
...NOTE : Area Khusus Dewasa!!!...
...Bijak Dalam Memilih Bacaan!!!...
.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah kurang lebih tujuh belas jam, Felix dan Barbara akhirnya sampai di Las Vegas.
Hari sudah sore saat mereka mendarat di Las Vegas.
"Capek sayang." Barbara mengeluh manja dan memeluk erat suaminya.
Mereka kini sudah berada di dalam mobil. Felix meminta bawahannya untuk menjemput mereka tadi.
"Ya udah. Kamu tidur dulu. Nanti kalo udah sampe aku bangunin." Felix menjawab lembut sambil mengelus rambut istrinya.
Barbara pun menurut.
Ia mulai memejamkan mata nya hingga perlahan pun terlelap.
Felix setia menatap wajah teduh sang istri yang selalu cantik dimatanya.
"Makasih udah milih aku sayang." Felix mengecup sayang puncak kepala Barbara.
Perjalanan yang cukup jauh untuk sampai ke rumah Felix.
Hingga Felix juga ikut terlelap.
.....
"Tuan, kita sudah sampai." Bawahannya membangunkan Felix pelan dan sopan.
"Engh." Felix melenguh pelan dan perlahan membuka matanya.
"Kita sudah sampai." Bawahannya mengulangi perkataannya.
Felix hanya mengangguk tanda mengerti.
Perlahan ia melepaskan pelukan Barbara dari tubuhnya lalu ia turun dari mobil.
Ia tidak berniat membangunkan istrinya jadi dia memutuskan untuk menggendong Barbara.
Namun baru saja ia hendak menggendong Barbara, Barbara malah bangun dari tidurnya.
"Eng, kita udah sampe yah?" Barbara bertanya memastikan.
Felix tersenyum dan mengangguk.
Ia mengulurkan tangannya menuntun Barbara turun dari mobil.
Barbara merenggangkan otot nya yang kaku.
Felix menggenggam tangan istrinya untuk memasuki rumah mereka.
"Aku nggak nyangka akhirnya bakal tinggal terus dirumah ini. Awalnya mikir bakal hilang nyawa dirumah ini." Barbara berucap sambil memperhatikan sekeliling rumah Felix.
Felix tersenyum dan meraih pinggang istrinya, merangkul nya posesif.
Sesekali ia mengendus wangi leher Barbara.
Barbara membiarkan suaminya, ia sudah tahu niat dan tujuan suaminya selanjutnya.
Mereka terus berjalan hingga masuk kedalam kamar mereka.
__ADS_1
Barbara menghempaskan tubuhnya sendiri diatas kasur empuk mereka.
"Aku siapin air hangat buat kita mandi yah." Felix memberi usul yang diangguki istrinya.
Felix pun segera masuk kedalam kamar mandi, mengisi bathup dengan air hangat.
Setelah itu ia keluar lagi, tujuannya adalah istrinya.
Melihat istrinya masih terlentang di atas kasur, ia pun naik ke atas istrinya dan mulai mencumbu istrinya.
"Nanti Fel, belum mandi." Barbara salah paham mengira suaminya ingin sekarang.
"Iya. Aku bukain pakaian kamu doang, terus kamu bukain punya ku." Felix berucap dengan nada sensual tepat di telinga istrinya lalu meniup pelan telinga Barbara membuat Barbara menengang.
Setelah selesai menanggalkan pakaian istrinya, kini ia membalikkan posisi hingga Barbara diatasnya.
Barbara juga melakukan hal yang sama.
Mencumbu suaminya sambil melepaskan pakaian nya.
Setelah selesai, Felix sigap menggendong Barbara dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.
Dengan hati hati ia menaruh Barbara didalam Bathup, lalu dirinya masuk dan duduk di belakang Barbara.
Ia memeluk Barbara dari belakang sambil mencumbu punggung mulus istrinya tanpa berniat lebih.
Barbara mengijinkan suaminya.
Cukup lama mereka berendam dan saling membelai tubuh mereka.
Setelah itu mereka segera menyelesaikan ritual mandi mereka.
Felix meraih handuk untuk menutupi tubuh istrinya lalu juga menutupi tubuh bawah nya dengan handuk.
Ia menuntun istrinya keluar dari kamar mandi dan mendudukkan istrinya di kursi meja rias dikamar mereka.
Felix menghidupkan hairdryer dan mengeringkan rambut Barbara.
Barbara sangat bersyukur memiliki suami yang begitu romantis dan memperlakukan nya bak seorang ratu.
Setelah dirasa rambut istrinya cukup kering, Felix mematikan hairdryer di tangannya dan meletakkan kembali pada tempatnya.
"Kamu cantik sayang." Felix memuji istrinya dengan lembut membuat Barbara tersenyum tersipu.
"Mau kan?" Felix bertanya singkat.
"Tugas aku sebagai istri kamu kan?" Barbara bertanya menggoda suaminya.
Felix tersenyum.
Dengan lembut Felix mulai mencumbu istrinya dari belakang.
Barbara memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan dari suaminya.
"Fel..akh.." Barbara mendesah dan meringis bersamaan saat Felix menggigit pundak mulus nya.
Felix hanya tersenyum.
Ia membalikkan tubuh istrinya lalu mengangkat Barbara naik, duduk di atas meja rias nya yang memang belum tertata apapun.
Ia membuka handuk yang menutupi tubuh istrinya dan melempar sembarangan.
Ia memandangi sejenak tubuh indah istrinya yang selalu membuatnya kecanduan.
Barbara menunduk tersipu.
Felix mulai menyambar bibir istrinya dengan lembut lalu perlahan menjadi menuntut.
Barbara melingkarkan tangannya pada leher Felix, dan kakinya pada pinggang suaminya.
Mereka berciuman panas cukup lama.
Hingga akhirnya, Felix melepas tautan bibir mereka.
Felix kembali mencumbu leher istrinya sambil memainkan dua gundukan kenyal milik istrinya.
"Akh..Fel.." Barbara kembali mendesah.
__ADS_1
Felix tentu saja semakin bersemangat.
Perlahan cumbuan nya semakin turun hingga ke surga pribadi milik sang istri.
Barbara menjambak rambut suaminya saat merasakan sensasi yang diberikan oleh suaminya pada area pribadi nya.
Felix yang merasa istrinya sudah berada di puncak pun segera berdiri lalu menyatukan milik mereka setelah melepaskan handuk yang melingkar di pinggang nya.
Felix memaju mundurkan pinggul nya perlahan hingga semakin cepat.
Tangannya setia memainkan gundukan kenyal milik istrinya.
"Fel sakit.." Barbara merintih saat Felix menggigit kulit tulang selangka nya.
Felix hanya tersenyum melihat wajah istrinya yang menahan sakit namun juga merasakan nikmat bersamaan.
Entah kenapa rasanya ada sesuatu bergejolak saat ia sedikit bermain kasar terhadap istrinya.
Begitupun Barbara, ada sensasi yang berbeda saat suami nya bermain sedikit kasar dengan tubuhnya walau memang terasa sakit.
Felix tidak berhenti mencumbu tubuh yang selalu membuatnya hilang kendali itu.
"Akh..sakit Fel.." Barbara kembali merengek sakit saat Felix lagi-lagi menggigit lengannya dan kali ini lebih kuat.
Namun lagi-lagi Felix hanya tersenyum, sedangkan pinggulnya tidak berhenti ia gerakkan.
Semakin lama pergerakan Felix semakin cepat dan cepat hingga akhirnya mereka mencapai puncak bersamaan.
Felix menempelkan kening nya pada kening istrinya.
Nafas mereka tak beraturan.
"Sayang, udahan dulu ya. Aku capek." Barbara meminta sambil memeluk erat suaminya.
Felix mengangguk, ia juga tidak ingin jika istrinya malah jatuh sakit karena keserakahan nya.
"Kita tidur sekarang atau mandi lagi dulu?" Felix bertanya dengan lembut setelah melepas pelukan mereka.
"Aku capek. Pengen tidur aja." Barbara merengek manja pada suaminya.
Felix mengangguk.
Dengan penuh kasih sayang dan lembut ia menggendong tubuh polos istrinya dan membaringkan nya di atas ranjang.
Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka setelah ia juga bergabung disamping istrinya.
Barbara langsung memeluk tubuh kekar yang selalu membuatnya merasa nyaman dan aman itu.
"Sayang, emang nggak apa yah aku cuti kerja selama ini?" Barbara bertanya penasaran.
Pfftt
Felix menahan tawa.
"Sayang, kamu lupa yah siapa suami kamu ini?" Felix bertanya bangga.
"Pria psikopat." Barbara menjawab asal karena memang sudah mengantuk.
"Aku kan pemilik perusahaan sayang. Jadi mau kamu nggak pernah masuk kerja pun nggak ada yang bakal berani marahin kamu." Felix berucap bangga sambil mengusap punggung mulus istrinya.
Barbara hanya mengangguk dan menyembunyikan wajahnya pada dada bidang suaminya.
"I love you Bar." Felix kembali menyatakan cinta pada istrinya.
Namun Barbara tidak membalas, dan dengkuran halus mulai terdengar.
Felix tersenyum.
"Makasih sayang, udah berani menerobos dunia gelap ku dan memberikan cahaya buat ku." Felix berucap pada istrinya walau istrinya sudah terlelap.
Dikecupnya puncak kepala istrinya penuh cinta.
Perlahan ia pun ikut terlelap.
...~ To Be Continue ~...
******
__ADS_1
Like, komen, kritik, dan saran jangan lupa. Makasih.