Tragedi Cinta Satu Malam

Tragedi Cinta Satu Malam
Perasaan Sunny


__ADS_3

Sunny menghampiri Antolin yang sedang duduk termenung di ruang prakteknya. Gadis itu membawakan secangkir kopi yang kemudian dia letakkan di meja dokter senior tersebut. "Kau terlihat lelah, senior. Sebaiknya istirahat dulu." ucap Sunny kemudian duduk berhadapan dengan Antolin dengan meja sebagai pembatasnya.


"Aku baik-baik saja, Sunny, kau tidak perlu mencemaskanku. Kenapa belum pulang?"


"Aku ambil lembur malam ini, tidurlah sebentar agar kau lebih segar. Jangan lupa minum kopinya , aku keluar dulu." ucap Sunny yang kemudian di balas anggukan oleh Antolin.


Diam-diam Sunny memiliki rasa pada Antolin tapi dia tidak pernah berani untuk mengungkapkannya karena Sunny tau jika dia mencintai Jessica. Sunny selalu berusaha menunjukkan perasaannya melalui sikapnya tapi sayangnya Antolin tidak peka apalagi menyadari perasaannya.


Namun Sunny mulai berani membuka diri dan menunjukkan perasaannya secara terang-terangan pada Antolin setelah tau bila Jessica akan segera dipersunting oleh pemilik Lu Empire, yang juga merupakan ayah biologis dari putranya. Dan Sunny memiliki keyakinan penuh jika suatu saat nanti Antolin akan bisa melihat ketulusan cintanya.


****


Mereka tiba di rumah pada pukul satu dini hari. Laurent dan Kevin sudah tidur saat dalam perjalanan tadi. Setelah membaringkan kedua buah hatinya di kamar mereka. Rey segera membawa Jessica keluar dari sana.


Rey langsung merebahkan tubuhnya pada kasur king size miliknya, sementara Jessica berada di kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Suara pintu kamar mandi di buka mengalihkan perhatian Rey. Laki-laki itu menoleh dan mendapati Jessica keluar dari dalam sana. Tubuhnya terbalut kemeja putih miliknya yang sedikit kebesaran dan panjangnya mencapai pahanya, Rey menyeringai membuat Jessica merinding sendiri.


"Aaahhh...!"


Wanita itu memekik kaget saat Rey menarik lengannya dan membanting tubuhnya ke kasur king size miliknya yang super empuk. Rey membelai pipi Jessica dan mengunci manik coklat miliknya.


Di tatap sedalam itu oleh Rey membuat semburat merah muncul di pipi Jessica, meskipun ini bukan pertama kalinya mereka bertatapan, tapi tetap saja Jessica merasa gugup jika melakukan kontak mata dengan pria bermarga Lu tersebut.


"Melihatmu gugup sepertiini membuatku ingin melahapmu bulat-bulat , Jess." bisik Rey dan detik berikutnya bibir Jessica sudah berada dalam pagutan bibirnya.

__ADS_1


Kedua tangan Rey membingkai wajah Jessica dan terus melum** bibirnya. Ciuman yang awalnya begitu lembut perlahan-lahan berubah menjadi ciuman panas yang menggairahkan. Ciuman Rey semakin lama semakin menuntut, seolah tak puas hanya melum** bibirnya saja.


Rey berusaha menemukan akses untuk bisa mendapatkan lebih. Seolah tau apa yang Rey inginkan, Jessica langsung membuka mulutnya dan menyambut lidah Rey yang mulai mengobrak-abrik mulutnya dan lidahnya mengabsen gigi Jessica satu persatu.


Tak ingin dianggurkan. Rey menggerakkan jari-jarinya pada paha Jessica yang perlahan naik menuju area sensitifnya. Milik Jessica sudah sangat basah, Rey menyeringai nakal.


"Milikmu sudah begitu basah, Sayang. Apakah itu artinya kau sudah siap dalam beberapa waktu ke depam?" ucap Rey sambil mengunci iris hazel Jessica. "Dan malam ini aku akan membuatmu menjeritkan namaku." bisik Rey dan menyeringai.


Jessica mengalungkan kedua tangannya pada leher Rey saat laki-laki itu kembali menyergap bibir ranumnya. Bagus posisinya saat ini berbaring, mungkin dirinya akan jatuh jika saja posisinya saat ini berdiri karna kedua kakinya telah bertrasformasi menjadi jelly.


Malam yang terasa dingin bagi orang lain justru terasa panas untuk Rey dan Jessica, dan malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.


.


.


Rey mengangkat salah satu tangannya, jari-jari besarnya ia gunakan untuk membelai wajah Jessica mulai dari alis, yang kemudian menuju matanya, jari Rey kemudian turun lagi menuju hidung mancungnya, lalu kedua pipinya dan terakhir bibirnya.


Sungguh betapa Rey sangat bersyukur pada Tuhan karena telah mempertemukannya dengan wanita ini. Wanita yang telah memberinya dua permata paling berharga di dunia, dan Rey bersumpah akan menebus semua kesalahan dan kebodohan yang pernah dia lakukan di masa lalu dengan menjaga dan melindungi wanita di sampingnya ini.


Di sadari atau tidak, Rey mulai jatuh cinta padanya. Dan Rey tidak tau sejak kapan perasaan itu muncul dan hadir di hatinya.


****


Rey menghentikan mobilnya di halaman rumah sakit tempat Jessica bekerja. Laki-laki itu tidak ikut turun dan langsung pergi karena ada rapat penting tiga puluh menit lagi.

__ADS_1


Dengan wajah berseri-seri. Jessica menghampiri Sunny dan Antolin yang sedang berbincang di depan UGD.


"Pagi." Sapa Jessica dengan senyum lebar yang tak pudar sedikit pun dari wajah cantiknya.


Sunny memicingkan matanya lalu meletakkan punggung jarinya pada kening Jessica. "Tidak panas." ucapnya.


Sontak Jessica menyentak tangan Sunny dari keningnya. "Apa kau fikir aku sudah gila." ucap Jessica sedikit kesal.


"Habisnya kau terlihat aneh hari ini. Senyum-senyum sendiri seperti orang gila, atau jangan-jangan kau habis memenangkan lotre semalam?" tebak Sunny asal.


Jessica bersedih dan menyentak tangan Sunny dengan kesal. "Sembarangan, mana mungkin dokter secantik aku ini bermain lotre? Bisa-bisa bocah itu mengomeliku habis-habisan." Tutur Jessica panjang.


"Oya Jess, apa kau datang bersama Rey? Apa dia yang mengantarkanmu kemari?" tanya Antolin memastikan.


Jessica mengangguk. "Jadi senior dan dia saling mengenal?" tanya Jessica memastikan.


Antolin mengangguk. "Aku dan dia bersahabat sejak remaja. Ya sudah aku pergi dulu." Antolin menepuk bahu Jessica dan Sunny lalu meninggalkan mereka begitu saja. Meninggalkan Jessica yang kini menatapnya dengan penuh kebingungan.


Jessica mengerutkan dahinya dan menatap kepergian Antolin dengan tatapan tak terbaca, entah hanya perasaannya saja tau memang benar adanya, jika Antolin terlihat jauh lebih dingin padanya selama beberapa hari ini. Antolin selalu berusaha menghindarinya setiap kali mereka bertemu, atau jangan-jangan Antolin tersinggung dengan perkataan-perkataan Kevin? Begitulah yang Jessica pikirkan.


"Aku rasa dia cemburu, kau tau sendiri bukan jika senior sangat mencintaimu." Ucap Sunny seolah mengerti apa yang Jessica fikirkan.


Jessica menarik nafas panjang dan menghelanya "Apa semua akan baik-baik saja, Sunny-ya? Bagaimana jika karena diriku persahabatan mereka jadi merenggang? Aku tidak mungkin bisa menjauhi Rey karena Laurent. Aku sudah terpisah sangat lama dengan putriku dan aku tidak ingin terpisah lagi darinya. Dan apakah salah jika kali ini saja aku ingin bersikap egois." Sunny memahami betul apa yang Jessica rasakan saat ini dan sulit berada diposisinya.


"Nanti saja kita fikirkan masalah ini. Sebaiknya sekarang kita bekerja atau kepala rumah sakit akan mengomeli kita lagi." Jessica mengangguk.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2