
Didalam kamarnya tiba-tiba Naura kepikiran atas hadiah yang diberikan ustadz Azzar kepadanya dengan nama pengirim pengagum rahasia. ia lalu membuka paket itu yang ternyata berisi handuk kecil dan sepatu. Ia lalu mencoba nya untuk memastikan apakah memang benar cocok dikakinya dan ternyata sangat pas. setelah itu dia masukkan ke box lagi dan disimpan didalam lemari.
"Hari ini hari terakhir dia jadi sopir aku, tapi kenapa saya merasa gelisah ya seperti merasakan begitu kehilangan" Ucap Naura sambil melihat bunga mawar yang ada didalam Vas bunga diatas mejanya.
"Kok saya pikir dia ya? untuk apa coba? ahh sudahlahlah mending istirahat" Ucap Naura lalu berdiri dari tempat duduknya dan pergi mengganti pakaian sekolahnya
Tok...Tok... Tok...
"Siapa?" Tanya Naura
"Mama boleh masuk sayang?"
"ohh mama, iya ma masuk saja ma nggak dikunci kok" Ucap Naura kemudian Sarah masuk kedalam kamar Naura dengan membawa pizza yang dibawakan azzar tadi
"Ayok Makan pizza bareng yuk" Ajak sarah kepada Naura
"Nggak usah mah. lagi tidak pengen makan pizza" ucap Naura yang pura-pura menolak padahal dari tadi sudah pengen makan pizza karena tidak tahan dengan aromanya
"Yakin kamu tidak mau? pizza ini enak banget loh. apalagi rasa pizza ini baru pertama kali mama coba dan sangat enak" Bujuk Sarah
"Ihhh mama bikin ngiler aja sih" Gerutu Naura yang makin tidak tahan karena godaan mamanya.
"Ya sudah ayok kita makan bareng, mumpung masih hanget ini" ucap sarah yang kemudian duduk didekat Naura dan makan bersama dengan Naura
__ADS_1
Naura terlihat sangat lahap dan cepat makannya karena sudah dari tadi ingin makan pizza.
"Pelan-pelan dong sayang, Nanti keselek loh" Tegur sarah sambil tersenyum
"abiss enak sih mah" Lanjut Naura
"Ehmmm tadi katanya tidak mau, giliran mau makannya lahap banget heeheh" Canda sarah
"Ihh Mama. Oh iya mah tadi saya lihat mas Azzar belinya 2 Box loh tapi yang dikasi cuma 1 box" Tanya Naura
"Mungkin yang satu nya lagi untuk keluarganya kali"
"Mungkin sih, Tapi yang saya herankan ya ma kok bisa dia banyak uang beli pizza ini padahal dia tidak kerja" Pikir Naura
"Berarrti Azzar bukan lelaki mandiri dong? secara dia hanya mengandalkan harta orang tuanya. harusnya kan lelaki sedewasa dia sudah bisa menghasilkan sendiri kan?"
"kalau itu saya kurang tau juga sayang. apa mau saya selidiki" lirik sarah serius sehingga membuat Naura salah tingkah
"kok mama tanyanya kesaya sih. ya iya dong mama harus cari tau jangan sampai pizza yang dibelikan untuk mama ini hasil dari peras dompet orang tuanya. itu baru pizza loh. gimana nantinya kalau banyak lagi yang diberikan sama mama" Ucap Naura sambil mengunyah pizza yang ada dimulutnya
"Heheheh kamu lucu banget sih sayang"
"Ihh apanya yang lucu sih ma? memang benarkan apa yang naura bilang?"
__ADS_1
"heheheh tapi menurut saya ini sudah hasil dari keringat Nak Azzar loh"
"Dari mana mam tau?
"Dari rasa pizzanya yang gurih-gurih asin seperti keringat" Canda Sarah
"Ueeekk.. ihh mama jorok deh" Naura memuntahkan pizza yang dikunya dimulutnya
"Kamu tuh yang jorok, makan dimuntahin" sarah berhasil menggoda putrinya hingga tertawa terbahak-bahak
"Abisnya mama sih bicaranya aneh-aneh"
"tapi benar loh, sepertinya ini dari usaha Nak azzar sendiri loh bukan dari orang tuanya. secara kan Azzar juga mengajarkan?
"Naura ragu" ucap Naura yang tidak mau lagi memakan pizzanya.
"Kok pizzanya disimpan sayang? nggak dihabisin?"
"Naura sudah tidak mau lagi ma. Mama sih kalau ngomong suka yang aneh-aneh. kan Naura jijik"
Sarah hanya bisa tertawa melihat tingkah putri satu-satunya itu yang gampang jijikan walau hanya hal yang biasa saja.
....
__ADS_1
Hy kak, Jangan lupa bantu Up, Like, komen dan Votenya. agar saya bisa lebih bersemangat lagi dalam berkarya. Terima kasih