Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)

Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)
Ungkapan Rasa


__ADS_3

Felix terus mengejar Barbara hingga mereka berada di parkiran Club tersebut.


"Barbara dengarin aku." Felix membentak kasar.


Untuk pertama kalinya ia membentak seseorang dan itu Barbara.


"Kalo emang mereka sahabat kamu yang tulus, pertama mereka nggak akan ngasih kamu tantangan yang bisa membahayakan nyawa kamu. Kebayang kalo orang yang kamu temuin bukan aku pembunuh bodoh yang bisa tiba-tiba cinta sama kamu, tapi malah pembunuh kelas kakap berdarah dingin. Kamu mau jadi apa? mati konyol ditangan orang itu?" Felix kesal benar-benar kesal.


"Kedua, sahabat nggak akan larang kamu untuk jatuh cinta sama siapapun, sahabat harus nya jadi orang yang ikut senang lihat kamu bahagia, bukan nya malah berusaha membuat kamu down sama hubungan yang baru aja kamu bangun." Felix melanjutkan perkataannya.


"Ketiga, seorang sahabat nggak akan pernah menghina sahabatnya hanya karena sahabat nya menyerahkan diri sama orang yang dia cinta. Mereka menghina kamu Bar, mereka menghina kamu sedangkan mereka apa? Kita bakal nikah Bar, tapi mereka? Mereka nggak ada sedikit pun keyakinan akan membawa hubungan untuk berkomitmen lebih jauh." Felix masih meneruskan perkataan nya.


Barbara hanya diam mencerna setiap perkataan nya.


"Dan yang terakhir Bar. Aku cinta sama kamu. Aku sayang sama kamu. Aku cuma mau sama kamu. Bukan cuma mau tubuh kamu aja, tapi semua yang ada dalam diri kamu Bar. Semua nya terutama hati dan cinta kamu. Kamu tadi jadi meragu kan gara-gara perkataan mereka yang bilang aku cuma mainin kamu doang, aku cuma mau enak nya doang, iya kan?" Felix bertanya berharap Barbara bersuara.


Barbara diam seribu bahasa.


"Aku akui tubuh kamu bikin aku pengen lebih dan lebih, aku nggak munafik. Tapi ingat Bar, aku juga berusaha sekuat hati menjaga kamu sampai akhirnya kamu mau nyerahin sama aku. Aku akui aku sombong karena bisa jadi yang pertama yang mendapatkan mahkota kamu. Tapi aku juga pengen nya jadi yang terakhir dan satu-satunya Bar. Aku udah nggak bisa kehilangan kamu. Aku akui aku salah karna udah mancing kamu, dan jujur aku sengaja lakuin itu. Aku pengen milikin kamu seutuhnya Bar. Aku nggak mau kamu pergi dari aku. Aku pengen ngikat kamu selamanya sama aku." Felix mengatakan Semua itu dengan suara lantang bahkan tidak jarang bersuara keras dan menekan.


"Kamu pembunuh Fel." Barbara akhirnya bersuara.


"Dari awal kamu tau aku pembunuh Bar. Tapi kamu juga yang mencoba menerobos dinding pertahanan aku dengan segala keberanian kamu sampe bikin aku akhirnya ngijinin kamu masuk kedalam hidup aku." Kali ini suara Felix melemah.


"Aku udah nggak bisa kalo harus kehilangan kamu. Aku bukan cuma cinta sama kamu tapi kamu benar-benar udah jadi jantung aku Bar." Felix mengungkapkan semua perasaannya.


Perasaan pertama dan satu-satunya hanya untuk Barbara.


"Kalo kamu minta aku buat nggak ngebunuh lagi aku bakal lakuin, sekalipun itu harus di ganti nyawa aku." Felix mengatakan itu dengan serius.


Barbara bingung dengan kalimat Felix.


"Intinya aku cinta sama kamu Bar. Cinta bukan karena cinta mau enak nya doang, tapi cinta pake hati Bar." Felix benar benar serius tidak berbohong sedikit pun.


"Kita pulang ya Bar, please." Felix meraih tangan Barbara dalam genggaman nya.

__ADS_1


Barbara hanya mengangguk dan terus mencerna setiap perkataan Felix.


Felix menuntun Barbara masuk kedalam mobilnya.


"Apa kamu benar-benar secinta itu sama aku Fel? Tapi kenapa? Aku cuma perempuan biasa yang nggak ada kelebihan nya. Kenapa kamu bisa milih aku?" Barbara membatin seolah bertanya pada Felix.


Felix segera melajukan mobilnya meninggalkan Club tersebut dan kembali ke rumah nya.


Felix berharap Barbara bisa percaya pada nya, percaya pada setiap kejujuran nya. Felix tidak akan pernah membohongi Barbara, dan hanya Barbara


Barbara hanya diam dan terus mencerna setiap perkataan Felix.


Rasanya terlalu mustahil jika Felix bisa mencintai nya hanya dalam waktu beberapa hari.


"Bar, kita nikah yah?" Felix kembali melamar Barbara, anggap saja begitu.


"Tapi kenapa Fel? Kenapa aku?" Barbara bingung.


Felix memilih menepikan dan menghentikan mobilnya.


"Jujur Bar, karena kamu virgin saat aku nyentuh kamu. Tapi alasan terkuat adalah aku cinta sama kamu dan cuma kamu yang sanggup ngimbangi sifat keras aku. Kamu hebat Bar." Felix kembali mengungkapkan perasaan nya dari lubuk hati yang paling dalam.


Felix kemudian meraih ponsel Barbara dari dalam tas genggam nya.


Ia mencari kontak Papa nya Barbara lalu menghubungi Papa Barbara.


Panggilan dengan ajaib nya langsung di jawab oleh Papa Barbara.


"Hallo kesayangan Papa, gimana udah kepikir mau pulang?" Papa nya langsung menyapa putrinya terlebih dahulu.


"Ekhem..om ini Felix. Maaf om udah lancang, tapi aku pengen nikah sama Barbara." Felix berucap jujur sedikit gugup.


Barbara yang baru menyadari Felix menelpon Ayahnya segera berusaha merebut ponsel nya kembali, namun tubuhnya didekap erat oleh Felix.


"Uhuk uhuk..kamu serius? Kok tiba-tiba nikah? Barbara aja nggak pernah cerita kalo dia punya pacar." Papa Barbara berusaha mencerna lamaran Felix yang sangat tiba-tiba.

__ADS_1


"Iya om. Sebenarnya kami baru bersama beberapa hari. Tapi aku sangat minta maaf om karena aku udah maksa Barbara tidur sama aku dan merenggut mahkota Barbara. Jadi aku mohon ijinin aku nikahin Barbara." Felix meminta dengan tulus sedangkan Barbara sudah hampir mati karena kegilaan Felix.


Hening.


"Om, aku mau nikah sama Barbara bukan cuma karna rasa bersalah dan rasa tanggung jawab ku, tapi aku cinta mati sama Barbara. Nggak mau kalo Barbara nikah sama yang lain dan malah nggak bahagia." Felix kembali berkata memecah keheningan.


"Hah." Papa Barbara menghela nafas kasar.


"Gini Felix, kalo kamu memang mencintai Bar dan mau bertanggung jawab nikahin dia, om sangat bersyukur. Tapi alangkah baiknya kalo kita atur waktu entah itu kami yang kesana atau kalian yang kesini untuk membicarakan semua ini secara nyata dan mengatur semuanya dengan baik." Pap Barbara berucap lembut.


Barbara memberi kode pada Felix agar mereka yang kembali ke Australia.


"Bar, mau nya aku sama dia yang ke Australia om. Boleh om?" Felix bertanya kaku.


"Ya udah. Kapan baik nya kalian bisa pulang kesini, segera pulang dan urus semua nya. Terserah kalian mau sederhana atau mewah atau apapun itu. Papa cuma mau Bar bahagia sama pilihan nya." Papa Barbara berucap terharu.


Barbara adalah putri kecilnya yang selalu dia jagai, tapi hari ini malah mendapat kabar putrinya sudah memiliki kekasih dan ingin menikah.


"Iya om. Nanti aku sama Bar nentuin waktu yang tepat untuk kami pulang kesana om. Makasih om, om udah ngijinin aku nikahin Bar." Felix bahagia.


Setelah Papa Barbara berkata, panggilan pun diakhiri.


"Kamu nggak bisa nolak lagi Bar." Felix berucap namun Barbara hanya diam.


"Bar.." Saat Felix melihat Barbara, ternyata Barbara tertidur dalam dekapan nya.


"I love you Bar." Felix berucap mengecup sayang puncak kepala Barbara, lalu memposisikan Barbara dengan benar.


Ia kembali menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah nya.


...~ **To Be Continue ~...


******


Kira-kira jadi nikah nggak FelBar nya?

__ADS_1


Like dan komentar jangan lupa yah.


Makasih**.


__ADS_2