Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Pelajaran berharga


__ADS_3

Di sebuah lorong jalan pulang menuju rumah Jenk yang berjalan sendirian di halang oleh beberapa orang berpakaian serba hitam seperti tukang pukul yang turun dari sebuah mobil Van hitam.


Jenk yang di hadang menaikkan sebelah alisnya menatap orang-orang berotot di depannya.


"Ada apa kalian menghadang jalanku? ucap Jenk masih logat bahasa Korea yang belum terlalu fasih.


"Heh bocah kali ini kau tidak akan lolos" ucap pemimpin kelompok itu


"Siapa yang menyuruh kalian? tanya Jenk masih dengan santai


"Kau tidak perlu tau karena sebentar lagi kau akan kami kirim ke neraka" ucap salah satu orang itu


"Apa kalian yakin? tanya Jenk menantang


"Jangan banyak bicara bocah" ucap orang itu sambil menyerang Jenk secara bersamaan.


"Cuma begini kekuatan kalian? dasar lemah" ucap Jenk terus menghindar dan memberikan mereka pukulan balik ke arah titik sensitif seperti tulang rawan kaki sama tulang rusuk dan juga alat vital.


Tidak sampai lima menit para tukang pukul itu sudah terkapar di tanah tanpa daya sedangkan sosok kecil yang mereka incar tidak mengalami luka sedikitpun.


"Ini yang kalian bilang kekuatan? dasar tidak berguna" ucap Jenk memberi mereka Jempol terbalik.


"Kalau kalian mau mencari ku lagi tolong perkuatkan tenaga kalian" ucap Jenk mendesis


"Bocah tengik ini" desis ketua preman itu


Jenk tidak mempedulikan mereka lagi dia segera melanjutkan perjalanannya.


Sedangkan para preman itu wajah hampir tidak bisa di kenali.


Mereka semua cedera parah ada yang memegang alat vitalnya ada yang memegang tulang kering, ada yang memegang dadanya.


Jenk memberi mereka pukulan yang tidak sederhana.


"Dasar Joy Sialan! dia bilang bocah itu bocah miskin nyatanya sekarang kami yang terluka parah" umpat keras ketua preman itu.


Sungguh alat vitalnya berdenyut sangat menyakitkan. Dia mau menangis darah tapi tidak bisa.


tring,,,


Kebetulan hp nya berbunyi dan orang yang menelpon adalah orang yang membawa dia hampir menemui raja neraka.


"Joy brengsek! kau sengaja menjebak ku ya! umpat keras ketua preman itu begitu sambungan telepon itu tersambung.


Dia tidak peduli lagi kalau yang berbicara dengannya adalah orang berada.

__ADS_1


Itu tidak sebanding dengan nyawanya. Seandaikan bocah yang mereka incar tadi mau membunuh mereka itu bukan hal sulit untuk membunuh mereka.


Untung anak itu hanya memberikan mereka luka.


"A..pa yang kau katakan kak? bagaimana dengan Jenk brengsek itu? apa kaka sudah memberi dia pelajaran? tanya orang di seberang telpon


"Brengsek apa kau tahu siapa anak itu? kau sengaja ya mengirim kami ke neraka? ujar kesal ketua preman itu.


"Saya tidak mau tahu kau harus memberikan kami kompensasi kalau tidak jangan harap kau lepas dari genggaman ku" lanjut ketua itu lagi dan langsung mematikan teleponnya.


"Sial! kenapa kakak Alex begitu marah? Jenk tunggu saya akan memberi mu pelajaran lain waktu" ucap yang di panggil Joy


Joy adalah Tuan Muda dari keluarga Lee tuan Muda ke dua. Keluarga Lee adalah keluarga orang kaya dan cukup terpandang di kota X


Joy adalah Tuan Muda yang memiliki kesombongan di atas rata-rata yang suka memandang rendah yang lainnya.


Entah masalah apa sehingga dia bisa berurusan dengan Jenk. Rupanya dia membenci Jenk karena ketenarannya di ambil alih semenjak kemunculan Jenk.


Membuat dia menyuruh preman yang di takuti di kota X untuk menghabisinya.


Keluarga Lee beroperasi di bidang industri produk makanan.


Jenk yang sudah kembali ke apartemennya sedang menikmati matahari terbenam.


Dia duduk di balkon apartemen yang langsung menghadap keramaian kota.


Nampak dia seperti pembisnis yang mengatur sahamnya dan memang itulah yang terjadi.


Dengan kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa dia adalah sosok pembisnis muda dan sangat jauh dari kata pelajar yang masih duduk di bangku sekolah.


Setiap pulang dari sekolah Jenk kerap kali menghabiskan waktunya dengan bisnis. Jarang sekali dia menikmati waktunya seperti kebanyakan anak muda lainnya.


Dia tidak terlalu mau untuk bergantung dengan kekayaan ayahnya. Dia mau berusaha dengan kekuatan dia sendiri tanpa bantuan dari Daddynya.


Ketika dia siap menerima warisan yang menjadi haknya kedepannya tidak mengalami kesulitan lagi dan sudah mempunyai pondasi sendiri.


Yang walaupun bisnis dia sekarang masih baru beberapa persen dari total kekayaan orang tuanya setidaknya bisnis nya sendiri sudah mampu memberi makan untuk beberapa generasi kedepan.


Bisnis Jenk sekarang yang sudah sangat terkenal adalah entertainment terbesar yang berada di Korea.


Perusahaan yang dia dirikan sebagai percobaan eh malah langsung melonjak naik dan terkenal.


Jenk tidak banyak membuang waktunya sia-sia. Selain mengurus perusahaannya dia juga mengurus sebuah organisasi yang tidak di ketahui oleh banyak orang.


Hanya dari organisasi lainnya yang berdiri di jalan yang sama yang mengetahui kalau ada organisasi ini.

__ADS_1


Hampir dua jam dia berkutat dengan laptopnya di balkon apartemen.


Sampai sebuah telpon yang menghentikan aktivitasnya sebentar.


"Halo" Jenk menjawab sambil tangan terus menari di atas keyboard laptop.


"Prince apa kabar mu? ucap girang seseorang di seberang sana yang tidak lain adalah kakaknya si Jenny


"Hmm kabar ku baik ma dearest sista. How are you? ucap Jenk


"Prince alihkan ke panggilan video. Kakak mau melihat wajah tampan adikku yang satu" goda Jenny di seberang telpon.


"Sebentar" ucap Jenk sambil menyambung di laptopnya.


"Hei ma Boy bagaimana belajar mu di sana? tanya Jenny.


Wajah cantik kakaknya langsung muncul di layar laptop merek Apple itu.


Jenk memberikan senyuman teduh dan lembut yang jarang sekali dia tunjukkan selain sang Mommy dan Kakaknya satu-satu nya plus Daddy juga.


"Aman. Sista bagaimana kabar mu? Tanya Jenk pura-pura tidak mengetahui maksud kakaknya telpon.


"Boy ada yang mau sista cerita" ucap Jenk di seberang sana.


Memang kakak beradik ini selalu berbagi cerita dan Jenny selalu menceritakan masalah yang dia hadapi kepada adiknya.


Karena adiknya adalah sahabat dan juga saudara yang selalu mengerti dirinya.


Walaupun Jenk masih umur remaja karena kejeniusan nya membuat dia mampu berpikir dewasa.


Jenny lebih banyak berbagi cerita dengan adiknya dari pada sang Mommy apalagi sang Daddy.


"hm? ada apa? tanya Jenk karena dia sudah mengetahui maksud nya.


Jenny mulai menceritakan semua masalah dari semua kontrak yang dia tandatangani sebagai model di ambil alih sampai menceritakan siapa pelakunya.


Jenny lancar menceritakan tanpa menyembunyikan apapun dari sang adik. Jenk sekali kali mengangguk.


Dia menunggu sang Kakak selesai bercerita baru dia menanggapi memberikan dia solusi.


"Ah memang kau yang terbaik ma boy" ucap Jenny setelah mendengar saran dari adiknya Jenk.


Hai hai hai sobat 👏


Author come back nih 😀

__ADS_1


How are you guys?


Jangan lupa like dan Vote ❤️ kakak readers


__ADS_2