Tragedi Cinta Satu Malam

Tragedi Cinta Satu Malam
Season 2 (Bab 10)


__ADS_3


l


Halo kakak-kakak sekalian. Jangan lupa buat baca juga new novel Author yang baru netes ya. CINTA TULUS UNTUK KUPU-KUPU MALAM. Like koment selalu di tunggu 🙏🙏🙏


-


Acara pernikahan berjalan dengan lancar. Semuanya terkendali sesuai rencana. Luna dan Kevin kini telah resmi menjadi suami istri. Mereka benar-benar bahagia. Sangat bahagia hingga rasanya tak sanggup lagi untuk bicara. Luna terutama.


Bahkan Kevin yang biasanya selalu memasang wajah dingin kini tampak bahagia. Sepanjang acara, ia tak lepas memandangi istrinya.


Pesta pernikahan mereka sangat sederhana karena memang tidak ada persiapan dan di lakukan secara mendadak. Selain itu, Luna juga tidak menyukai hal-hal yang berlebihan. Dan Kevin tau itu.


"Luna, selamat datang dalam keluarga Lu,.Nak. Mama sangat bahagia karena akhirnya kau menjadi bagian dari keluarga ini."Jessica menyeka air matanya dan kemudian memeluk menantu kesayangannya itu.


Laurent terlihat menangis sesenggukan. Gadis itu merasa bahagia dan juga iri melihat sahabat terbaiknya dan kakak tercintanya akhirnya menikah. Sedangkan Bian menangis di pojokan karena sedih dan patah hati. Wanita pujaannya kini telah di miliki oleh orang lain. Dan tak ada yang bisa dia lakukan selain merelakan.


"Kakak Ipar," Laurent merentangkan kedua tangannya dan berhambur memeluk Luna. "Aku sangat bahagia karena pada akhirnya kalian menikah juga. Aku ucapkan selamat untuk kalian berdua. Dan untukmu terutama. Semoga menjadi keluarga yang harmonis dan selalu bahagia." Ujar Laurent panjang lebar.


Luna tersenyum. Gadis itu mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan Laurent. Luna merasa terharu dan bahagia, dan saking bahagianya sampai-sampai Luna tak kuasa menahan air matanya.


-

__ADS_1


Malam sudah semakin larut dan pesta juga telah usai. Kedua insan yang baru saja melangsungkan pernikahan beberapa jam yang lalu itu baru saja tiba di rumah mereka. Ya, rumah yang telah disiapkan untuk mereka tinggali berdua, meski sebenarnya Jessica sudah menawarkan supaya mereka tinggal bersama. Namun mereka ingin mandiri dan tidak bergantung pada orangtua. Kevin ingin menghidupi Luna dengan hasil keringatnya sendiri.


Itu adalah rumah yang memang telah Rey siapkan untuk Kevin jika putranya itu sudah menikah. Tapi siapa yang menduga jika rumah itu akan di tempati lebih cepat dari yang Rey bayangkan.


Suasana canggung menyelimuti. Bagaimana tidak, mereka kembali bertemu belum lama ini di tambah lagi waktu berpacaran mereka hanya satu malam dan Kevin langsung meresmikannya.


Bagaimanapun juga, ini adalah pertama kalinya Luna berdekatan secara 'intim' dengan laki-laki. Biasanya kedekatannya dengan laki-laki hanyalah sebatas kedekatan antara teman satu kampusnya maupun sahabat. Ia tidak pernah pacaran. Dan ia memang menjaga dirinya untuk saat ini. Hanya untuk pria yang sangat ia cintai dia ngin berbagi.


Sebenarnya Luna sangat terkenal dengan dan popular di kampus, banyak lelaki yang mendekatinya dan berusaha mendapatkan hati sang tara. Tapi ia tidak banyak memberikan respon. Tak menghiraukan lebih tepatnya.


Kevin terkekeh melihat wajah memerah gadis yang beberapa jam lalu telah resmi menjadi istrinya. Kevin menghampiri Luna lalu mengangkat tubuhnya dan membaringkannya di atas tempat tidur.


"Kenapa kau terlihat begitu tegang, Sayang? Tenang saja, aku tidak akan memakanmu." Ucap Kevin lalu mencium singkat bibir Luna.


"Aku hanya gugup, bagaimana pun juga ini adalah pertama kalinya aku dekat dan seintim ini dengan seorang pria. Aku belum terbiasa,"


Sebelah tangan Kevin menggenggam jari-jari lentik Luna, sedangkan tangan lain membingkai wajah cantiknya. Tak ada pengalaman apalagi kemahiran dalam ciuman itu, maklum saja karena Luna belum pernah berciuman sebelumnya.


Kevin mengakhiri ciumannya satu menit kemudian. Pemuda itu tersenyum simpul. "Aku tidak akan melakukan apapun padamu sampai kau sendiri yang memberikan dirimu padaku, aku tau kau masih belum siap, aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap melakukannya. Sekarang tidurlah, aku akan mandi dulu setelah ini aku menyusulmu." Ujar Kevin sambil membelai rambut panjang Luna. Kevin bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


Luna melompat turun dan langsung memeluk Kevin dari belakang. Membuat langkah Kevin langsung terhenti. Kevin mengangkat tangannya dan meletakkan di atas jari-jari Luna yang memeluknya.


"Ada apa? Apa kau ingin mandi bersama?" Kevin melirik Luna yang tampak merona setelah mendengar kalimat yang keluar dari bibir suaminya.

__ADS_1


Luna memukul Kevin. "Mesum," Kevin terkekeh. Pemuda itu melepaskan pelukan Luna kemudian berbalik, posisi mereka saling berhadapan.


"Kalau kau tidak bisa tidur, kau bisa menungguku." Kevin menakup wajah Luna dan kemudian pergi begitu saja.


Luna menekan jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang. Dadanya rasanya ingin meledak. Antara bahagia, terharu dan tidak percaya. Ternyata Kevin adalah pria yang begitu to the poin. Kevin tak suka basa-basi seperti kebanyakan pria. Dan menikah di usia muda ternyata tidaklah buruk.


-


Luna adalah jenis orang yang senang menunjukan afeksi dengan sentuhan. Seerti berpelukan. Berciuman. Berbaring bersama, saling merengkuh. Menyentuh dan masih banyak lagi.


Tapi hal itu tidak ia tunjukkan secara terang-terangan pada pria yang kini telah resmi menjadi suaminya. Bukan karena tidak mau, hanya saja Luna merasa takut, dia takut jika Kevin akan menganggapnya sebagai gadis murahan.


Mereka baru saja tiba di kampusnya. Berbeda dari hari-hari sebelumnya. Kini mereka berdua datang bersama. Awalnya Luna merasa ragu jika pernikahannya dengan Kevin akan di ketahui banyak orang. Bukan karena Luna ingin merahasiakannya. Tapi Luna takut Kevin tidak akan sangat tidak nyaman jika seluruh kampus tau jika mereka menikah muda.


Tapi sepertinya hal itu salah. Karena Kevin justru berinisiatif menunjukkan pada semua orang jika Luna adalah miliknya. Kevin menggenggam tangan Luna dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan parkiran. Saling menatap dan tersenyum hangat. Tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata yang tengah berembun menyaksikan kebersamaan mereka.


Pukk...!!


Pemilik mata itu menoleh dan mendapati seorang gadis berdiri di sampingnya. "Sudahlah Bian, relakan dia bahagia. Lagipula gadis di dunia ini bukan hanya Luna saja. Kau pasti bisa mendapatkan yang seperti Luna. Jadi tetap semangat dan jangan terlalu lama patah hati." Gadis itu 'Teresa' mencoba menghibur Bian yang sedang broken heart karena gadis pujaannya menikah dengan pria lain.


Bian menyeka air matanya dan berhambur memeluk Teresa. "Huaa...!! Teresa aku sangat sedih dan aku patah hati. Luna, dia memilih anak baru itu dan mereka sudah menikah." Ujarnya terisak.


Teresa mendengus berat. Gadis itu membalas pelukan Bian dan mengusap punggungnya dengan gerakan naik turun. Mencoba menghibur pemuda itu yang sedang patah hati. Dan Teresa hanya bisa berharap semoga Bian bisa segera melupakan Luna kemudian melihat keberadaannya.

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2