
Hari yang ditunggu-tunggu tiba, hari dimana semua murid-murid menunggu pengumuman hasil ujian mereka.
Naura dan Fani sudah berjanji untuk berangkat kesekolah bersama. masih sangat pagi, Naura sudah bersiap-siap untuk berangkat. sisa menunggu Fani datang menjemput dirumahnya
tok...tok...tok...
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam, Eh non Fani. ayok masuk Non saya panggilkan Naura" Ucap Bibi yang membuka pintu depan
"Terima kasih bi" Fani masuk dan duduk dituang tamu. bibi menuju kamar Naura
"Non Naura" Teriak bibi sambil mengetuk pintu Naura
"Fani sudah datang ya Bi?"
"Iya Non. dia sudah menunggu di ruang tamu"
"Oh iya bi. Terima kasih banyak ya. saya juga sudah mau turun kok" ucap Naura lalu bergegas turun ke bawah.
Naura turun kebawah menuju tempat Fani menunggu. Naura memakai pakaian muslimah yang berwarna senada dengan jilbabnya tak lupa pula tas kecil yang sering dia bawa kemana-mana membuatnya semakin cantik. begitu juga dengan Fani yang sangat menawan dengan busana barunya.
"Cantik banget noh calon istri mas Azzar" Ucap Fani yang langsung diplototin oleh Naura
"Ih kok diplototin sih, harusnya kamu ucap Amin" Lanjut Fani
"Sudah ah, Yuk nanti telat lagi"Ajak Naura yang menghiraukan ucapan Fani
Mereka berdua berjalan menuju mobil Fani yang sudah menunggu didepan rumahnya dan lamgsung menuju kesekolahnya. setibanya disekolah, mereka melihat masih sangat sunyi. siswa-siswa juga belum sepenuhnya hadir. tapi mereka tetap masuk dan menunggu di taman dekat dengan tempat pengumuman kelulusan nantinya.
"Oh iya Ra, bagaimana hubungan kamu dengan Mas Azzar?" Tanya Fani
__ADS_1
"Alhamdulillah baik"
"Kamu masih diberi mawar tiap pagi?" Tanya Fani lagi yang hanya dijawab senyum oleh Naura
"ternyata Mas Azzar romantis juga ya, pengen juga 1 yang seperti itu"
"Amin. yang penting orangnya baik sudah cukup Fan. nggak perlu cari yang sempurna"
"Kamu tau saja Ra kalau saya cari yang sempurna"
"Idihh kalaupun ada yang sempurna, mana mau sama kamu"
"Ih kamu Ra, segitunya dengan teman sendiri"
"Habisnya sih kamu mau cari yang nggak masuk akal sih"
"hahaha, tapi kok malah lari kesaya sih pembahasannya. ganti topik saja deh. Jadi mas Azzarnya kapan lamar kamu?
"Setelah lulus sekolah Fan"
"Hussttt jangan ribut Fan. malu jika dilihat sama orang-orang" tegur Naura sambil mencubit lengan Fani
Lagi asyik mereka mengobrol, seorang guru keluar dari ruangan dan menempelkan hasil kelulusan di papan pengumuman. semua Siswa yang ada disitu bergegas berlari untuk mengecek kelulusannya.
"Alhamdulillah saya Lulus Ra, Kamu gimana?" ucap Fani
"Alhamdulillah juga Fan saya lulus" Ucap Naura. dan lompat kegirangan dan kemudian berpelukan dengan Fani
"Berarti kamu jadi pergi dong" Tanya Naura dengan nada sedih
"Jangan sedih begitu dong. walaupun saya pergi tapi kita kan masih sahabat" Ucap Fani yang juga meneteskan air mata
__ADS_1
"Kamu tadi yang larang aku menangis tapi kamu sendiri yang menangis" ucap Naura yang matanya juga sudah berembun
"Jangan nangis" Ucap Fani dan kemudian berpelukan dengan naura penuh kesedihan
"Nanti kalau kamu sudah sampai disana jangan lupain aku ya" pesan Naura
"aku tidak akan melupakan kamu apalagi dengan kekonyolan kamu" ucap Fani sambil tertawa dan berusaha tegar saat berpisah nanti
"Malam ini kamu tidur dirumah saya ya" Ajak Naura
"Boleh, tapi besoknya gantian ya kamu dirumah saya" lanjut Fani
"Siap"
"Yuk ah pulang. tapi kita singgah makan pizza dulu yuk" Ajak Fani
"Dimana?"
"Ditempat kemarin itu waktu Mas Azzar traktir kita" ucap Fani sambil mengedipkan matanya
"Ih dasar Genit kamu" Ucap Naura geli lalu melangkah meninggalkan Fani. Dengan sigap Fani lalu mengejar Naura
"Kok aku tiba-tiba teringat Hani ya? dia kabarnya gimana skrg" Tanya Fani
"Dia sekarang bebas. alasannya karena dia itu masih dibawah umur dan mama nya membawanya ke luar negeri agar dapat memantau kelakuannya" Ucap Naura menjelaskan
"Dia masih menggunakan rok panjang nggak kayak kita"
"Kalau saya lihat di media sosialnya sepertinya tidak lagi. dia kembali seperti dulu"
"Sayang banget ya"
__ADS_1
"Mungkin dia melakukan itu karena untuk mendapat perhatian Mas Azzar. kan kamu tau sendiri dia itu akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau"
"Ya sudah, orang seperti itu nggak usah dingat-ingat lagi. Yang penting sekarang dia tidak gangguin kita lagi" ucap Fani yang kemudian merangkul bahu Naura untuk mengajaknya pulang