
Rey yang baru saja tiba bersama Jessica, buru-buru merebut pisau itu dari tangan Tiffany dan melemparnya begitu saja. Dua tamparan E
Rey hadiahkan pada mantan Istrinya tersebut.
"Kau benar-benar sudah tidak waras, Tiffany Hong." bentak Rey penuh emosi. "Dan wanita sepertimu tidak kayak dibiarkan tetap hidup."
Tiffany menatap Rey dengan tatapan menantang. "Apa? Kau ingin membunuhku? Ayo lakukan saja, kau fikir aku takut. Dan semua ini tidak akan terjadi jika saja wanita itu tidak kembali dan mengacaukan segalanya. Jessica, kenapa kau tidak mati saja."
Plakk..!
Kembali sebuah tamparan mendarat pada pipi Tiffany, saking kerasnya tamparan Rey sampai membuat kepala Tiffany menoleh kesamping.
"Kau benar-benar tidak waras, Tiffany Hong. Cepat seret keluar wanita ini dan kembalikan dia ke penjara. Pastikan dia mendapatkan hukuman yang berat.
"Baik Tuan."
"Yakk! Lepaskan aku. Rey Lu, berani-beraninya kau melakukan ini padaku? Lihat saja, aku pasti akan membunuh kalian semua. Lepaskan aku panda, jangan seenaknya menarikku." Teriak Tiffany sambil terus memukul tangan Tao.
Jessica menghampiri kedua buah hatinya dan memastikan keadaan mereka. "Kalian tidak apa-apa?" tanya Jessica memastikan. Laurent dan Kevin menggeleng, wanita itu menarik bahu mereka dan membawa keduanya ke dalam pelukkannya.
"Mami sangat takut, Mami takut kalian berdua kenapa-napa, tapi sekarang Mami lega kalian baik-baik saja."
"Karena anak-anakmu bukanlah bocah yang payah." balas Kevin menimpali.
Laurent melonggarkan pelukkannya dan menatap Jessica dengan mata berkaca-kaca. Dan hal itu membuat Jessica kebingungan
"Hei kenapa?" dengan lembut Jessica menyeka air mata Laurent yang menetes.
"Hiks, benarkah kau Mamaku? Mama, yang melahirkanku?" Jessica mengangguk "Tapi kenapa Mama baru datang sekarang? Kenapa Mama tidak menemaniku dari kecil?" tanya Laurent sekali lagi.
"Karena ada orang jahat yang sengaja memisahkan kita berdua, tapi Laurent tidak perlu cemas. Karena mulai sekarang kita akan bersama dan tidak akan terpisah lagi."
"Sungguh." Jessica mengangguk. Laurent menyeka air matanya dan berhambur memeluk Jessica, wanita itu tidak kuasa menahan air matanya. Dia begitu bahagia karena bisa berkumpul dengan kedua buah hatinya.
__ADS_1
Kevin beranjak dan berdiri di samping Rey. Bocah itu mendongak dan micingkan matanya melihat perban membalut pelipis kirinya. "Pa, apa yang terjadi padamu? Kau, kenapa bisa terluka seperti itu?" tanya Kevin sambil menunjuk pelipis kiri Rey yang terbalut perban dan plaster pada bawah mata kanannya.
"Wanita gila itu yang melakukannya. Dia datang ke kantor dan mengamuk. Temani adikmu, Papa akan mandi dulu." Rey menepuk kepala Kevin dan meninggalkannya begitu saja. Dan Rey merasa lega karena kedua buah hatinya baik-baik saja.
-
Tubuh Jessica terpaku di depan pintu saat melihat Rey yang baru keluar dari kamar mandi hanya berbaluk handuk putih yang melingkari pinggulnya dan bertelanja** dada.
Aroma maskulin yang begitu khas langsung berkaur di hidung Jessica ketika Rey keluar dari dalam sana. Tubuhnya yang basah sedikit berkilau oleh sinar lampu, dan rambut coklatnya yang biasanya di tata rapi kini terlihat acak-acakkan.
Dan ada satu hal yang tidak bisa membuat Jessica memalingkan matanya dari laki-laki itu, yakni tribal yang menghiasi tubuhnya.
Rey meletakkan handuk kecilnya kemudian berjalan menghampiri Jessica yang terlihat memalingkan wajahnya. Wajahnya menerah karna terlalu gugup. "Aahhh..!" Wanita itu tersentak saat Rey menarik lengannya dan membuat tubuhnya jatuh dalam pelukkan pria bermarga Lu tersebut.
Kedua tangan Jessica bertumpuh pada dada bidang Rey yang tidak tertutup sehelai bening pun. Rey melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Jessica dan menariknya lebih dekat hingga tubuh mereka menempel sempurna. Kali ini giliran bibir Rey yang membawa bibir Jessica pada bibirnya.
Salah satu tangannya berpindah pada kepala belakang wanita itu bersamaan dengan lidahnya memasuki mulut Jessica. Dan Jessica menyukai lidah Rey yang terasa hangat di dalam mulutnya. Lidahnya mengecap setiap inci dalam mulut Jessica dan mengajak lidahnya menari.
Bukan tarian lemah seperti dansa ataupun balet, melainkan seperti krump dance yang berirama cepat, agresif dan menuntut. Sesaat kemudian Rey melepaskan bibirnya untuk memandang Jessica beberapa saat, dan mengembalikan bibirnya pada bibir Jessica untuk mengecupinya beberapa saat sebelum melepaskannya.
'Ya Tuhan, sekujur tubuhku terasa terbakar oleh hasratnya.' Dewi batin Jessica di dalam sana berjingkrak kegirangan , dan tubuhnya memanas di bakar oleh gairah.
Rey melepaskan bibirnya. "Kau membuatku menggila, Jessica Astoria." Busik Rey.
Ia mengecupi tepian wajah Jessica hingga mencapai cuping telinganya. "Dan aku menginginkanmu detik ini." bisiknya lagi sambil menggigit telinga kanan Jessica. Ia tau jika di sana adalah bagian sensitive Jessica karena erangan yang keluar dari bibirnya.
Rey terus memanjakan telinga Jessica dan wanita itu menutup matanya menikmati sensasi menggelitik yang mengirimkan rasa nikmat keseluruh tubuhnya.
Rey mengecupi setiap inci wajah Jessica yang memerah, dan tubuh wanita itu memberikan respon yang luar biasa terhadap segala macam sentuhan bibir Rey yang sedari tadi bermain di sekitar wajah dan daun telinganya. Reaksi dari tubuh Jessica mengirimkan getaran pada pita suaranya sehingga beberapa kali mulut Jessica meloloskan erangan.
Jessica kembali menggerang ketika lidah Rey mengajak lidahnya menari, seperti sebuah tarian sensual nan panas yang diiringi oleh lagu erotis yang memikat. Sebelah tangan Rey yang berada dipinggang Jessica menariknya untuk menempel pada dada telanjangnya.
Bibir Jessica berkali-kali meloloskan erangan saat Rey menciumnya dengan lebih bergairah.
__ADS_1
"Ka-kau belum mengunci pintunya. Bagaiamana kalau anak-anak tiba-tiba masuk?" tanya Jessica sedikit gugup karna di tatap begitu dalam oleh Rey.
"Aku sudah menguncinya dan anak-anak tidak akan bisa menganggu kita, sudah tidak ada alasan lagi, Nyonya. Malam ini aku akan melahapmu dan membuatmu tidak bisa berjalan."
"A-apa?"
Rey terkekeh, laki-laki itu menakup wajah Jessica dan kembali menyergap bibirnya. ******* bibir atas dan bawahnya secara bergantian, Jessica sedikit kwalahan mengimbangi ciuman Rey yang semakin menuntut. Tapi dia juga tidak berdaya untuk menolaknya, tidak hanya berhasil membuatnya basah, Rey benar-benar memuaskan hasrat Jessica.
Salah satu tangan Rey sibuk membuka dress Jessica dan mencoba menanggalkan dari tubuhnya dengan bibirnya yang tetap sibuk mengecupi mulut hingga tulang selangkanya. Dan Jessica mencoba sebisanya, wanita itu mengangkat tubuhnya agar Rey lebih mudah menanggalkan dress itu.
Jari-jari Rey bergerak lincah dalam melepaskan pengait yang ada diantara bukit kembar Jessica. Dan tatapannya semakin liar ketika melihat payudara Jessica terlepas dari pelindungnya.
"Baby, aku semakin menginginkanmu." Bisik Rey di atas salah satu buah dada Jessica. Nafas hangatnya yang menyapu permukaan kulit dadanya membuat ujungnya mengeras dan nyaris terasa nyeri.
Jessica mendesah dan melengkungkan punggungnya saat salah satu puntingnya berada di dalam mulut hangar Jessica. Jessica meremas tengkuk Rey dan menariknya lebih dekat untuk menghisapnya lebih. Lidahnya bergerak dengan pola melingkar pada ****** Jessica, sedangkan tangan satu lagi meremas dan memilin putingnya yang lain.
Bibir Rey kembali pada bibir Jessica dan mencumbunya seperti tadi. Salah satu tangan Rey bergerak menelusuri tubuh Jessica, membelai pipinya dan sentuhannya semakin turun hingga menuju perut ratanya dan berlama-lama di sana.
Mata Jessica membelalak ketika tangan Rey menelusup masuk ke dalam kain tipis di bagian bawah yang sudah basah sejak pertama kali dia mencumbunya.
"Sepertinya beberapa saat lagi kau sudah siap untuk puncaknya, baby." bisik Rey setelah melepaskan tautan bibirnya.
Rey beranjak dari atas tubuh Jessica. Dalam satu kali tarikan, handuk itu berhasil Rey tanggalkan dari pinggulnya dan menjatuhkan begitu saja. Tubuh Jessica menegang dan wajahnya memerah melihat benda kebanggan milik Rey sudah berdiri tegap dan siap menghujam Miss-nya
"Kau ingin mencobanya?" tawar Rey.
Jessica menggeleng dan Rey tidak memaksanya. Laki-laki itu menempatkan ujung sosisnya di depan bibir Miss Jessica dan sedikit menggerakkannya. Wanita itu menutup matanya dan meremas sprei di bawahnya yang tidak berbentuk lagi saat Rey mendorong sosisnya untuk masuk ke dalam diri Jessica.
"Aaaaahhh..!!'
Jessica mendesah dan menggerang saat Rey menghujamkan sosisnya semakin dalam dengan gerakkan cepat. Hingga Jessica dapat merasakan diri Rey yang lain berada dalam tubuhnya.
Jika saja pria itu orang lain Jessica akan berfikir dua kali untuk melakukannya. Tapi dia tidak bisa menolak saat Rey yang melakukannya, karena Rey adalah sebuah pengecualian
__ADS_1
-
Bersambung