
Jessica berjalan lunglai menuju ruangannya. Tiga jam lebih berada di ruang operasi membuatnya merasa lelah. Sesekali ia menguap karena rasa kantuk yang tidak bisa dia tahan lagi. Jessica merasakan kantuk yang luar biasa.
Cklekk...
Suara decitan pintu di buka dari luar mengalihkan perhatian sosok pria yang sedang berbaring di sofa ruangan tersebut. Orang itu yang pastinya adalah Rey segera mengubah posisinya menjadi duduk, dan keberadaannya di sana tentu saja mengejutkan Jessica.
"Rey, kau ada di sini." Serunya lantang.
"Bagaimana operasinya? Lancar?" Jessica tersenyum kemudian mengangguk. "Aku lega mendengarnya.
Rey bangkit dari duduknya kemudian menarik Jessica ke dalam pelukannya dan mendekapnya erat. Meskipun awalnya merasa bingung, namun detik berikutnya sudut bibirnya tertarik ke atas. Jessica mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Rey.
"Ada apa? Kenapa kau memelukku begitu erat?" tanya Jessica dalam posisi yang sama.
Rey menggeleng. "Tidak apa-apa, aku hanya ingin memelukmu saja." Jawabnya.
Jessica melonggarkan pelukannya. Dan mengangkat wajahnya dari pelukan suaminya. Menatap wajah tampan itu dengan sudut bibir tertarik ke atas. "Aku senang melihatmu ada di sini. Apa kau mencemaskanku?" Rey mengangguk. Pria itu mengecup singkat bibir Jessica tanpa melum** ataupun memagut.
"Apa pekerjaanmu sudah selesai? Bisakah kita pulang sekarang? Kau terlihat lelah dan harus istirahat."
"Aku ganti baju dulu." Ucap Jessica yang kemudian di balas anggukan oleh Rey.
.
.
Mereka tiba di rumah tepat tengah malam. Jessica dan Rey langsung pergi ke kamar mereka yang berada di lantai dua. Mereka sama-sama lelah dan ingin segera beristirahat.
Jessica menjatuhkan tubuhnya yang terasa lelah pada kasur king size di dalam kamar itu. Sedangkan Rey pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sebenarnya Jessica sudah melarangnya untuk mandi ketika tengah malam. Tapi Rey mengindahkannya karena tubuhnya terlalu lengket oleh keringat.
Sepuluh menit kemudian Rey keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Singlet hitam dan celana panjang. Rey menghampiri Jessica setelah meletakan handuknya. Sudut bibirnya tertarik ke atas melihat wajah tenang wanitanya.
Kemudian Rey berbaring di samping Jessica dan memeluknya dengan erat.
Kedua mata Jessica kembali terbuka. Wanita itu mengangkat kepalanya dan mengecup singkat bibir Kissable suaminya.
__ADS_1
Seolah tidak rela, Rey menarik tubuh Jessica semakin dekat dan kemudian berbalik mencium bibir ranum Jessica. Memagutnya dan melum** dengan penuh perasaan. Namun ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik saja.
"Tidurlah. Aku akan memelukmu sepanjang malam." Ucap Rey dan kembali membawa Jessica ke dalam pelukannya.
Wanita itu menutup matanya, usapan lembut pada kepalanya segera menghantarkan Jessica menuju alam mimpi. Wanita itu terlelap dalam dekapan suaminya. Dan beberapa saat kemudian Rey juga mengikuti jejak Jessica. Keduanya tidur dengan saling berpelukan.
-
"Ada mayat!!! Ada mayat!!!"
Beberapa warga pinggiran sungai Hangang berteriak heboh ketika mereka menemukan mayat seorang wanita mengambang dipinggiran sungai. Beberapa warga langsung menariknya ketepian dan sayangnya tak ada satupun dari mereka yang mengenali wanita itu.
Dan karena tidak ada yang mengenalinya. Maka warga memutuskan untuk melapor pada petugas setempat.
Dan sementara itu. Tuan Smit yang tidak sengaja melintas di area Sungai itu langsung membelalakkan matanya melihat mayat Terra telah di temukan. Buru-buru pria itu pergi dari sana dan melaporkan hal tersebut pada ibunya. Dia tidak ingin sampai di penjara.
.
.
"APA!! Warga menemukan mayat Terra?" Tuan Smit mengangguk.
"Kita harus pergi dari sini dan mencari tempat tinggal baru. Jangan ada jejak, segera bakar gubuk ini dan tinggalkan beberapa tulang belulang di sini."
"Ibu benar. Aku akan melakukannya dengan segera."
-
Suara burung yang saling bersahut-sahutan berbunyi nyaring menyambut datangnya sang mentari di pagi yang cerah ini, berusaha untuk membangunkan setiap insan manusia yang masih nyaman terlelap di atas ranjang empuknya supaya tidak melewatkan momen terindah yang tercetak jelas pada saat pagi hari seperti ini.
Dan hal itu pula yang tengah di lakukan oleh seorang bocah perempuan satu ini. Laurent naik ke atas tempat tidur orang tuanya dan membangunkan Rey yang masih tertidur pulas.
"Papa, Papa, Papa... Cepat lah bangun, ini sudah siang. Bukankah Ayah sudah berjanji akan membawa kami pergi jalan-jalan? Jadi cepat bangun," Laurent terus berteriak sambil mengguncang lengan Rey yang terbuka.
"Sebentar lagi, Sayang. Biarkan Papa tidur sebentar lagi,"
__ADS_1
"Tidak mau!! Pokoknya Papa harus bangun sekarang juga!! Ayo, Papa harus bangun pokoknya atau aku akan menyiram Papa dengan air." Ancam Laurent dengan bersungguh-sungguh.
Rey mendesah berat. Kenapa putrinya ini selalu mengganggunya dan tidak membiarkan dirinya tidur lebih lama ketika di akhir pekan. Dengan enggan Rey membuka matanya.
"Iya, iya Papa bangun. Tapi bisakah sekarang kau turun dulu dari dada Papa?"
"Oke Papa. Oya, Papa segera mandi. Aku, kakak Kevin dan mama akan menunggu di bawah. Satu lagi, biar aku memilihkan pakaian untuk Papa. Papa harus terlihat cool dan sexy, oke!!"
Rey menatap putri kecilnya itu dan mendengus geli. Pasti Laurent akan memilihkan pakaian lengan terbuka untuknya. Tapi Rey tidak mau ambil pusing. Pria itu beranjak dari atas tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Dia tidak ingin membuat keluarga kecilnya menunggunya terlalu lama.
.
.
"PAPA...!!"
Laurent berteriak dan berlari menghampiri Rey yang sedang menuruni tangga kemudian melompat ke dalam gendongannya. Laurent terlihat sangat puas melihat pakaian yang Rey pakai saat ini, itu adalah pakaian pilihannya. Sebuah celana hitam panjang, long vest abu-abu dan tank top berwarna hitam pula.
"Wow, Papa sangat keren dengan pakaian ini. Bukankah aku memiliki selera fashion yang sangat luar biasa." Ujarnya. Kemudian Laurent menoleh pada Jessica. "Ma, menurutmu bagaimana? Bukankah Papa sangat tampan dan keren?" tanya Laurent antusias.
Jessica menatap penampilan suaminya dari ujung rambut sampai ujung kaki kemudian mengangguk. Dia setuju dengan putrinya. Rey memang terlihat tampan dalam balutan pakaian itu. Bahkan Jessica sampai merona melihat penampilan suaminya.
Laurent mendekatkan bibirnya pada telinga Rey kemudian membisikkan sesuatu. Rey memicingkan matanya dan bocah itu mengangguk. Kemudian Rey menurunkan Laurent dari gendongannya. Laurent menghampiri Kevin dan menariknya keluar.
"Yakk!! Bocah, jangan asal tarik saja." Seru Kevin melayangkan protesnya.
"Kakak Kevin, sebaiknya kau diam saja, oke!!"
Di sana hanya menyisahkan Rey dan Jessica. Ibu dua anak itu terlihat gugup melihat Rey menghampirinya dengan salah satu tangan di masukkan ke dalam saku celananya yang membuatnya terlihat semakin cool.
"Sebaiknya kita bergegas, pasti anak-anak sudah menunggu kita." Ucap Jessica berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Nanti saja. Mereka pergi jalan-jalan bersama Paman Nam. Bagaimana kalau pagi ini kita terbang menuju bulan." Ucap Rey kemudian mengangkat tubuh Jessica bridal style. "Aku ingin memakanmu dan menelanmu detik ini juga." Ucap Rey dan membuat kedua mata Jessica membelalak sempurna.
"APA!!"
__ADS_1
-
Bersambung.