Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Perayaan Lone club


__ADS_3

Kericuhan kembali terjadi dimana mereka mempertanyakan siapa pemilik dari Club ini sebenarnya.


Ternyata di aula pertemuan terdapat beberapa wartawan yang meliput akan acara resmi hari ini.


Beberapa blitz camera menyorot wajah tampan seorang Jo.


Sampai pada akhirnya mereka tidak mengetahui siapa pemilik club sebenarnya.


Di katakan karena suatu beberapa alasan yang membuat Tuan Muda mereka tidak menghadiri acara peresmian malam hari ini.


Sedangkan pelaku ada duduk santai memperhatikan Jo berbicara dengan begitu yakin.


Dia memang tidak salah memiliki seorang assisten yang sangat bisa di andalkan.


Berita siaran langsung malam hari ini mengundang perhatian warganet dimana seluruh orang berpengaruh di Korea menghadiri acara peresmian club yang baru saja berdiri itu.


Ini mengalahkan semarak nya pesta demokrasi.


Bagi orang-orang Tuan Besar Bright sudah mengetahui pasti kalau pemilik Lone club adalah Tuan Muda mereka melihat Jo yang mewakili keberadaannya.


"Memang Tuan Muda bisa membuat mereka mati penasaran" ucap seorang pria berusia 37 tahun di ruang tengah dengan layar televisi yang masih menyiarkan pembukaan Lone club.


Para awak media sibuk meliput suasana pesta dan mewawancarai beberapa tokoh penting mengenai perayaan ini.


Setiap orang menikmati pesta malam ini tidak ada yang merasakan hal lain selain bahagia dan juga rasa tertekan karena penasaran dengan keberadaan pemilik Lone club yang terdengar sedikit misterius itu.


Di rumah sakit terdapat beberapa orang mendekati ranjang di mana seorang bocah laki-laki masih tertidur pulas tidak terganggu dengan keributan yang terjadi.


Di depan kamar tengah terjadi pertarungan sengit antara pengawal dengan orang-orang yang entah darimana muncul begitu saja.


Apalagi para pengawal yang berada di depan pintu hanya berisikan dua orang sehingga mereka sedikit kewalahan menghadapi serangan dari beberapa orang di depan mereka.


"Cih kalian yang datang sendiri mencari umur panjang maka akan di kabulkan" Ucap seorang pengawal dengan kesal.


Kedua pengawal itu saling membelakangi menghadapi beberapa orang itu.


Salah satu pengawal membungkuk kan badannya dan satu lagi mengangkat kedua kakinya dan melakukan gerakan memutar dan kakinya yang memiliki tenaga dalam langsung mengenai titik vital lawan yaitu leher dengan satu sapuan menumbangkan orang yang berjumlah 5 orang itu.


"Aishh ini tidak cukup" ucapnya lagi sambil berjongkok ke arah orang-orang yang terkapar di lantai dan mematahkan jari-jari tangan mereka satu persatu.

__ADS_1


Teriakan tertahan dapat di dengar di lantai VIP itu.


Orang-orang itu sudah terkapar pingsan di lantai tidak tahan dengan cara menyakiti dari pengawal Psycho di depan mereka Bagaimana tidak kaki dan tangan mereka di patahkan hingga jari-jarinya juga tidak luput.


"Dasar lemah" ucap mereka berdua serempak melihat hasil karya mereka.


"Seret mereka dan kirim kembali dari mana mereka berasal sebagai hadiah pertemuan" ucap salah satu pengawal itu santai kepada rekannya yang baru tiba.


"Baik" Jawab dua orang itu langsung menjalankan tugas.


Dengan tidak elitnya ke lima orang yang berbadan besar itu di seret seperti seonggok sampah yang di isi di dalam kantong plastik.


Tidak meninggalkan jejak sama sekali seolah tidak pernah terjadi pertempuran di lantai VIP tersebut.


Di kediaman keluarga Wen yang terdahulu sekarang yang di kuasai oleh Tuan Lu karena sebelumnya Ayah kandung Wen kecil meninggal sehingga seluruh harta peninggalan Ayahnya di wariskan kepada Ibunya ah ya dan Tuan Lu atau Lu Fei menikah masuk dalam keluarga Wen sehingga dia yang menjadi pemimpin keluarga karena persetujuan istrinya sebagai Nyonya besar cabang keluarga Wen.


Sebuah mobil Van dengan tidak elitnya membuang beberapa kantong plastik yang tidak lain berisi beberapa nyawa yang sekarat di halaman rumah keluarga Wen beserta pesan yang menurut mereka sangat menjengkelkan.


"Itu hadiah pertemuan semoga di nikmati" ucap seorang pria kekar dengan wajah datar tanpa ekspresi itu.


Beberapa pengawal yang berada di situ segera mendekat dan menghampiri beberapa kantong plastik hitam yang tidak di ketahui apa isinya.


"A-pa apaan ini? ucapnya terbata melihat beberapa salah satu orang yang mereka kenal sudah tidak bernyawa.


"Hei kenapa kau diam ada apa? tanya temannya melihat reaksi orang itu seperti sedikit shock.


"Ayo cepat lapor kepada Tuan besar" ucapnya setelah tersadar langsung berlari masuk ke dalam aula ruang tamu.


"Tu-tuan besar maafkan yang rendah ini mengganggu Tuan" ucap pengawal itu mengatur nafasnya dan juga mendapat reaksi Tuannya yang seperti emosi.


"Ada apa kau kemari? ucap Tuan Wen besar ah tidak Tuan Lu dengan kesal


'Di depan terdapat beberapa mayat orang yang kita kirim untuk mencari keberadaan Tuan Muda" ucapnya setelah mengontrol emosi.


"APA? COBA KAU ULANGI? Teriak Tuan Lu langsung bangkit dari duduknya.


"Bagaimana bisa mereka mengalahkan orang-orang ku? ucapnya beruntun.


"Mereka menitipkan pesan kalau itu adalah hadiah pertemuan Tuan" ucap pengawal itu sudah siap menerima amukan selanjutnya.

__ADS_1


"Mengapa kalian sangat tidak becus mencari seorang anak kecil yang masih bau kencur itu? teriak Tuan Lu tubuhnya bergetar marah mendapatkan secara tidak langsung mereka merendahkan nya.


"Cepat cari orang yang melakukan itu dan bawa kepalanya di hadapanku" ucap nya kepada seseorang yang muncul dari bayangan.


"Perintah di laksanakan Tuanku" ucap seorang pria muda itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi.


Bahkan pengawal yang berada di lantai yang masih dalam posisi berlutut tidak merasakan kepergiannya.


Dengan perlahan orang itu pergi mengundurkan diri karena sudah tidak mendengar suara Tuannya.


Jenk sudah kembali bersekolah dan yah tau kan keberadaan dia menghilang selama dua bulan ini menjadi pertanyaan banyak murid karena idola mereka tiba-tiba menghilang dan muncul begitu saja.


Sebanyak apapun mereka mencoba untuk mengorek informasi yang berasal dari manusia patung es itu tetap tak ada jawaban sama sekali.


Bahkan Yan juga terkejut mendapati Tuannya kembali dengan selamat.


Selama dua bulan ini dia frustasi karena kehilangan kontak batin dengan Tuannya begitu saja seolah ada yang membatasi interaksi mereka.


Dan yah memang dia sudah sedikit mengetahui kalau ini akan terjadi tetapi tidak langsung terjadi begitu cepat juga.


Seperti biasa Jenk duduk dengan tenang di kelas seperti keberadaan nya tidak ada di sana. Memandang ke arah luar jendela menghela nafas terkadang entah apa yang ada dalam pikirannya sepertinya itu sesuatu yang sedikit mengusik.


Setelah kepulangan dari dua bulan ini sedikit merubah kepribadian nya tambah tidak bisa di tebak.


**Hahahyyy semuanya. Maaf banyak yang mungkin sedikit kecewa karena Saya jarang Up.


Jujur pekerjaan Saya bukan hanya menulis dan melihat layar HP apalagi bagian kesehatan kalian pasti mengerti. Selain rumah sakit saya juga memiliki pekerjaan lain sebagai tenaga perhotelan. Maaf saya sedikit curhat hanya terkadang saja Saya memegang HP.


Terimakasih selamat membaca Saya akan usahakan untuk update untuk kalian kok walaupun karyanya sedikit tidak ada tantangan nya**.



Tuan Besar Bright Jason Derulo Bright 😎


Masih muda toh? Tampan dan hot lagi 😁



Oh Nyonya Bright 😎πŸ”₯

__ADS_1


__ADS_2