Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)

Truth Or Dare? (Terjebak Cinta Pembunuh Psikopat)
Piknik bersama


__ADS_3

"Sayang, bagusnya Fera pake baju yang mana?" Barbara bertanya bingung pada Felix.


Seperti yang direncanakan, hari ini sudah masuk akhir pekan dan mereka akan piknik bersama.


"Yang mana aja bagus sayang." Felix menjawab asal.


Felix pun sebenarnya bingung harus memilih baju yang mana untuk Fera.


"Eh, bukannya kamu ada beli baju couple buat kita bertiga waktu itu yah? Pake itu aja lah sayang." Felix memberi ide saat terpikir tentang pakaian couple yang pernah Barbara beli beberapa bulan lalu.


"Em..suamiku emang paling pinter." Barbara seketika bersemangat dan mengecup pipi Felix membuat Felix tersenyum penuh arti.


Barbara segera melenggang menuju lemari pakaian mereka dan mengambil pakaian couple yang dimaksud.


Barbara lupa bahwa ia menaruh pakaian tersebut agak tinggi hingga saat ini ia kesulitan untuk menggapainya.


GLEP


Felix tiba-tiba mengangkatnya dari belakang, hingga ia berhasil mengambil pakaian tersebut.


Felix menurunkan istrinya, namun dengan cepat ia menghimpit tubuh Barbara menempel pada lemari mereka.


"Kalo butuh bantuan ngomong sayang." Felix menyambar bibir Barbara dengan lembut


"Um..Fel.." Barbara melenguh tertahan merasakan tangan Felix mulai menggerayangi tubuhnya.


"Mau kan Bar?" Felix menghentikan aksinya dan menatap istrinya.


Barbara mengangguk "Tapi nanti, sekarang kita udah hampir telat." ucap Barbara dan melenggang dari hadapan suaminya dengan wajah bersemu merah.


Felix tersenyum bahagia karena akhirnya istrinya mengijinkannya untuk kembali menyentuhnya, walau belum sekarang.


"Ini punya kamu." Barbara melempar pelan kaos berukuran besar pada Felix dengan tulisan "I'm a Daddy" pada Felix.


"Pakein." Felix merengek manja.


"Iya nanti. Aku gantiin Fera dulu." Barbara memakaikan baju yang berukuran kecil pada Fera dengan tulisan "I'm their daughter"


Baju couple mereka berwarna biru langit.


Selesai memakaikan pada baby Fera, kini giliran Barbara mengurus bayi dewasanya.


"Sini." Barbara mengambil baju tersebut dari tangan Felix lalu membuka kaos yang dikenakan Felix sekarang.


Saat ia hendak memakaikan baju tersebut pada Felix, Felix malah merangkul pinggangnya hingga mereka menempel sangat intim.


Felix kembali menikmati manisnya bibir istrinya dengan tangannya membuka kancing baju Barbara yang kebetulan berada di bagian belakang.


"Ah..Fel.." Satu desahan yang Barbara tahan dari tadi lolos begitu saja saat Felix mulai mencumbu leher putihnya bahkan kini turun hingga ke belahan dada nya.


"Nyonya itu ... akh maaf maaf saya nggak lihat." Tasya tidak sengaja melihat aksi panas mereka karena masuk tanpa ijin.


Barbara gelagapan dan tersipu malu sedangkan Felix tidak merasa bersalah sedikitpun malah tersenyum manis.


"Udah pake cepet." Barbara akhirnya memakaikan baju tersebut pada Felix, kemudian Felix meminta milik Barbara yang bertuliskan "I'm a Mommy" dan memakaikan pada Barbara.


Barbara tidak sadar kalau Felix meninggalkan kiss mark cukup besar di lehernya.


"Udah yuk..entar terlalu siang nggak asyik." Barbara menggendong baby Fera dan membawa tas yang berisi perlengkapan milik baby Fera.

__ADS_1


"Sini, Fera aku yang gendong." Felix mengambil alih baby Fera dari tangan Barbara.


Merekapun keluar dari kamar dan segera turun kebawah. Mereka sudah tidak mendapati keberadaan Tasya didepan kamar mereka.


"Ih, anak ku gemes banget." Frans yang ternyata sudah menunggu mereka pun tanpa malu langsung merebut baby Fera dari tangan Felix.


"Sayang banget Papa kamu udah berubah saat ini baby, kalo nggak mah aku yang udah jadi Papa kamu." Frans berbicara pada baby Fera, baby Fera malah cekikikan.


"Makanya ajak tu Tasya, bikin." Felix memberi usul nakal.


"Kamu pikir apaan? Main bikin-bikin. Nikah dulu lah.." Barbara menimpali.


Felix terkekeh sedangkan Frans menatap kesal keduanya hingga matanya menangkap kiss mark dileher Barbara.


"Aku nggak kayak seseorang, anak masih kecil aja udah gila mau nambah." Frans menyindir.


Barbara yang tidak merasa pun memilih untuk mencari Tasya.


"Frans." Felix memanggil kakak tirinya itu.


"Apa?" Frans bertanya ketus namun selalu tersenyum pada baby Fera.


"Makasih." Felix berucap lembut.


"Buat apa?" Frans bertanya pura pura tak mengerti.


"Buat semuanya. Makasih udah lindungi Barbara dan anak kami. Makasih udah jagain mereka saat aku sendiri berpikir untuk menyakiti mereka. Intinya, makasih buat semua yang kamu lakuin buat Barbara dan anak kami." Felix berucap dengan tulus.


"Santai aja kali. Aku kan emang spesialis jagain istri anak orang. Hahaha." Frans tertawa besar dan baby Fera malah ikutan tertawa.


Felix hanya mengulum senyum melihat tingkah kedua orang yang sepertinya sudah memiliki kedekatan sejak Fera masih di dalam kandungan.


"Apaan? Jatuh cinta sama aku? Maaf, tapi aku masih lurus belum bengkok." Frans menjawab sambil berkelakar.


"Kita baikan ya? Kita jadi keluarga seperti keluarga seharusnya. Kakak adik seharusnya." Felix mengajak Frans berbaikan tanpa Frans duga.


Frans mematung sedangkan baby Fera menepuk wajahnya berulang kali.


"Nggak jawab aku anggap iya." Felix memutuskan jawaban secara sepihak.


"Berarti nama kamu sekarang Frans Lorenzo." Felix kembali membuat keputusan secara sepihak namun sukses membuat Frans terharu hingga hendak meneteskan air mata namun sekuat tenaga Frans tahan.


Frans tidak menyangka, dirinya yang selama ini hanya dianggap anak haram bahkan oleh Ayah kandungnya sendiri yaitu Ayahnya dan Felix, akhirnya kini mendapatkan pengakuan dan nama belakang dari adik tirinya.


"Udah nggak usah nangis. Cengeng. Udah tua, malu sama bayi." Felix menggoda kakaknya dan merebut baby Fera kembali.


"Panggil aku kakak! Panggil nggak? Panggil nggak? Ya nggak lah, masa panggil." Frans langsung merangkul dan mengacak rambut adi tirinya.


"Nggak. Kalau harus manggil kamu kakak, sumpah aku nggak bisa. Geli." Felix menolak perintah Frans yang ini.


"Makasih. Makasih akhirnya kamu mau nerima aku sebagai keluarga kamu." Frans memeluk Felix dan baby Fera bersamaan.


"Oh, pantesan dia nggak mau sama saya Nyonya, rupanya dia itu maunya sama suami Nyonya." Tasya berkelakar menghampiri kedua pria dewasa dan bayi itu bersama Barbara.


Frans langsung melepaskan pelukannya dari Felix dan baby Fera.


"Hush, sembarangan kamu. Suami saya nggak bengkok. Bahkan saat ada masalah sama saya aja, dia selalu nyari diluar." Barbara menyindir Felix.


Felix langsung memeluk posesif istrinya.

__ADS_1


"Maaf, aku salah." Felix meminta memelas.


"Iya iya. Udah ah, berangkat yuk.." Barbara mengajak mereka semua untuk berangkat.


Mereka memutuskan untuk berangkat bersama hanya dengan satu mobil.


Rencana pertama mereka adalah kesebuah taman yang indah dan memang diperuntukkan untuk keluarga yang ingin berpiknik.


Hampir dua jam di perjalanan akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.


Barbara menggendong baby Fera dan Tasya turun terlebih dulu untuk mencari tempat, hingga pilihan mereka jatuh pada area sekitar yang dilindungi oleh sebuah pohon besar yang cukup rindang, sedangkan Frans dan Felix menurunkan semua barang bawaan mereka.



Felix menghamparkan tikar besar bawaan mereka, dan Frans menata berbagai makanan yang mereka bawa, mulai dari makanan berat hingga ringan. Tak lupa juga dengan berbagai minumannya.


Piknik pun dimulai.


Mereka memulai piknik dengan hal sederhana yaitu berbincang kecil.


"Frans, udah deh jangan banyak milih. Tasya itu wanita yang baik." Barbara menyarankan Tasya pada Frans.


Frans hanya diam dan menatap Tasya lekat.


Frans tidak berbohong, jika saat bersama Tasya ia merasa nyaman bahkan lebih nyaman dari saat ia bersama Barbara dulu.


"Okay, siapa takut. Tapi aku nggak mau langsung nikah. Kita harus saling mengenal lebih jauh dulu." Frans akhirnya menerima usul Barbara.


"Tapi saya udah nggak vir..." Tasya belum selesai berbicara namun Frans dengan berani mengecup bibirnya membuat Tasya membungkam.


"Ohho.." Felix bersorak riang melihat aksi Frans.


"Bawa kekamar gih.." Felix menghasut kakak tirinya dan mendapat tepukan keras dari Barbara di lengannya.


"Yah, kalian emang harus saling mengenal dulu baru setelah itu bisa mutusin kelanjutan hubungan kalian." Barbara setuju dengan keputusan Frans.


"Eh, yang ini enak deh, coba." Barbara mengambil sepotong kue dan menyuapi Felix.


Felix menerima suapan Barbara dengan ceria sedangkan baby Fera sedang tertidur diatas perutnya.


Felix menepuk paha Frans memberi kode agar Frans tidak terlalu kaku pada Tasya.


"Tasya, kita kesana yok..tepi danau." Frans berinisiatif mengenggam tangan Tasya dan membawa Tasya berdiri lalu melangkah meninggalkan keluarga kecil yang mulai harmonis itu.


"Sayang, gimana kalo kita perpanjang liburan kita aja. Sekalian kan kita kasih mereka kesempatan untuk mengenal lebih jauh." Felix memberi usul dan tangannya setia menggenggam tangan istrinya sesekali mengecup punggung tangan Barbara.


Barbara memutuskan untuk berbaring disamping Felix.


"Aku mah setuju aja. Berarti setelah ini kita ke pantai aja, sekalian booking hotel." Barbara juga memberi saran.


Felix mengangguk setuju.


...~ To Be Continue ~...


#####


Reader sayang, mampir juga yuk di karya baru ku yang judulnya "TWINS (Belenggu Gangster Kejam)"


Jangan lupa tinggalkan jejak..makasih sebelum nya.

__ADS_1


__ADS_2