Tragedi Cinta Satu Malam

Tragedi Cinta Satu Malam
SEBUAH FAKTA


__ADS_3

Perhatian Rey sedikit teralihkan oleh dering pada ponselnya. Laki-laki itu beranjak dan berjalan menuju halaman belakang untuk menerima panggilan tersebut. Meninggalkan Jessica yang sedang berbincang dengan kakek Lu.


"Ada apa, Chan?" tanya Rey to the poin.


'Boss, kapan kau akan kembali? Bagaimana bisa kau melimpahkan semua pekerjaan padaku? Aku harus lembur malam ini karna pekerjaan yang menggunung!'


"Aku akan menaikkan gajimu sebanyak 30% jika kau berhenti mengeluh. Lusa aku baru kembali setelah urusanku di sini selesai." ucap Rey dan memutuskan sambungan telfonnya begitu saja.


Dan dia berani bersumpah jika saat ini pasti Chan sedang uring-uringan tidak jelas di ruangannya. Tapi Rey tidak mau ambil pusing , kemudian Rey berbalik dan kembali pada Jessica serta kakeknya.


"Aku akan membersihkan tubuhku sebentar. Jika kau lelah langsung istirahat saja. Kakek , sebaiknya lepaskan calon istriku jika kau tidak ingin aku membuat perhitungan denganmu."


"Yaaakk! Bocah kutub, berani-beraninya kau mengancam kakekmu ini. Mau jadi cucu durhaka atau kau ingin...?!"


"Kau terlalu berisik, pak tua." ucap Rey dan berlalu begitu saja.


Kakek Lu mendesah berat. Ia tidak merasa heran apalagi terkejut dengan sikap Rey. Cucunya itu memang sedingin kutub utara dan bermulut tajam. Namun di balik sikap dinginnya itu, Rey sangat menyayangi kakeknya, sayangnya dia tidak tau bagaimana caranya mengutarakan rasa sayangnya tersebut.


****


Tuan Smith melemparkan berkas-berkasnya keatas meja kerjanya dan mendesah berat. Akhir-ahir ini keadaan perusahaannya mulai tidak stabil dan sahamnya mengalami penurunan sebanyak 10%, beberapa investor menarik sahamnya begitu saja, sudah melakukan banyak cara tapi tidak ada perkembangan juga.


Tokk..! Tokk..! Tokk..!


Leo mengangkat wajahnya mendengar ketukan pada pintu ruangannya. "Masuk." Setelah mendapatkan ijin dari atasannya. Orang itu segera masuk dan memberikan laporannya pada Leo


"Tuan, ini berkas-berkas yang Anda minta. Ada penarikan dana perusahaan dalam jumlah besar baru-baru ini dan uang itu mengalir ke dalam rekening asing." lapor wanita berambut hitam legam itu seraya menyerahkan berkas yang dia bawa pada Leo.

__ADS_1


"Bagaimana bisa? Apa kalian sudah menyelidiki siapa pemilik rekening ini?" tanya Leo memastikan.


Wanita itu mengangguk. "Sudah tuan presir, tapi kami tidak menemukan jejak apapun, sepertinya dana ini ditarik sekitar dua minggu yang lalu." jelasnya.


Leo memijit pelipisnya. Belum selesai satu masalah malah muncul masalah baru, dan jika begini terus perusahaannya bisa mengalami kebangkrutan "Hubungi menantuku, dan katakan pada Rey jika Ayah mertuanya ingin bertemu."


"Aku rasa itu tidak akan ada gunanya, Ayah!" sahut seseorang dari arah pintu.


Sontak Leo mengangkat wajahnya dan mendapati putri sambungnya berjalan menghampirinya. "Dia tidak ingin peduli lagi pada keluarga kita, dan ada satu hal yang lebih penting dari ini. Jessica, putrimu itu sudah kembali."


Sontak Leo mengangkat wajahnya. "Apa? Dia sudah kembali?" Tiffany mengangguk.


"Anak itu!! Bagaimana mungkin dia tidak langsung menemui Ayahnya?" ucap Leo merasa geram ,


Tiffanya menyeringai dingin. "Menemui ayahnya? Apa menurutmu itu akan dia lakukan?Dan apakah Ayah lupa? Jika dulu, Ayahlah yang sudah mengusirnya karena dia sudah melahirkan anak tanpa suami. Aku rasa saat ini dia sangat membenci, Ayah." Tandas Tiffany.


"Apa kau bercanda, di mana simpatikmu sebagai anak, Tiffany Hong?! Aku sudah memberikan kehidupan yang mewah serta memfasilitasimu dan Ibumu, tapi sedikit pun kalian berdua tidak memiliki simpatik padaku. Tidak ada uang, perusahaan sedang mengalami banyak masalah tapi kau malah meminta uang dengan seenaknya."


"Oh, mulai perhitungan sekarang. Baiklah jika itu maumu, jangan salahkan aku jika aku menyebarkan videomu yang tidak sengaja menabrak orang dan meninggalkan dia begitu saja setelah kau tau orang itu tewas."


"Oke, oke, aku akan memberimu uang tapi jangan sebarkan video itu karna aku tidak ingin membusuk dipenjara. Ini uang cash, kau bisa memakainya."


Tiffany mengambil uang tersebut dan tersenyum miring. "Begini dong dari tadi, jadi aku tidak perlu buang-buang tenaga. Thanks uangnya, aku pergi dulu Ayah tiri, bye."


Brakkk..!


Leo mendorong semua berkas dan benda yang ada diatas meja kerjanya hingga berserakan dan berhamburan kemana-mana. Dia benar-benar berada diambang kehancuran sekarang, hutang semakin menumpuk dan saham terus turun setiap harinya, jika semua ini berlanjut pasti perusahaannya akan segera gulung tikar.

__ADS_1


Leo tidak siap, dia tidak siap kehilangan segalanya kemudian jatuh miskin. "Apa yang harus aku lakukan sekarang? Karena tanpa tanda tangan dari Jessica, semua uang dan emas-emas itu tidak akan bisa di gunakan. Aarrrkkhh, benar-benar sialan kau Renata Smit, bagaimana bisa dia mewariskan semua hartanya pada Jessica dan tidak menyisahkan sedikit pun untukku?!"


"Tidak saat masih hidup tidak setelah mati, kau hanya biaa merepotkanku saja. Dan sepertinya tidak ada cara lain lagi selain aku harus mendapatkan tanda tangan darinya, ini satu-satunya cara menyelamatkan perusahaan dan meloloskanku dari kemiskinan."


****


"Jadi Kakek mengenal mengenal mendiang Kakekku?"


Kakek Lu mengangguk. "Kami berdua adalah teman baik saat masih muda dulu. Kakekmu adalah pengusaha yang sukses, dia hanya memiliki satu putri yakni Ibumu. Renata adalah satu-satunya putri keluarga Smit, dan pewaris tunggal dari semua kekayaan mendiang kakekmu."


"Tu-tunggu dulu Kakek, maksudmu yang kakekku miliki adalah seorang putri bukan putra? Dan marga yang bermarga Smit sebenarnya adalah ibu bukan ayah? Ta-tapi bagaimana bisa?"


"Ceritanya sangat panjang. Singkatnya, ayahmu adalah putra angkat kakekmu, karena ayah dan ibumu saling saling jatuh cinta. Akhirnya dia mengijinkan mereka untuk menikah, awalnya semua berjalan lancar dan baik-baik saja. Atahmu adalah suami dan menantu yang baik, tapi semua berubah setelah kematian kakekmu, dia menunjukkan sifat aslinya."


"Satu bulan setelah kepergian kakekmu, dia membawa seorang wanita dan anaknya untuk tinggal dirumah kalian. Mereka adalah orang yang mengaku sebagai kerabat dari ayahmu, tentu itu hanya akal-akalan Leo agar ibumu percaya. Wanita itu dan putrinya mulai menguasai keadaan, wanita itu menjadi nyonya besar setelah berhasil menyingkirkan Ibumu apalagi nenekmu yang gila harta juga berada dipihaknya."


"Dan selanjutnya kau pasti bisa menebak sendiri apa yang kemudian terjadi, dan itulah keseluruhan cerita yang kakek ketahui dari keluargamu, Sica-ya."


"Sudah bertahun-tahun, Kakek mencarimu karena pesan terakhir mendiang Ibumu sebelum dia meninggal. Dia menitipkan putrinya supaya aku jaga juga seluruh harta warisannya yang kini menjadi incaran ayah dan ibu tirimu serta nenekmu."


"Tapi kau tidak perlu merasa cemas, Kakek dan Rey pasti akan melindungimu. Dan Kakek rasa pertemuan ini bukanlah sebuah kebetulan, tapi takdir yang memang telah Tuhan tentukan. Dan yang terpenting sekarang adalah, KALIAN BERDUA SEGERA MENIKAH DAN BERIKAN CICIT YANG BANYAK UNTUK KAKEK, HAHAHHA!"


Rey mendesah berat. Dalam suasana seserius ini tapi kakeknya masih bisa bercanda. "Dan untuk langkah selanjutnya serahkan saja padaku. Aku memiliki sebuah rencana, kau mempercayaikukan?" Jessica mengangguk.


"Aku akan memberikan pelajaran yang setimpal pada mereka semua yang pernah menyakiti ibu, aku tidak peduli meskipun mereka adalah ayah dan nenek kandungku sendiri. Aku akan menghancurkan mereka semua dan membalaskan dendam ibu, aku akan membuat mereka terpuruk hingga tidak mampu lagi menghadapi dunia!!"


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2