Tobatku Karena Cinta

Tobatku Karena Cinta
Makin penasaran


__ADS_3

Naura Membawa masuk Paket yang diterimanya tadi kedalam rumah dengan penuh penasaran


"Apa itu sayang?" Tanya sarah yang duduk berasama Tomi


"Cuma pesanan biasa ma"


"Oh"


Naura segera membawa paket itu kedalam kamarnya agar tidak ditanya macam-macam oleh ibunya lagi. setibanya dikamar, Naura dengan segera membuka paket tersebut. setelah dibuka paket itu, Nampak sepasang sepatu olahraga berwarna pink soft beserta handuk kecil dengan warna yang sama. terdapat pula 1 tangkai bunga mawar yang masih kuncup.


Naura mengambil Bunga mawar itu dan mengecupnya dengan bahagia. Entah kenapa hatinya terasa nyaman dengan perhatian Mas X ini. Tak lupa pula ia membaca pesan yang terdapat didalam paket tersebut.


"Semoga Minggumu menyenangkan. Dari max X yang mengagumimu"


Notes kali ini tidak lagi pengagum rahasia Naura, sudah menampakkan jati dirinya sedikit bahwa dia benar-benr seorang lelaki. Naura pun tertawa membaca Mas X. biasanya juga Mr. X.


Bunga yang baru ia terima tadi kemudian dia simpan di samping bunga mawar lama yang masih segar, lalu ia pergi berolahraga bersama Fani.


"Jangan telat pulang ya!, Mama mau minta kamu pilihkan liburan kemana untuk liburan kali ini"


"Siap Ma, Naura berangkat dulu ya"


Naura keluar dari rumah dimana Fani juga sudah berada didepan rumah untuk menjemput.


"Kita olahraganya kelapangan lagi ya!" Ucap Fani kepada Naura


"Terserah kamu saja, saya ikut dari belakang"


"Samping dong masa belakang, memangnya saya kebo yang harus dikawal dari belakang"


"heheh bukan saya yang bilang ya, kamu sendiri yang bilang kebo. berarti mirip"


"Ya sudah yuk, cuci mata lagi kita"


"Hah? Cuci mata?


"Sama Cogan-Cogan"


"Hufft, Kalau suka sama orang itu cukup satu. tidak usah banyak-banyak. kita itu menikah cuma sekali dengan 1 Lelaki"


"Ya ampun Naura, emangnya saya mau nikahin mereka semua?"


"Heheh siapa tau kan!"


Tawa Fani pecah saat mendengar jawaban Naura, mereka terus melangkah hingga disuatu titik mereka berhenti sejenak karena melihat seseorang yang ia kenal


"Eh Ra, itu ustadz Idaman kamu kan?" Tanya Fani


"Yang mana?" Tanya Naura yang sedaritadi hanya menoleh kedepan


"itu didepan masjid, pasti dia mau pergi mengajar. minggu lalu dia juga mengajar jam segini kan?"

__ADS_1


Naura menoleh kearah masjid yang dimaksud oleh Fani. ternyata disana ada Ustadz Azzar


"Jadi maksud kamu ustadz idaman saya itu lelaki itu?"


"iya, Benarkan?"


"Hahahah Tidak masuk kategori" Jawab Naura berlalu melewati Naura yang sempat melihat Naura dijalan


Azzar hanya tersenyum mendengar Naura berkata seperti itu. dia tidak ambil pusing. yang penting selama ini dia mau menerima pemberian Mas X pengagum Rahasianya.


Naura dan Fani tiba dilapangan dan bergabung dengan yang lain. tak lama kemudian terdengar suara memanggil yang sepertinya tidak asing ditelinga Naura


"Hy" Sapa Arjun


"Arjun? Kamu mau ngapain kesini?" Naura kaget melihat Arjun yang datang didekatnya. karena setaunya, Arjun tidak tinggal disekitar sini.


"aku sengaja datang kelapangan ini"


"Untuk apa?" Tanya Naura judes sedangkan Fani hanya mencibirkan bibirnya karena tidak suka kedatangan Arjun


"Untuk bisa olahraga bersama kamu"


"Please Arjun ya, Gue lagi nggak mau diganggu"


"iya, saya janji tidak akan gangguin kamu. tapi aku masih bisa kan olaharaga disamping kamu?"


"Terserah kamu saja"


"Terima kasih"


"Jangan sentuh-sentuh aku"


"Iya Maaf," Jawab Arjun sambil tersenyum


Setelah senam, Arjun langsung mengambil air mineral yang sudah disiapkannya untuk Naura,


"Aku bawain air minum buat kamu, sekalian aku bawain juga bunga mawar" Ucap Arjun sambil menyerahkan setangkai bunga mawar berwarna merah hati


"Kasi untuk Hani saja" Ucap Naura yang berlalu meninggalkan Arjun.


"Tapi Naura, Saya cintanya cuma sama kamu. bukan sama Hani"


"Sudah yah jun. saya bilang tidak ya tidak"


"Tapi Ra, apa perlu saya berlutut dihadapanmu agar kamu menerima cinta aku?"


"Naura, Kamu ngapain sih" Tanya azzar yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka. Azzar memang sengaja datang dilapangan untuk melihat kegiatan Naura.


Azzar telah selesai mengajar, dia berencana melihat kegiatan Naura dilapangan. sekaligus melihat bagaiman pergaulan Naura dengan teman lelakinya. disaat asik mengamati Naura, terlihat Arjun yang menddkati Naura sehingga membuat Azzar cemburu. dan tanpa berpikir panjang, Azzar langsung samperi Naura Tujuannya agar Lelaki dihadapan naura berhenti menganggu Naura.


"Ini siapa Ra" tanya Arjun setelah melihat kedatangan Azzar

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa, Tidak ada urusan sama loh" Jawab Naura jutek yang didukung anggukan Fani dengan cibiran dibibirnya yang tidak suka dengan Arjun


"Sudah selesai olahraganya? Mau pulang bareng?" Tanya azzar yang membuat Naura makin jengkel


"Ini laki ber 2 ngapain sih, bikin mood saya berantakan saja" Batin Naura


"Maaf, Om siapa Ya? apa Om nya Naura?" Tanya Arjun yang menbuat Naura dan Fani ketawa cekikikan


"Iya, Saya om dia. dan sekarang saya mengajak keponakan saya pulang agar tidak diganggu lelaki seperti kamu" ucap Azzar yang membuat Naura dan Fani menghentikan tawanya dan tercengang mendengar ucapan ustadz Azzar.


"Yuk kita pulang" Ajak Azzar pada Naura dan Fani yang membuat mereka berdua harus mengikuti langkah azzar tanpa berkata sepatah katapun.


setelah mereka pergi agak jauh dari Arjun, Naura berhenti dan tak berniat mengikuti Azzar lagi.


"Kok berhenti? Tanya Azzar


"Karena saya tidak berniat mengikutimu"


"Lantas?"


"Aku bisa pulang sendiri tanpa perlu bantuan darimu"


"Kenapa tadi dihadapan Cowok itu kamu tidak berani menolak?" Tanya Azzar yang membuat Naura membulatkan kedua bola matanya kepada Azzar


"Apa urusannya dengan anda? Oh, jadi anda merasa berjasa begitu? Apa saya harus membayar jasa anda? kalau iya, Berapa? saya bayar sekarang juga" Jawab Naura dengan perasaan jongkol.


Azzar yang melihat Naura Marah malah tersenyum.


"Mau bayar ya neng?" Tanya Azzar menggoda


"Apaan sih, nggak usah lihat-lihat begitu" Jawab Naura sambil memalingkan wajahnya karena malu ditatap oleh azzar yang seperti sedang merayunya.


"Kalian berdua lagi berantem atau lagi pacaran sih" Tanya Fani yang melihat Azzar dan Naura seperti sepasang kekasih. yang satu ngambek, yang satu membujuk.


"Fani, Luh itu ya. Ayok kita pulang" Ucap Naura sambil menarik lengan Fani untuk jauh dari Azzar.


Azzar makin penasarn dengan sikap Naura yang jika marah seperti anak kecil.


"Hati-hati beb, ngambek sama pacar kok pelampiasannya ke aku sih" ucap Fani sambil tertawa.


"Hust, Kalau ngomong jangan sembaranagn kamu" Ucap Naura sambil melepas tangan Fani dengan wajah masam.


"tapi jujur ya Ra, kalau dibanding dengan Arjun, saya lebih setuju kamu dengan usamtadz Azzar loh.


"Kamu suka sama ustadz Azzar? ambil Noh"


"Hahahah orang yang dikejarnya kamu, bukan aku"


"Bukan tipe aku"


"hahaha hati-hati loh. benci lama-lama jadi cinta"

__ADS_1


"Prettt, Tidak akan" Jawab Naura yang melanjutkan jalannya meninggalkan laapngan.


...


__ADS_2