereka.
"Terima kasih mas ya" Ucap Azzar sambil menyerahkan uang pembelian Pizza
"Sama-sama mas, sering-sering ngorder lagi"
"Insya Allah Mas, sepertinya akan terus jadi langganan ini" Ucap Azzar sambil melirik kearah Naura yang membuat Fani cengar-cengir melihat Muka Naura yang masam.
"Enggak, Enggak apa-apa kok. cuma bercanda tadi. Yuk makan"
"Duluan saja, Aku tidak berminat" Tolak Naura
"Apa perlu saya suapin? tapi kayaknya tidak baik kalau saya yang suapin apalagi kita belum halal" Jawab Naura santai.
Naura melihat kearah Azzar. tak bisa dipungkiri, Lelaki yang ada didepannya ini memang memiliki wajah tampan dan juga bertubuh atletis.
"Tidak usah genit jadi lelaki"
"Hahaha Ok, saya minta maaf. tapi cobalah makan ini. ini enak sekali loh" Bujuk Azzar yang melihat Naura karena belum menyentuh sedikit pun Pizza yang ada didepannya.
"Tidak, Terima kasih"
"Eh Ra, sepertinya kita belum pernah deh pesan pizza rasa yang ini. padahal kita sudah langganan loh direstoran itu" Ucap Fani sambil memasukkan potongan Pizza kedalam mulutnya. terlihat dia begitu menikmati makanannya sehingga membuat Naura menelan liur.
__ADS_1
Aroma Pizza dihadapannya sedari tadi membuat cacing-cacing diperut Naura berteriak-teriak ingin ikut makan Pizza. Tapi gengsi Naura jauh lebih besar dibanding rasa laparnya.
"Kruukkzzzz" suara perut Naura terdengar nyaring di kedua telinga manusia didepannya. hingga membuat wajah Naura memerah karena Malu.
"Nah loh, sudah lapar begitu juga masih ditahan-tahan tidak mau makan. ayok makan gih" Paksa Fani.
"Nih" Azzar menyodorkan Pizza kehadapan Naura menggunakan sendok. membuat Naura tercengang dengan sikap lelaki dihadapnnya.
"Ayo dicicipi saja dulu, kalau memang rasanya tidak cocok dilidah kamu nggak usah dimakan" Ucap Fani
Naura perlahan mendekati sendok yang masih menggantung dihadapannya. sebenarnya aroma pizza yang masih hangat tidak bisa diajak kompromi dengan perutnya yang masih keroncongan. tapi dia terlalu malu untuk ikut maju.
"Ayo dicicipin sedikit. ini resep khusus aku pesanin loh" Bujuk Azzar lagi kepada Naura
Melihat Azzar membujuknya lagi, membuat Naura berpikir 2 kali untuk menolak kembali. bukannya melahap pizza yang ada di sendok tangan Azzar, tapi Naura malah menarik sendok itu dan memakannya sendiri.
"Ogah banget aku disuapin sama kamu" Cecar Naura yang mengunyah pizza dengan lahap.
"Enak sekali, ternyata dalamnya lumer dan diluarnya masih krispi" Batin Naura senang.
"Bagaimana? Enak kan?" tanya Azzar yang bahagia melihat Naura yang mau mencicipi Pizza pesanannya.
"Lumayan" Jawab Naura berbohong
"Ini bukan lumayan lagi Ra, tapi ini benar-benar luar biasa enaknya" Puji Fani
Azzar hanya bisa melihat sekilas ekspresi Naura saat mengunyah pizza itu. dia tidak bisa memandang terlalu lama perempuan itu. pikirannya liar melihat kecantikan Naura. dia sudah tidak sabar membuat Naura jatuh cinta padanya. dan segera menikahi gadis itu.
"Kalian habiskan saja dulu pizzanya ya, saya keluar dulu mau telpon seseorang" Ucap Azzar beralasan hanya ingin menjaga pandangannya dari kecantikan Naura di hadapannya
"Iya Mas, terima kasih banyak sudah traktir kita ya!" Ucap Fani
"Sama-sama"
Azzar pergi keluar setelah membayar makanan yang mereka makan. sedangkan Naura smaa Fani masih rebutan Pizza yang masih ada dihadapannya stengaj lagi.
__ADS_1
...