
Setelah Azzar menyelamatkan Naura, Hani kembali tiba digubuk tersebut.
"Kalian semua tidak becus. menjaga 1 gadis seperti itu saja tidak bisa" Ucap Hani Marah kepada preman itu.
"Maaf Mbak. tadi ada orang yang menyelamatkan dia. kami tidam bisa berbuat apa-apa karena kami diserang dan dipukul dari belakang" ucap salah satu preman itu
"Siapa yang menolongnya?"
"Kurang tau juga mbak. sepertinya dia bukan anak sekolahan"
"Kalian memang tidak berguna, sudah kalau begitu saya mau pulang" Ucap Hani yang berbalik plg namun dicekal oleh preman itu.
"Bayaran kami dulu mbak"
"Bayar gimana?, pekerjaan kalian saja tidak becus mau minta bayaran"
"Mbak mau macam-macam sama kami. Kami bisa nekad loh sama mbak?" Ucap preman mengancam dengan genggaman keras di tangan Hani
"Iya.. iya... lepaskan tangan saya dulu. Ini ambil uangnya" Ucap Hani sambil menyerahkan uang 1jt ke preman itu.
"Nah begitu Dong. kalau begini kan enak. silahkan pergi."
"Enak kamunya. saya yang rugi. dasar nggak becus semua kalian" sahut Hani kesal
....
Azzar tiba dirumahnya. semua foto atas pelecehan terhadap Naura secepatnya dia amankan. karena dia yakin kalau ini nantinya bisa jadi barang bukti saat dibutuhkan.
"Sepertinya saya harus ketemu dengan gadis itu. apa yang sudah dia lakukan itu sudah sangat diluar batas dan juga agar dia tidak menganggu Naura lagi. apalagi mereka satu sekolahan" Ucap Azzar.
Drrrtt... Drrttt...
dering suara hp Naura. dia kaget karena ada Nomor baru yang masuk. sebenarnya dia takut untuk mengangkatnya karena masih trauma akan kejadian waktu itu namun dia harus mengangkatnya, mungkin saja penting.
"Halo.... Maaf ini dengan siapa?" ucap Naura mengangkat HP nya
"Assalamualaikum,...."
"Waalaikum salam"
"Nah gitu dong, kan enak kalau ngangkat telpon ucap salam dulu"
"Ehm,.... ini siapa?"
"Saya Azzar"
"Oh Mas Azzar, kenapa mas?"
"gimana kabarnya?"
"sudah mendingan mas"
"Saya pesankan pizza ya, Pasti kamu belum makan"
"Nggak usah mas, lagi nggak berselerah makan"
"kamu itu harus makan nanti kamu sakit. ya sudah saya pesankan pizza dan Nasi uduk ya"
"Nggak usah mas, kamu kan nggak kerja dapat uang dari mana?"
"Lah kok bahas uang sih. kalau nggak ada uang mana bisa saya traktir kalian? pokoknya kamu harus terima ya."
"iya mas"
"Nanti kamu harus video Call ya agar saya bisa pastikan kamu sudah makan"
"Eum..."
Azzar menutup telponnya dan penuh rasa bahagia. dia belum pernah merasakan sebahagia itu. kemudian azzar lalu memesankan makanan yang sudah ia janjikan ke Naura.
__ADS_1
"Semoga hatimu bisa segera menerima saya agar saya bisa segera menghalalkanmu Naura" Batin Azzar
Hanya sejam selepas telpon dari Azzar, sebuah kurir makanan tiba di rumah Naura. Bibi yang sedang membersihkan halaman rumahlalu menerima Makanan tersebut dan membawanya kepada Naura.
"Non Naura, ini ada paket Makanan untuk non naura" ucap pembantu Naura sambil mengetuk pintu kamar
"Oh Iya Bi. Terima kasih ya"
"Sama-sama non, padahal saya sudah masak banyak loh"
"Iya nggak apa Bi, Nanti bisa dikasi yang lain saja" ucap naura dan menutup pintu kamarnya.
drttt...drttt...drttt... , bunyi handphone naura dan ternyata itu dari Azzar
"Paketnya sudah sampai?"
"Iya mas, sudah. Terima kasih ya"
"sama-sama, langsung dimakan ya. habiskan semua sekalian juga itu nasi uduknya dihabiskan. Video call sama saya ya"
"ehm..." Naura lalu merubah panggilannya menjadi video. dan tampak Azzar semntara istirahat didalam kamarnya
Naura dengan cepat melahap Pizzanya karena kelaparan seharian tidak makan.
"Itu juga Nasi uduknya dihabiskan dong" Ucap Azzar
"Nggak ah, saya sudah nggak kuat"
"Kamu harus makan banyak biar cepat sehat"
"Peduli apa kamu sama saya"
"Karena saya mencintaimu" Ucap azzar yang membuat Naura Terhenyak dari santainya
"Maaf-maaf saya cuma bercanda. silahkan lanjutkan lagi makannya" ucap azzar yang meralat ucapannya
Ucapan Azzar seketika mengingatkan Naura kembali dengan Arjun yang saat ini sudah menjadi pacarnya. dia tidak habis pikir, disaat-saat dia membutuhkannya seperti ini malah tidak ada.
"Ih enak aja. nggak lah"
"Kalau begitu lanjut dong makannya"
"Sudah kenyang. sudah habis stengah ini. saya matikan telponnya ya, saya mau istirahat"
"Baiklah kalau begitu, selamat istirahat ya. Assalamualaikun"
"Waalaikum salam" ucap Naura lalu menutup telponnya.
setelah panggilan telpon dengan azzar terputus, Naura lalu beralih menelpon Fani
"Halo Naura, Kamu baik-baik saja kan? Tanya Fani dengan penuh cemas
"Iya aku baik-baik saja sekarang"
"Syukurlah kalau begitu"
"Kamu bisa kesini nggak, saya butuh banget teman ngobrol Fan"
"Boleh banget dong. saya berangkat kesitu ya" Fani lalu bergegas ke rumah Naura yang hanya berjarak beberapa rumah saja dengan rumah Naura.
Tak lama kemudian Fani tiba dirumah Naura, karena sudah sering ia kerumah naura, Tanpa izinpun Fani langsung masuk ke dalam rumah Naura.
"Saya boleh masuk Ra?" Ucap Fani sambil mengetuk pintu
"Langsung masuk saja Fan"
Fani membuka pintu dan langsung masuk kedalam kamar Naura. Terlihat Naura yang berbaring diatas ranjangnya. terdapat juga makanan diseblahnya.
"Kamu kenapa Ra? Kamu sakit?" Tanya Fani
__ADS_1
"Loh Tau nggak Fan, Tadi itu gue hampir diperkosa" ucap Naura sambil menangis
"Sama penculik itu?"
"Iya, dan kamu tau siapa dalang dibalik semua ini?"
"Siapa?"
"Hani, perempuan licik itu"
"Astagfirullah, tapi kamu tidak kenapa-kenapa kan?"
"Nggak Fan. Tapi tadi semua pakaian saya dilepas oleh penculik itu. untung saja ustadz Azzar segera datang menolong saya"
"Alhamdulillah"
"Sekarang juga saya mau akhiri hubungan saya dengan Arjun Fan"
"itu lebih bagus Ra, tidak ada gunanya itu anak. Ganteng juga kagak. lebih ganteng Istadz Azzar dimana-mana"
"Ini bukan masalah ganteng atau tidaknya Fan, tapi ada atau tidaknya dia saat saya membutuhkan"
"Jadi Sampai sekarang Arjun belum menghubungi kamu?
"Nggak, tapi saya juga tidak berharap lagi telpon dia"
"Lalu bagaimana dengan Hani? apakah kamu mau lanjut prosesnya?"
"Nggak usah diperbesar Fan, biar dia bisa menyesali perbuatannya dulu"
"Ya Ampun Naura, Kamu kok baik banget. harusnya dia itu di jebloskan ke penjara biar dia tau diri dan bisa jera agar tidak mengulangi kesalahannya lagi. ini sudah kelewat batas loh. kalau tidak ada ustadz azzar yang datang menolong mungkin kamu sudah Ternoda Naura" Ucap Fani dengan tegas
"Nggak apa Fan. kan saya juga masih baik- kok. tapi jika nanti dia melakukan hal yang sama lagi, saya tidak akan tinggal diam"
"Baik banget sih kamu Naura... Pelukkk" Ucap Fani sambil memeluk Naura.
"Ooh iya, Mohon jangan kasi tau mama Aku ya, karena jika mama tau pasti dia bisa kepikiran terus dan pastinya Hani tidak akan diberi ampun. nanti saya juga pasti akan di jaga ketat. Saya nggak kuat dijaga ketat terus. entar kita tidak bisa kemana-mana lagi dong"
"Ah Kamu? mama kamu begitu karena dia itu sayang sama kamu dan dia itu nggak mau kamu nanti kenapa-kenapa"
"Iya, Tapi itu saja Fan jangan sampe mereka tau ya?"
"Ya sudah kalau itu mau kamu, Mama dan papa kamu kemana Ra?"
"Masih dikantor Fan. Belum pulang. sepertinya mereka lembur lagi"
"Ngomong-Ngomong kok bisa ustadz Azzar jemput kamu disekolah?"
"nggak tau juga. tapi info mama katanya supir saya lagi cuti 2hari"
"Terus diganti sama ustadz Azzar?"
"Nggak tau juga. Ah sudah lah nggak usah bahas itu. mending kamu habiskan pizza itu"
"itu dari Ustadz Azzar?
"Iya, dia tadi yang pesankan"
"Kenapa kamu nggak habisin"
" sudah nggak selera makan lagi ingat arjun. baru sehari pacaran saja sudah dapat sial nya"
"Bukan Arjunnya yang sial. tapi Haninya itu jadi Perempuan nggak punya harga diri banget sih. kejar cowok sampe segitunya. sudah ditolak masih saja ngejar seperti perempuan tidak laku saja"
"Hahaha Sudah... Sudah, Bahas Hani saja segitu emosinya"
"Lagian Nyebelin banget sih jadi perempuan"
"Ya sudah, Makan tu Pizzanya nanti dingin loh"
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, Fani memakan pizza itu sampai habis dan pastinya dibantu juga dengan Naura. hingga saat Fani memastikan Naura sudah dalam keadaan baik maka dia pamit pulang untuk beristirahat.