
Setibanya Naura disekolah dia lalu bertemu dengan Fani dikelas dan bercerita panjang lebar tentang apa yang mereka alami satu sama lain. termasuk juga bercerita tentang Ustadz Azzar yang sudah mentraktirnya waktu itu. setelah lama mereka bercengkrama satu sama lain akhirnya waktunya berolahraga di sekolahnya. Nampak Fani yang sudah memakai baju Olahraga sedangkan Naura belum memakai seragam olahraganya.
"Fan, Antarin saya ke Toilet untuk ganti baju ya?" Ucap Naura
"Siap, Ayo" Jawab Fani
Mereka menuju ke toilet. Fani yang sudah berpakaian menunggu didepan toilet untuk menjaga sedangkan Naura masuk kedalam membawa seragam olahraganya yang ada didalam kantong plastik.
Tak lama mereka di toilet tiba-tiba Hani dan gerombolannya datang mencari Naura. tampak di wajah Hani raut wajah yang sangat kesal dan penuh amarah. Entah apa yang sudah merasuki mereka
"Hey Loh, Teman Kamu mana?" Tanya Hani
"Teman yang mana, Teman saya kan banyak. emangnya loh yang punya teman berapa doang" Jawab Fani ketus
"Loh kurang ajar banget ya, Tuh teman baik loh yang gatel itu"
"heheheh mana ada teman saya yang namanya gatel. ada-ada saja loh Hani" Jawab Fani sambil tertawa
"Gua nggak ada urusan sama loh, saya hanya butuh sama teman kamu. sudah minggir" Hani mendorong pundak Fani dan masuk ke dalam toilet
"Naura... Keluar Kamu" Teriak Hani didalam toilet
"Hani, Kenapa teriak-teriak cari saya, emangnya saya budek apa" Jawab Naura
"Hey Ra, nggak usah basa-basi"
"Emangnya kenapa mencari saya, ada perlu apa? kayaknya penting banget" jawab Naura sambil mengejek
__ADS_1
"Kenapa kamu ngemis-ngemis ke Arjun untuk dibelikan Mawar dan Coklat? Jangan sok cantik kamu. Loh tau kan kalau Arjun itu Milik saya. dan saya ingatkan lagi kamu ya, jauhi Arjun dan jangan ganggu dia. karena sampai kapanpun dia akan tetap dan selalu menjadi milik saya" Ucap Hani penuh amarah sambil Mendorong pundak Naura
"Eiittsss... Kalau bicara itu jangan asal ngomong. siapa juga yang kejar Arjun. justru malah arjun itu yang selalu mengejar-ngejar saya. wajarlah Gadis secantik saya dikejar-kejar dong. So, Nggak usah bentak-bentak saya" Jawab Naura dengan mata melotot ke Hani
"Loh Nantangin gue, Berani Loh sama saya. Mau dapat masalah ini anak"
"Loh Pikir gua takut? semakin loh nantangin saya semakin berani juga saya sama loh. jadi nggak usah ngancam-ngancam. nggak mempan" Jawab Naura Menantang. kemudian menarik tangan Fani keluar dari Toilet meninggalkan Hani
"Heheheh nantangin tuh anak. lihat saja apa yang akan saya lakukan untukmu Naura" Batin Hani
setibanya dikelas, Fani lalu ngobrol dengan Naura atas kejadian di toilet tadi.
"Eh Ra, emangnya loh serius Nantangin Hani? dia itu orangnya nekat loh. Nanti kamu diapa-apain gimana? Tanya Fani cemas
"Awalnya saya tidak ada niat untuk nantangin dia. tapi dia itu sudah kurang ajar sampe tuduh saya yang tidak-tidak. apalagi kamu juga didorong seperti itu. Lihat saja. saya akan balas dia" Jawab Naura dengan penuh amarah
"Hehehe ngapaian juga kamu takut sama dia. dia itu bukan malaikat pencabut nyawa yang mesti ditakuti"
"Iya juga sih,Tapi Kamu juga barus hati-hati ya Ra"
"Iya Fan. Pasti. Terima kasih ya sudah cemas sama saya. Kamu memang sahabat saya yang paling Baik." Ucap Naura kemudian memeluk Fani.
"Ya sudah Fan, Kita kelapangan saja. sepertinya teman-teman semua sudah ada dilapangan tuh" menarik tanga Fani
Naura dan Fani berjalan ke lapangan sekolah untuk berolahraga. setibanya dilapangan mereka dengan cepat berlari untuk bergabung dengan teman-temannya yang sudah dari tadi berkumpul menunggu guru olahraganya. disan juga terlihat Hani yang sedari tadi melihat Naura dengan tatapan yang sinis dan penuh amarah. seakan- akan seperti hewan buas yang hendak menerkam mangsanya. Fani melihat tatapan itu dan merasa sangat ketakutan.
"Ra, Sepertinya Hani dari tadi melihat kamu tuh, sepertinya ucapannya waktu ditoilet itu nggak main-main deh" Ucap Fani yang berbisik ke Naura
__ADS_1
"Nggak usah lihat dia dan nggak usah takut. Santai saja Fan" Jawab Naura menenangkan Fani
Tidak lama kemudian Guru olahraga mereka datang dan bergabung dilapangan. dia meminta semua murid melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum lanjut ke kegiatan berikutnya. setelah itu, Guru langsung memberikan Aba-aba untuk lanjut bermain basket. dan saat itu Naura bermain juga.
"Ra, Mending kamu jangan bermain basket" Ucap Fani
"Kenapa?
"Aku takut nanti di samperin sama Hani"
"nggak usah takut, Kamu duduk di pinggir lapangan saja. jangan jauh-jauh dari aku" Ucap Naura ke Fani
"Iya deh. aku nurut saja sama kamu"
Naura kemudian memasuki lapangan untuk memulai bermain basket. Naura memang suka basket dari sejak SMP dia sudah bermain basket disekolahnya. beda dengan Hani yang tidak suka bermain basket karena dia selalu menjaga penampilannya agar tetap cantik dan wangi.
"Han. Lihat tuh Arjun, daritadi perhatikan Naura terus" Ucap Teman Hani
"Emangnya Arjun mana sih?" tanya Hani sambil mencari keberadaan Arjun
"itu disana, duduk dibawah pohon itu" Jawabnya sambil menunjuk ke arah Arjun
"Ih, ngapain juga tuh Arjun melihat segitunya Naura main. Naura juga pake senyum-senyum segala lagi sama Arjun, Kurang ajar banget sih dia" Ucap Hani penuh emosi
"Sepertinya Naura benar-benar nantangin kamu deh Han. sepertinya loh harus kasi pelajaran deh ke Naura biar dia kapok dna nggak berani smaa kamu lagi"
"Pastilah, saya tidak akan biarkan dia tertawa diatas kekesalanku" Ucap Hani sambil menggenggam tangannya.
__ADS_1
Menyadari Hani memperhatikannya, Naura malah menjadi-jadi dilapangan saat bermain basket. tujuannya adalah agar dapat membuat Hani lebih kesal dan marah lagi.