
Di tempat yang berbeda, Umminya Azzar duduk termenung. kembali dia teringat akan ujian yang dijalani oleh anak semata wayangnya itu.
"Ummi kenapa? kok ngelamun?" Tanya Abi kepada istrinya itu
"Ummi tiba-tiba kepikiran sama Azzar bi"
"Azzar itu sudah dewasa. dia bisa jaga dirinya baik-baik"
"Ummi kepikiran apa Azzar bisa melupakan Naura?"
"Kan abi tidak menyuruhnya untuk melupakan Naura, Abi hanya mau lihat gadis pilihan anak kita itu. seberapa kuat dia ketika dikecewakan seseorang dan mampukah dia mempertahankan imannya itu"
"Abi sangat kejam sama anak sendiri. Azzar sudah bersusah payah untuk bisa mendapatkan Naura dan Naura juga sudah berhijrah menjadi wanita soleha tapi abi masih saja mempermasalahkan hal itu"
"Sudah Cukup Umi! ini semua abi lakukan demi kebaikan dan masa depan Azzar juga agar tidak salah memilih wanita. kalau memang Naura masih istiqomah dengan hijrahnya, abi langsung yang akan meminta maaf dan melamar Naura untuk Azzar"
"Tapi Abi sudah menghancurkan perasaan anak kesayangan ummi. tapi demi berbakti kepada abi, Azzar rela melakukan apa saja walau itu menyakitkan buat dia" ucap ummi yang tanpa sadar air matanya menetes
Abi terdiam dan tidak mau berbicara lagi. abi hanya bisa mengusap wajahnya. abi sudah bingung mau menjelaskan apa lagi kepada istrinya itu. abi hanya berkeinginan agar Azzar kelak mendapatkan istri shaliha.
demi menghindari perdebatan yang terlalu lama, abi keluar dari kamarnya meninggalkan istrinya yang masih terisak. hal ini juga dilakukannya agar santri-santrinya tidak mendengarkan perdebatan itu. tidak elok seorang pemimpin pesantren berdebat seperti itu.
Ummi mengambil ponselnya dan langsung menelpon Azzar
"Assalamualaikum Nak, kamu apa kabar?" Tanya Ummi yang suaranya sedikit serak
"Waalaikum salam umi, alhamdulillah azzar baik-baik saja umi. umi bagaimana kabarnya? kok suaranya serak? umi sakit? tanya Azzar
"Tidak kok sayang. umi hanya rindu sama Azzar"
"Ummi yang sabar ya. Tidak lama lagi kok Azzar pulang kalau abi sudah melihat bagaiman Naura yang sebenarnya"
"Iya Nak. Ummi minta maaf ya. belum bisa berbuat banyak untuk membantu hubungan kamu dengan Nak Naura"
"Ummi tidak perlu minta maaf, yang paling penting doa umi saja yang terbaik untuk Azzar dan semoga azzar dan Naura bisa segera bersama"
"Pasti sayang. ummi selalu mendoakan kamu siang dan malam. kamu yang tabah Nak ya!"
"iya Ummi" Jawab Azzar sambil tersenyum
__ADS_1
Mereka berdua mengakhiri telponnya. tak lama kemudian setelah percakapan berakhir, ummi lalu menangis terseduh-seduh. begitu juga dengan Azzar yang matanya berkaca-kaca dan terdiam tatkala mengingat ujian yang diberikan abi terhadapnya.
"Kamu kenapa Zar?" Tanya Rangga
"Tadi Ummi Nelpon katanya dia rindu" jawab Azzar yang mengusap matanya agar tidak ada air mata yang tertinggal
"Kamu jangan bohong. Ummi tahu kamu itu bukan anak kecil lagi yang mau ditangisi saat rindu"
Azzar hanya membalas ucapan Rangga dengan senyuman. ternyata Rangga masih bisa menangkap gelagat kebohongan walaupun sudah 10 tahun tidak bersama.
"Kalau menurut aku. lebih baik kamu pulang saja keindonesia tapi jangan pulang kepondok. kamu kan ustadz, kan kamu bisa jadi guru agama di pondok pesantren lain" usul Rangga
"Ehm, benar juga. kok saya tidak kepikiran sampai kesitu ya? setidaknya saya masih bisa bermanfaat untuk orang lain" timpal Azzar
"Nah, dan mungkin juga dengan kamu berada ditempat lain, kamu bisa membuka hati lagi untuk gadis lain. mungkin Naura bukan jodoh kamu"
"Enggak, saya masih sangat mencintai Naura. Sampai kapanpun" bantah azzar dengan cepat dan tegas.
"Iya deh iya" ucap Rangga yang tidak mau lagi berdebat dengan Azzar karena dia tahu kalau azzar masih mencintai Naura karena selalu melihat foto naura sebelum tidur.
"Tapi aku harus meminta izin dulu kepada abi. semua tergantung keputusan abi"
"aku telpon abi dulu ya" ucap azzar lalu mengambil ponselnya dan menelpon abinya.
tuuttt.... tuuttt... tuuttt
"Assalamualaikum Abi"
"Waalaikum salam Nak"
"bagaimana kabar abi?" ucap azzar yang masih mengatur kata-kata untuk meminta izin
"Baik. kamu disitu bagaimana? tabungan kamu masih ada?"
"Alhamdulillah baik abi. Tabungan Azzar juga masih banyak"
"Syukurlah"
"Abi ada yang mau Azzar omongin" ucap azzar yang mulai memberanikan diri
__ADS_1
"Iya ada apa nak"
"Azzar mau minta izin untuk mengabdi dipesantren Assalam Bogor bi"
"Apa kamu yakin akan bisa tahan diri untuk tidak bertemu dengan Naura?"
"Bisa Bi, Azzar juga janji tidak akan keluar dari pesantren tanpa persetujuan abi"
"Kalau kamu bisa pegang janji kamu, abi akan kasi izin kamu"
"Terima kasih abi. nanti kalau azzar sudah ke indonesia, Azzar langsung kepesantren itu abi. azzar juga mau memperdalam ilmu agama"
"Baik"
"Assalamualaikum abi"
"Waalaikum salam" ucap abi dan menutup panggilannya.
"Telpon dari siapa Bi?" tanya ummi penasaran
"telpon dari Azzar katanya dia mau mengabdi di pesantren Assalam bogor" ucap abi pada istrinya
"Berarrti azzar mau balik keindonesia?"
"Iya"
"Alhamdulillah, setidaknya saya bisa bertemu dengan anak saya dalam waktu sehari semalam walau itu ditempuh perjalanan yang cukup jauh. tapi begini lebih baik daripada diluar negeri" gumam ummi penuh bahagia
Azzar menutup panggilannya dengan abi nya dengan penuh kebahagiaan
"Bagaiman? dikasi izin?" Tanya Rangga
"Alhamdulillah, abi ngizinin"
"Alhamdulillah"
"Berarrti minggu depan aku balik, tolong kamu utus tiketnya ya?" ucap Azzar
"siap kalau itu" ucap Rangga sambil menepuk bahu azzar.
__ADS_1