
Naura, Azzar, dan Sandi terus tertawa melihat ekspresi Fani yang mati kutu karena rayuan Sandi.
"Jadi ngajak kesini untuk ngerayain kelulusan ya?" Tanya Azzar kepada Naura dan Fani
"Iya mas. sekalian untuk terakhir kalinya ngumpul bareng sama Fani"
"Mau pesan apa mas?" tanya seorang pelayan yang menghampiri mereka
"Pesan Pizza saja seperti biasa dan kopi susu ya 2" ucap Azzar yang langsung dicatat oleh pelayan itu.
"Kalau kamu Ra mau pesan apa?" Tanya Azzar
"Kami berdua minumnya jus Alpukat saja mas" ucap Naura yang lalu dicatat oleh pelayan itu kemudian meninggalkannya untuk menyiapkan semua pesanannya
"Jadi beneran Fan kamu mau keluar Negeri? nggak bisa lihat acara kita dong" Tanya Azzar kepada Fani
"Iya Mas. Tiketnya juga sudah dipesan oleh mama. yang pasti nanti setelah acara tolong kirim videonya kesaya ya. itu sudah lebih dari cukup membuat saya bahagia. yang pastinya saya selalu mendoakan kalian berdua semoga menjadi keluarga sakinah Mawadah, Warahma, Langgeng sampai ajal memisahkan" Ucap Fani yang mencoba tegar walau sebenarnya dia sangat sedih
"Amin. Terima kasih doanya ya Fan. Saya juga mendoakan semoga kamu bahagia dan sukses disana" Lanjut Azzar
"Dan kembali ke indonesia berjodoh dengan saya ya" Ucap Sandi tiba-tiba yang membuat Naura dan azzar tertawa bersamaan.
Fani hanya terdiam malu mendengar ucapan Sandi.
"Ternyata Karakter mas sandi sama dengan Mas Azzar ya. Dulu juga Mas Azzar suka gombalin Naura tapi untungnya tidak kesemua wanita. tapi kalau Mas Sandi gombalannya ke semua wanita ya" ucap Fani yang membuat Sandi kaget mendengar tuduhan Fani
"Dengar Tuh, belum jadi istri saja feeling-nya sudah kuat apalagi jika nanti sudah jadi istri, Harus hati-hati kamu" ucap Azzar memperingati sandi
"Aku tuh lelaki baik-baik Zar, tidak ada tuh dikamus aku untuk selingkuh. kalau sudah sama satu, cukup satu saja" Jawab Sandi membela diri
"Uhh baiknya, Tipe Bapak sayang anak ya?" tanya Azzar
"Sayang istri Juga" Jawab Sandi
Tak lama mereka ngobrol, pesanan mereka tiba yang diantar oleh pelayanan, tanpa berpikir panjang mereka menyantap pizza yang ada didepan mereka.
__ADS_1
"Mas, Sebentar sore Naura izin tidak setoran hafalan ya?" Ucap Naura
"Kenapa?" Tanya Azzar
"Mau nemenin Fani cari Oleh-oleh"
"Boleh kalau begitu, tapi besok setorannya dobel ya"
"Ih kok dobel sih. harusnya diringankan dong. Percuma minta izin kalau setorannya dobel. sama saja" ucap Naura Cemberut
"Ahaha iya deh, iya. dikasi keringanan kok"
"Nah gitu dong, Terima kasih ya" Jawab Naura ceria
"Kalian berdua gemesin ya, betul-betul pasangan Perfect" Puji Sandi melihat hubungan Azzar dan Naura yang diisi dengan hal-hal positif
"Amin, Doakan ya"
"Pasti dong, saya selalu mendoakan yang terbaik buat kalian agar dimudahkan sampai Halal"
Setelah Pizza didepan mereka habis dan sudah membayar semua makanannya, mereka beranjak untuk pulang kerumah. Azzar yang hanya menggunakan mobil kursi 2 tidak dapat mengantar Fani dan Naura sehingga memesankan taksi online. Namun Azzar tetap mengikutinya dari belakang agar dia dapat memastikan kalau Fani dan Naura pulang dengan selamat.
Setelah Mengantar Sandi pulang kerumahnya, Azzar lalu bergegas pulang kerumahnya.
"Ummi, Abi dimana ya?" Tanya Azzar yang menghampiri ummi nya didapur
"Sepertinya masih mengajar. memangnya ada apa Nak. sepertinya ada hal penting yang mau kamu sampaikan" Jawab Umminya
"Azzar mau minta Izin untuk membawa Naura kesini, kira-kira abi masih menolak ya ummi?"
"Nanti coba ummi bicara sama abi kamu jika dia sudah ada dirumah. kalau kamu mau pergi mengajar, kamu pergi saja dulu"
"Iya ummi, Terima kasih ya"
"Sama-sama sayang"
__ADS_1
Azzar lalu mengambil tasnya dan menuju ketempat mengajarnya. kebetulan hari ini dia ada jadwal mengajar untuk anak-anak. karena anak-anak sedang libur sekolah jadi orang tua mereka mengisi waktu kosongnya dengan belajar mengaji. sedangkan Umminya bersiap-siap menunggu Abi dirumah.
"Assalamualaikum" Ucap Abi masuk kedalam rumah
"Waalaikumsalam, sudah selesai mengajarnya abi?"
"Alhamdulillah sudah selesai ummi"
"Abi minum dulu" Ucap Ummi yang menyodorkan segelas air putih yang sudah dia siapkan sejak tadi.
Abi meminum air tersebut sedikit demi sedikit agar sedikit membasahi tenggorokannya
"Abi, ada yang mau Ummi sampaikan" ucap Ummi membuka percakapan
"apa ummi? bicaralah"
"Azzar minta Izin untuk membawa Naura kesini untuk diperkenalkan ke abi. gimana menurut abi?"
"Tidak perlu. jika Azzar sudah yakin dengan pilihannya dan yakin perempuan itu sudah berubah, kita saja yang kesana untuk melamarnya" Jawab Abi
"Alhamdulillah, ummi senang dengarnya kalau abi sudah setuju" ucap Ummi
Abi tersenyum kecut mendengar ucapan Umminya
"Abi masuk kekamar dulu ya"
"abi masih lelah ya, ya sudah. Lain kali saja kita bicarakan kapan kita kerumah Naura"
"Tanyakan Pihak sana, kapan mereka bisa terima tamu" potong abi yang masih menunjukkan sikap tidak suka terhadap hubungan Azzar dan Naura dan lalu pergi menuju kamarnya
Mendengar ucapan Abi itu, Ummi hanya bisa mengelus dadanya
"Untung saya tidak membiarkan Azzar yang berbicara sendiri dengan abinya. Kalau Azzar tau abinya masih dingin dengan hubungannya bersama Naura, Azzar pasti sangat sedih dan kecewa" batin Umminya
"Tapi saya tidak akan mengatakan hal ini kepada Azzar kalau abinya belum 100% setuju, setidaknya abi menjawab untuk menyambut tamu" lanjut ummi
__ADS_1
........