
Di depan sebuah hotel ternama di Seoul ada deretan mobil memasuki area hotel.
Orang-orang ini adalah orang-orang berpengaruh di negeri ini.
Mereka datang hanya sekedar untuk menyapa Tuan Agung yang berkunjung ke Korea ini.
Tetapi harus di sayangkan kedatangan mereka sia-sia karena Tuan Agung yang mereka cari telah kembali sebelum waktu yang mereka dengar.
Yah Tuan Bright dan Nyonya Bright kembali lebih awal karena ada sesuatu yang mendesak.
Sesuatu yang mendesak itu tidak lain adalah Cleo si puppy kecil yang pergi dari rumah karena tidak mendapati keberadaan tuannya terlepas dari penglihatan para pengawal dan pelayan.
Sehingga orang-orang yang berada di kediaman keluarga Bright kalang kabut mencari keberadaan si puppy kecil itu.
Mendengar si puppy pergi dari rumah akhirnya nyonya Bright mendesak untuk kembali lebih awal.
Betapa berharganya si puppy itu bahkan dia di beri Pengawal๐๐ pribadi.
Yah mereka mau mengadu pada siapa selain kembali ke tempat mereka masing-masing.
Jenk kembali ke hotel bersama sang kakak yang mengekor di belakang Jenk karena Jenny menginap satu hotel dengan sang adik.
"Bro dari mana saja? kami mencari keberadaan mu dari tadi? ucap Michael yang memang aktif berbicara apalagi melihat sosok Jenny yang berjalan di belakang Jenk.
"Yo siapa ini Bro? kenalin dong sama kita? lanjutnya lagi.
"Buang biji mata yang tidak senonoh itu kalau tidak mau di cungkil secara paksa" ucap Jenk panjang melihat mata Michael yang menatap lurus sang kakak.
Mendengar suara Jenk yang tidak biasa semua anak-anak yang lagi sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing menoleh ke arah Jenk berada dan mereka berpusat kepada seorang gadis cantik yang memiliki tinggi badan bak model dengan kacamata hitam besar masih bertengger di hidung mancungnya.
Menutupi seluruh wajah dari gadis itu sehingga tidak seorangpun yang mengenali siapa gadis itu.
"Wah cantik"
"Siapa gadis itu?
Itulah yang menjadi salah satu pertanyaan mereka melihat sosok gadis ramping yang berjalan mendekat ke arah Jenk.
"Halo semuanya" ucap Jenny sambil mengangkat tangan kanannya dan melambai ke arah teman-teman adiknya.
Jenny bersusah payah menyapa itu karena mereka adalah teman-teman dari pangeran kecil kalau tidak mana dia sudi sibuk berkenalan.
Mendengar suara jernih keluar dari bibir tipis wanita itu membuat mereka segera tersadar dari lamunan mereka masing-masing.
Michael yang terus mendesak tadi untuk berkenalan membuat Jenk mau tidak mau harus memperkenalkan siapa kakaknya.
"Cantik bolehkah kenalan" nada gombal Michael.
__ADS_1
"Saya Jenny kakak dari Jenk" ucap Jenny sambil melepaskan kacamata hitam besar itu untuk menuntaskan rasa penasaran mereka.
Terpampang lah wajah cantik Jenny yang putih bersih dan mulus itu serta bola mata sama seperti milik Jenk.
Mereka dapat lihat kalau wajah Jenny dan Jenk itu mirip.
Kedua bola mata biru kalau orang menatapnya membuat mereka terhipnotis oleh pesona bola mata itu.
"Halo kak selamat datang" ucap murid yang lainnya mengetahui kalau gadis itu adalah kakak Jenk.
Pantasan saja kakaknya cantik begitu juga adiknya tampan.
"Ka...kak adalah Jenny B model bintang tamu di acara TV award kemarin" pekik seorang remaja laki-laki setelah terdiam beberapa saat mengingat siapa dan dimana dia dapat melihat wajah wanita itu.
Semua mata kembali lagi tertuju kepada remaja laki-laki yang langsung berdiri dari duduknya apalagi dengan kepribadian anak itu yang tidak banyak berbicara tiba-tiba berteriak seperti ini pasti akan membuat mereka sedikit heran.
Mendengar perkataan remaja laki-laki itu beberapa anak-anak segera menelusuri beberapa artikel berita yang masih panas-panasnya di perbincangkan.
Setelah mengetik nama model yang lagi naik daun itu mereka dapat melihat beberapa foto dan segera menyamakan kepada seseorang yang berdiri dan menatap mereka dengan tenang.
Ya itu dia bola mata biru itu tidak bisa memanipulasi orang yang walaupun Jenny dalam masa penyamaran tetapi fans sejati pasti akan menghapal bentuk tubuh,model, kesukaan dan yang tidak di sukai oleh idola mereka jadi Jenny terpaksa hanya tersenyum tipis.
"Siapa namamu boy? ucap Jenny pada akhirnya.
"A...ku sae mun kakak" ucap remaja laki-laki itu sedikit gugup.
Remaja laki-laki itu sedikit terkesima dengan uluran tangan Jenny.
"Kita benar-benar tidak akan percaya kalau pangeran es kita memiliki seorang kakak yang cantik bagaikan Dewi" ucap Michael.
"Halo kakak aku Hyun Narra" ucap Hyun Narra mendekat ke arah Jenny.
"Jenny"
Begitulah percakapan mereka berkenalan secara bergiliran membuat sang bintang utama sedikit kewalahan menanggapi ocehan anak-anak murid yang tidak ada batasnya itu.
Apalagi dia yang tidak banyak berbicara.
"Prince kau tidak memperkenalkan salah satu dari mereka yang menjadi pacar? goda Jenny berbisik di telinga Jenk yang sedari tadi hanya menikmati minuman tanpa mempedulikan ocehan teman-temannya.
"Oh ayolah sist bisa jangan mengacau di sini? bisik Jenk kembali.
"Hhh baiklah kakak harus kembali. Jaga dirimu baik-baik Prince besok akan Kaka temui kalian di sini sebelum kembali ke Amerika" ucap Jenny mengecup singkat pipi adiknya dan berlalu pergi.
"Baiklah aku harus kembali sampai jumpa lagi" ucap Jenny berlalu.
"sampai jumpa lagi nanti" ucap anak-anak melambaikan tangan ke arah Jenny yang sudah menghilang dari pandangan.
__ADS_1
Keesokan paginya anak-anak kembali berkemas untuk segera meninggalkan Seoul karena hari ini mereka kembali ke Busan dengan membawa pulang kemenangan.
Bus sekolah yang menjemput mereka juga sudah menanti di parkiran hotel.
"Prince kakak harus kembali ke Amerika sekarang ada sedikit masalah di perusahaan" ucap Jenny setelah menemui adiknya sebentar.
Kelihatan dia buru-buru sekali.
"Apakah itu baik-baik saja? tanya Jenk memperhatikan raut wajah kakaknya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Yah aku tidak apa-apa" ucap Jenny melanjutkan perjalanannya.
"Jo selidiki apa yang terjadi? ucap Jenk singkat.
"Baik Tuan Muda" ucap Jo berlalu pergi.
Jenk dan teman-teman meninggalkan Seoul jam sembilan pagi setelah sarapan.
Anak-anak kembali heboh dengan menyanyikan lagu-lagu yel-yel mereka.
Di tengah-tengah perjalanan mendekati perbatasan kota Busan dan Seoul terdapat beberapa mobil Van yang menghalangi laju bis.
Bus pertama berhenti mendadak untung bus kedua masih jaga jarak dari bus pertama sehingga tidak terjadi kecelakaan.
Beberapa orang yang terlihat sangar keluar dari mobil mereka dan berjalan menuju bus yang berhenti.
"Semua berlindung perampok" Teriak seorang siswa yang langsung menyadari hal yang tidak biasa.
"Apa yang terjadi? tanya beberapa murid yang berada di bus belakang"
"Perhatian semuanya anak-anak harap tenang kalian berlindung di bawah kursi kalian masing-masing dan jangan ada yang keluar" ucap seorang guru mengirim tanda bahaya.
Segera beberapa anak perempuan yang terlihat ketakutan saling berpelukan bahkan sudah ada yang menangis mereka masuk di lorong kursi masing-masing.
"Yan apa kau bisa menghadapi mereka? ucap Jenk.
Yan hanya mengangguk mengerti.
Hai hai hai sobat ๐ Author baru come back nih ๐ฅฐ
Apa kabar kalian semua?
Sehat sehat sehat?
Jaga kesehatan selalu ya ๐๐
Terimakasih sudah mendukung Author dengan cara masing-masing para pembaca
__ADS_1