Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Hukuman Mama


__ADS_3

"Naura, Cepat bangun pergi sekolah" Ucap Sarah yang membangunkan anak gadisnya.


"iya Ma" Jawab Naura dengan nada malas.


"Kamu kemarin kamana? Kan mama selalu bilang sama kamu. jangan keluar mengendarai motor sendirian"


Mendengar Omelan mamanya, Naura dengan cepat membuka matanya dibalik selimut


"Dari mana mama tahu kalau saya keluar naik motor kemarin" batinnya


"Naura, Jawab mama. jangan pura-pura tidur kamu. mama tahu kalau kamu sudah bangun"


"Uaaaahhh.... Iya ma iya. Naura bangun sekarang" sambil menguap dan beranjak dari tempat tidurnya dan segera membuka pintu kamarnya.


"Hey dengar mama, kamu kemarin kemana saja? Kan mama selalu peringatkan ke kamu kalau mau keluar minta supir yang antarkan"


"Cuma didepan saja ma, nggak jauh-jauh juga. Sudah deh, Naura ini sudah besar ma. Jangan selalu dikekang"


"Apa kamu bilang? Sudah besar? Besar dari mana, SIM saja kamu belum punya"


"Jadi besar itu ditentukan dari SIM ya ma" Tanya Naura sambil bertanya


"Tidak ada bercanda, hari ini uang jajan kamu mama potong"


"Loh ma kok main potong-potong saja. janganlah ma. Naura janji nggak akan mengulanginya lagi" Ucap Naura sambil mengangkat 2 jarinya sebagai tanda damai dengan mamanya.


"Kamu itu Janji terus sama mama tapi tidak pernah ditepati. sudah pergi mandi sana. sudah mau siang ini"


"Ok mama sayang" jawab Naura dan ingin memeluk mamanya. namun mamanya menghindar dari tubuh Naura.


"Kenapa ma?"


"Kamu Bau, Belum mandi"


"Hehehe Naura pergi mandi dulu ya ma" Ucap Naura yang berlalu menuju kamar mandi. Setelah Mandi, Naura langsung menuju ke meja makan untuk sarapan.


"Hari ini, kamu mama hukum" Ucap mamanya dengan nada tegas.


"Hukum? Pa, tolong bujuk mama dong biar Naura tidak dihukum" Rengek Naura pada Tomi tapi Tomi malah angkat tangan


"Jangankan kamu sayang, Papa saja kalau melanggar aturan mama kamu pasti papa juga kena omelan" Jawab Tomi yang tak melihat sarah karena takut diplototin.

__ADS_1


"Mama Cantik deh, Jangan sering marah-marah sama Naura, Nanti cantiknya mama luntur loh" Rayu Naura kepada Sarah


"Tidak, Pokoknya hari ini kamu ke sekolah jalan kaki saja, Titik" Jawab Sarah


"Apa? Jalan kaki? Plis dong ma Plis. Naura janji tidak bakalan ngulang kesalahan Naura lagi Ma"


"Sudah cepat habiskan sarapan kamu, Kamu bisa naik angkot dengan uang segini" Ucap Sarah sambil meletakkan uang jajan Naura yang sudah dipotong seperempat.


Naura dengan cepat menghabiskan sarapannya dengan cemberut dan mengambil uang jajannya. dan bergegas pergi meninggalkan ibu dan bapaknya yang masih duduk di meja makan.


"Kalau begitu Naura berangkat dulu" Ucap Naura sambil mencium tangan ibu dan bapaknya.


"Hati-hati ya" Ucap Tomi


"Iya pa"Jawab Naura Ciek dengan Muka masam.


Selepas Naura berangkat dari rumah, Tomi lalu menanyakan sikap Sarah yang menurutnya terlalu berlebihan kepada Naura.


"Apa Mama tidak terlalu kasar dengan Naura?"


"biar jadi pelajaran pa, dibilang sama tetangga sebelah katanya Naura keluar menggunakan motor. sudah itu ngebut lagi. kalau dia ngebut-ngebut begitu bisa-bisa terjadi apa-apa"


"Ini semua gara-gara cowok itu, coba saja kalau dia tidak gangguin aku, mama pasti tidak tau kalau saya keluar rumah" Ucapnya dengan nada jengkel.


"Malas banget naik angkot pasti desak-desakan. kalau jalan kaki juga capek mana panas lagi. Arrggghhht Kok nasib saya apes banget ya hari ini. Lanjutnya ngedumel.


"Loh kok dia jalan kaki? Tanya Azzar yang mengikutinya dari belakang. azzar memang sengaja mengikutinya agar dia bisa mengenalnya lebih dekat.


"Selamat Pagi" Ucap Azzar dengan senyum yang membuka kaca mobilnya


"kamu lagi, kenapa sih kamu datang terus di kehidupan aku. gara-gara kamu saya dihukum sama mama ini"


"Oh ya?, Kalau begitu saya minta maaf!"


"Nggak penting, Kamu cepat pergi saja dan tolong jangan muncul lagi, Enyahlah dari hadapanku"


Mendengar perkataan dari Naura, bukannya pergi, azzar malah tertawa karena menurutnya kalimat perintah yang diucapkannya bukan kalimat marah tapi malah seperti lelucon yang sangat lucu apalagi dengan mimik wajahnya yang sangat teduh.


Melihat Azzar Tertawa, Naura makin kesal


"Apasih mau kamu?" Tanya Naura dengan geram

__ADS_1


"Mau saya... Mau saya ingin mengantar kamu sampe disekolah kamu" Jawab Azzar dengan senyum manisnya


"Jangan Mimpi Lu antar gue kesekolah, ehmmm pasti kamu mau modus lagi kan?"


"Jangan berburuk sangka, itu tidak baik" Jawab Azzar.


Azzar memberhentikan mobilnya dan turun dari mobil. Lalu ia membukakan pintu untuk Naura. Tampak Azzar sekilas terlihat penampilannya berbeda dengan kemarin. Kali ini, Azzar memakai baju kaos dan celana jeanz serta memakai jaket diluar dan sepatu. Naura pun terkesima melihat ketampanan Azzar.


"Hy Nona, Silahkan Masuk" Ucap Azzar mempersilahkan Naura masuk kedalam mobil.


"Loh pikir, Gue mau naik dimobil kamu? nggak sudi" ucap Naura yang berlalu pergi dari hadapan azzar. Membuat Azzar menarik nafas panjang dan kembali mengejar Naura dari belakang.


"truuuttt...truutt..." Azzar Mengklakson dengan cepat dan berkali- kali


Sebuah motor melaju kencang tepat disamping Naura, dan hendak mengambil ponsel ditangan Naura. namun terhalang mobil Azzar yang dengan cepat mengklakson agar motor didepannya Menjauh dari Naura. Dengan kejadian itu, Naura jadi ketakutan dan tentu juga Azzar makin khawatir melihat Naura seperti itu.


Akhirnya Azzar turun dari mobil menghampiri Naura yang sudah terpaku dipinggir jalan sambil menggenggam ponselnya didepan dada dengan tangan bergetar.


"Kamu tidak apa-apa kan?" Tanyanya Azzar khawatir


Naura hanya menggeleng belum mampu menjawab karena masih syok akan kejadian tadi. tangannya masih bergetar karena hampir dicopet.


"Ayo, Ikut saya naik mobil. sepertinya jalan ini tidak aman untuk gadis seperti kamu sendirian begini" ucap Azzar sambil menarik tangan Naura kedalam mobil. dia sudah tidak peduli dengan penolakan Naura. Biarlah Naura marah. yang penting Naura berada didalam mobilnya untuk memastikan agar dia bisa aman.


Naura hanya menurut saja. dia benar-benar tidak bisa membantah saat ini.


Azzar membuka pintunya dan menyuruh Naura masuk kedalam mobil. setelah memastikan Naura sudah masuk kedalam mobilnya dengan sempurna, Azzar menutup pintunya dan dia masuk kedalam mobilnya untuk lanjut menyetir.


"Sekolah kamu yang mana?" Tanya Azzar kepada Naura


"SMA 1" Jawab Naura Singkat. Azzar masih melihat ketakutan Naura


"Sudah, Tenangin diri kamu dulu, yang penting saat ini kamu sudah selamat. lain kali kamu harus hati-hati" Ucap Azzar yang tidak mendapat respon sama sekali dari Naura.


"Kamu Baik-baik saja kan?" Tanya Azzar lagi


"Sudah Jalan terus, saya sudah hampir telat ini"


"Oh Maaf"


....

__ADS_1


__ADS_2