
Penampilan bakat seni dalam perayaan ulang tahun sekolah kini tinggal dua hari lagi kegiatan belajar mengajar di tiadakan para siswa sibuk mempersiapkan perayaan ulang tahun sekolah ini agar tidak tertinggal satupun.
"Eh bagaimana dengan kostumku apakah cocok?
"Ini bagaimana kok warnanya begini sih"
"Aduh aduh bantu aku dong"
Di sebuah ruangan ganti beberapa remaja laki-laki dan perempuan tengah mencoba kostum untuk persiapan drama mereka nanti.
Berbagai macam tanggapan soal kostum mereka ada yang kedodoran ada yang kepalanya saja tidak masuk ada yang warnanya terlalu mencolok intinya kostum mereka benar-benar buruk.
"Lebih baik kita mempersiapkan kostum kita sendiri"
"Aku tidak mempercayai kalau ada yang mengijinkan kita tampil begitu saja" beberapa sosok itu tampak kesal dengan kostum mereka yang di luar harapan.
Mereka adalah murid kelas 11 A bagaimana bisa kostum yang di persiapkan untuk mereka saat acara nanti begitu buruk.
Wajah mereka tidak ada yang enak di pandang mereka terlalu meremehkan mereka.
"Orang orang ini sungguh tidak tahu malu bagaimana kalau kita tidak mengecek masalah hari ini? Apakah kita akan di permalukan pada pentas nanti" Sungut salah satu murid.
"Tidak apa-apa kita tetap akan memakai pakaian yang bagus nantinya" saut temannya yang lain sambil mengedarkan pandangannya ke arah beberapa murid berpengaruh dalam kelas mereka yang tampak berdiskusi.
"Baiklah aku akan mengikuti apapun yang kalian lakukan" ujar anak itu sedikit berkurang rasa kesalnya.
"Aku akan memesan khusus kostum kita" ujar Hyun Narra tenang.
Ya Hyun Narra berasal dari keluarga yang bergerak dalam usaha fashion seperti beberapa butik-butik terkenal dan ternama dalam negeri ginseng itu adalah butik milik keluarga Hyun.
Jadi tidak heran Hyun Narra sanggup memproduksi beberapa kostum dalam waktu yang mepet ini.
Ini tidak sulit baginya selain sebagai seorang nona muda utama dia juga memiliki kemampuan desain yang bagus.
Hyun Narra memiliki keinginan untuk menjadi desainer sekaligus model sehingga beberapa karya desain nya sudah di masukkan kedalam pencarian bakat desainer yang bagus.
"Baiklah teman-teman waktunya makan siang" seru Michael mengumpulkan teman-teman untuk makan siang.
"Yok ke warung makan Kakek Kim" Ujar salah satu anak laki-laki.
__ADS_1
"Ya pilihan yang bagus sudah lama aku tidak berkunjung ke warung makan Kakek Kim" saut yang lainnya.
Segera anak-anak itu keluar dari butik dan mengendarai mobil masing-masing teman yang tidak memiliki kendaraan di berikan tumpangan.
Sederetan mobil mewah yang saling membuntuti itu bukan hal yang biasa lagi tetapi tetap saja kelompok Michael ini menarik perhatian pasalnya para siswa sekolahan yang mengendarai mobil mewah itu.
Dan tujuan mobil-mobil itu adalah sebuah warung sederhana.
Sederetan mobil mewah memenuhi parkiran warung makan kelas menengah itu mampu menarik perhatian.
Ya siapa pengusaha yang mampu menarik anak-anak kaya itu? kira-kira itulah yang di pikiran orang-orang.
Biasanya anak-anak kaya lebih memilih menghabiskan waktu mereka di restoran ternama atau mendatangi club permainan seperti Lone club mungkin.
Seorang anak remaja yang melihat pemandangan ini memvideokan mobil mewah ini memasuki parkiran itu.
Segera di internet bermunculan berbagai tanggapan dari netizen mereka penasaran apa yang membuat sekelompok anak kaya itu mampu menarik perhatian mereka.
Dalam video itu muncul wajah-wajah yang akhir-akhir ini menjadi sorotan.
"Woah itu idola ku"
Kembali akun wanita itu ramai-ramai di datangi dan menuntut agar segera memperlihatkan kegiatan idola mereka.
Siswa kelas sebelas A itu tidak menyadari kalau menjadi trending topik lagi mereka terlalu asyik dengan dunia mereka sendiri.
Beberapa pasang mata di dalam warung makan itu sudah memusatkan perhatian mereka kepada sekelompok ini.
Beberapa pengunjung yang memang masih dalam warung makan itu juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil gambar mereka.
"Permisi apakah kalian tim basket dari sekolah internasional xx Korea? ujar salah satu perempuan muda dengan berani.
Kelompok Michael berhenti kepada orang yang bertanya kepada mereka dan mengangguk dengan mantap.
"Ah bolehkah aku mendapatkan gambar kalian? ujarnya masih menatap segan.
"Hm boleh" ujar mereka segera beberapa anak mendekat untuk menghasilkan gambar yang bagus.
Setelah berhasil mendapatkan gambar mereka, Wanita itu tidak lupa meminta tanda tangan mereka ke buku nya yang berisikan beberapa lembar foto mereka.
__ADS_1
Ternyata dia adalah salah satu fans berat dari mereka sampai dalam buku itu di penuhi apa yang menjadi kesukaan mereka apa yang tidak di sukai semuanya lengkap di curahkan.
Membuat kelompok anak muda itu sedikit stagnan. Mereka tidak pernah menyangka kalau ada fans yang sangat mengidolakan mereka.
"Terimakasih banyak bolehkah aku mempostingnya? ujar wanita itu lagi memastikan bahwa idolanya nyaman karena keberadaan mereka di ketahui.
"Tidak apa-apa" ujar Michael di angguki oleh yang lainnya.
"Baiklah selamat menikmati" Ujar wanita itu dengan wajah berseri-seri mendapatkan gambar dan sedikit berbincang dengan idola mereka.
"Kakek ada yang kami bisa bantu? ujar Michael setelah tiba di dalam warung makan.
"Aiyooo kalian datang"
"Duduklah kalian mau memesan apa? ujar kakek Kim mengetahui siapa yang bertanya.
"Seperti biasa kakek kami ingin menikmati waktu makan siang di sini" Lanjut Michael.
"Baiklah kalian duduk"
Lagi-lagi di internet menjadi trending topik karena banyaknya yang memposting keberadaan mereka.
Wajar kalau mereka terkenal banyak penggemar basket baik tua dan muda mengidolakan mereka dalam gaya bermain apalagi sosok mereka yang tampak rendah hati terbuktinya dengan tidak adanya sosial media mereka sama sekali.
Mereka berbeda yang sibuk di warung makan sedangkan Jenk yang kebetulan tidak bergabung dengan mereka kini berada di sebuah ruangan pengontrol.
Di dalam ruangan itu terdapat banyak benda teknologi tinggi yang sangat canggih.
Dalam ruangan pengontrol tampak Jenk yang memperhatikan beberapa sosok yang bergerak ya dia tengah memantau pelatihan para calon pengawal nya yang pertama di Korea.
Sudah beberapa bulan dia belum pernah mendatangi tempat ini.
Sudah banyak perkembangan dari para pengawal nya ini. Sudah banyak misi yang mereka berhasil lakukan tanpa pengetahuan dari militer tertinggi negara ini.
Ya mereka tidak mengetahui mereka datang dari organisasi mana. Karena memang mereka bukan organisasi tetapi sebuah kekuatan keluarga yang mengikat.
Jenk cukup puas dengan hasil mereka benar-benar tidak mengecewakan nya untuk saat ini.
"Tuan apakah Anda membutuhkan sesuatu? ujar sebuah suara monoton seorang wanita cantik berdiri di belakang kursi Jenk.
__ADS_1
"Untuk saat ini belum ada saya cukup puas untuk hasil latihan mereka" ujar Jenk kemudian bangkit berdiri dia ingin menyusul teman-teman nya yang pergi mengukur baju mereka.
Karena masalah ada urusan sehingga dia terlambat untuk datang.