
Hari yang Jessica tunggu-tunggu akhirnya datang juga, setelah enam tahun berlalu, akhirnya dia memiliki sebuah kesempatan untuk balas dendam pada orang-orang yang dulu pernah menindas dirinya.
Malam ini akan ada pesta dikediaman keluarga Smit, dan Jessica berencana untuk datang dan memberikan sedikit kejutan pada ayah, nenek serta wanita yang selama ini dia tau sebagai adik angkat dari arahnya.
Saat ini wanita itu tengah mempercantik diri di kamarnya. Jessica ingin terlihat sempurna karena malam ini dialah pemeran utamanya. Tubuh rampingnya dalam balutan Nightingale Dress yang bertabur puluhan berlian dan ratusan kristal Swarovski. Gaun tersebut adalah gaun pemberian Rey, tentu itu bukanlah gaun murahan karena gaun itu memiliki harga yang sangat fantastis .
Jessica benar-benar tidak habis fikir dengan pria bermarga Lu tersebut, bagaimana bisa dia mengeluarkan US$ 30 juta hanya untuk sebuah gaun. Jessica sudah menolaknya tapi Rey tetap bersikeras hingga dia tidak memiliki pilihan lain selain menerima gaun tersebut meskipun dengan berat hati.
Kevin yang sedari tadi duduk bersila di atas tempat tidur ibunya hanya bisa menatap wanita yang telah melahirkannya itu dengan penuh kebingungan, memangnya pesta siapa sampai-sampai dia harus berdandan layaknya seorang Ratu.
"Jangan menatap Mami seperti itu, Kevin Smit!! Itu sangat mengerikan." Ucap Jessica yang hanya disikapi putaran mata jengan oleh bocah itu.
Kevin turun dari tempat tidur saat mendengar suara deru mobil yang memasuki halaman rumahnya. Terlihat seorang pria awal tiga puluan dan seorang bocah perempuan turun dari mobil tersebut. "Papi sudah datang, aku akan turun untuk menyambutnya." Kevin memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan meninggalkan Jessica begitu saja.
Tak berselang lama setelah kepergian Kevin, Rey datang menghampirinya. Laki-laki itu menghampiri Jessica dan langsung mencium bibir ranumnya.
Jessica menyambut baik ciuman Rey dan membiarkan laki-laki itu menginvasi bibirnya dengan sepenuhnya. Kedua tangan Jessica mengalung pada leher Rey, sedangkan tangan Rey memeluk pinggang ramping Jessica. Tapi ciuman mereka hanya berlangsung beberapa detik saja, mereka sama-sama takut jika tiba-tiba anak-anak masuk..
Rey mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celananya lalu menyematkan pada jari manis Jessica. "I-ini?" kaget Jessica melihat sebuah cincin berlian bermata biru tersemat dijari manisnya.
Angel Heart sendiri merupakan cincin turun temurun yang dimiliki oleh keluarga Lu, dan hanya menantu pilihan yang berhak memilikinya. "Ini adalah bukti jika aku benar-benar serius padamu." ucap Rey, Jessica merasa terharu dan langsung memeluk Rey
"Kau adalah satu-satunya yang pantas memakainya karena kaulah menantu keluarga Lu yang sesungguhnya, Jessica Astoria."
__ADS_1
"Aku tidak tau bagaimana harus mengutarakan perasaanku saat ini. Tapi, aku sangat bahagia, aku sampai menangis karna merasa terharu."
Rey menarik sudut bibirnya, laki-lali itu semakin mengeratkan pelukkannya pada tubuh Jessica dan seolah-olah tak pernah ingin melepaskannya.
Kemudian Rey melonggarkan pelukkannya dan menatap wajah Jessica yang berurai air mata, dengan lembut jari-jari besarnya menghapus lelehan bening yang mengalir dari sudut matanya.
"Sudah siap membuat pertunjukkan?" Jessica mengangguk. "Rapikan riasan wajahmu, aku akan menunggumu dibawah." Rey menepuk kepala coklat Jessica dan meninggalkannya begitu saja.
Dari ujung tangga, Rey melihat kedua buah hatinya sedang berbincang seperti sedang merundingkan sesuatu, tapi sayangnya Rey tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan karna jaraknya yang terlalu jauh.
Tapi hal itu tidaklah penting, melihat mereka berdua membuat perasaan Rey semakin mrmghangat. Dengan langkah tenang dia menghampiri keduanya dan gabung bersama mereka.
"Sepertinya sangat serius, bisakah Papa tau apa yang sedang kalian bahas?" tanya Rey seraya menempatkan Kevin dan Laurent dipangkuannya.
"Benarkah? Jadi kalian berdua ingin melindunginya? Papa akan bergabung bersama kalian berdua, bagaimana jika kita bertiga sama-sama beri pelajaran pada penjahat itu, saat mereka ingin menyakiti mami kalian?"
"Setuju." Laurent begitu bersemangat dan antusias, apalagi dia sangat membenci nenek dan nenek buyutnya yang selalu berpura-pura baik padanya padahal mereka sangat jahat, sama seperti Tiffany.
"Malam ini aku jamin nenek dan nenek buyut akan menerima balasan dariku karena hari itu sudah membuatku menangis, dan di depan semua tamu yang datang aku akan mengumumkan jika Papa dan mama Tiffany mau bercerai." Ujar Laurent panjang lebar.
Derap langkah kaki seseorang yang datang mengalihkan perhatian ketiganya, mereka menoleh dan mendapati Jessica tengah menuruni tangga dengan anggunnya. Rey kemudian bangkit dari duduknya untuk menyambut Jessica. Dan keempatnya berjalan beriringan menuju mobil mewah milik Rey yang terparkir di halaman.
Kevin tak bisa berkata-kata setelah berada di dalam mobil tersebut. Impiannya untuk menaiki mobil super mewah itu akhirnya bisa menjadi kenyataan, dan Kevin tidak menyangka bila ayahnya memiliki mobil super mewah yang selama ini menjadi impiannya.
__ADS_1
"Pa, aku ingin sukses sepertimu saat dewasa nanti, jadi kau harus mengajariku tentang bisnis."
"Kau tertarik pada dunia bisnis?" Rey menatap Kevin tak percaya.
Kevin mengangguk. "Sangat, aku ingin menjadi sukses seperti Papa, agar tidak ada orang yang bisa merendahkan Mami lagi." Rey menarik sudut bibirnya dan mengurai senyum setipis kertas.
"Tentu nak, Papa akan mengajarimu tentang bisnis dan Papa juga akan membuatmu sukses diusia muda." Rey merasa bangga pada Kevin, meskipun dia selalu bersikap dingin dan bermulut tajam. Tapi Kevin memiliki kepedulian yang sangat tinggi pada Jessica, dan itulah putranya, kebanggaannya.
Mereka telah tiba dikediaman keluarga Smit. Banyak mobil-mobil mewah yang terparkir di halaman rumah tersebut. Dari pakaian dan mobil-mobil yang mereka gunakan, tentu Jessica tau jika mereka bukanlah dari kalagangan menengah melainkan orang-orang kaya di negeri ini. Rey turun lebih dulu kemudian mengulurkan tangannya pada Jessica dan membantu wanita itu untuk turun.
"Semua rencana kita bisa berantakkan jika ada yang melihat kita datang bersama, kau dan Kevin masuklah terlebih dulu, aku dan Laurent akan menyusul." Jessica mengangguk. Ia sudah memikirkan hal ini tersebut.
"Aku mengerti, kalau begitu aku dan Kevin akan masuk terlebih dulu." Jessica menggenggam tangan mungil Kevin dan keduanya masuk bersama-sama.
"Boss, lalu bagaimana denganku? Masa iya aku hanya menunggu saja, bagaimana kalau kau bawa aku masuk bersamamu? Aku tidak akan membuat keributan dan justru akan membantu nyonya menciptakan pertunjukkan."
"Tidak boleh, Paman tiang tidak boleh masuk. Bukannya membantu, Paman pasti hanya akan mengacau saja. Sebaiknya Paman pergi saja, Pa, beri Paman tiang uang biar dia tidak menjadi ekor kita."
"Itu juga boleh, Boss. Itung-itung bonus." Rey mendesah berat.
Ia tidak tau kenapa Asisten pribadinya itu begitu mata duitan. Dia pun mengikuti saran dari Laurent, Rey memberikan sejumlah uang pada Chanyeol dan memintanya untuk pergi bersenang-senang. "Huaa, terimakasih Boss, kau memang yang terbaik. Jika ingin pulang segera hubungi aku, oke," Rey hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Lee Chan.
-
__ADS_1
Bersambung.