Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Rapat Direktur


__ADS_3

Sekarang di kota S di Korea di adakan rapat direktur untuk seluruh direktur khusus yang berada di Korea Selatan.


Rapat kali ini bersangkutan dengan keberadaan Tuan Muda mereka juga. Yah mereka sudah menemukan keberadaan Tuan Muda Jenk bersekolah yaitu sekolah internasional Korea. Mereka hanya mengawal dia dari jauh karena itu permintaan Jenk dan tentunya di setujui oleh Tuan besar setelah melalui perdebatan panjang.


Rapat kali ini tentu mengundang banyak para wartawan yang meliput akan rapat para direktur. Karena rapat direktur jarang terjadi kecuali kalau rapat darurat. Dan salah satunya rapat mengenai keberadaan Tuan Muda, Prince nya Bright Company dan pewaris tunggal tahta kebesaran perusahaan Bright.


Semua wartawan sudah berada di pelataran salah satu perusahaan BC yang menjadi tempat diadakan rapat direktur itu. Tidak ada wartawan yang di ijinkan meliput apa isi rapat itu. Mereka hanya bisa menunggu sampai rapat itu selesai.


Banyak orang yang penasaran dengan Pewaris tahta kebesaran itu karena keberadaan nya yang misterius yang di tutup rapat. Kali para wartawan akan mengabadikan momen ini sebaik-baiknya.


Rapat kali ini akan di hadiri oleh Jenk sendiri ini karena salah satu syarat dari sang Daddy kalau mau berdiri jauh dari para pengawal.


Yah mau tidak mau Jenk harus menghadiri rapat ini. Sekarang dia sudah sampai di tempat rapat, keberadaannya tentu tidak di sadari oleh para wartawan karena dia menggunakan baju OB.


Baju yang dia pinjam dari salah satu pekerja yang ada di perusahaan itu.


Awalnya pekerja boy itu tidak mau karena pemuda yang meminjam pakaiannya adalah Tuan Muda yang sangat di segani dan misterius.


Sangat lama dia diam dalam keterbengongan nya, sampai suara Jenk menegurnya lagi.


Dia bingung kenapa Tuan Muda harus menyembunyikan identitasnya padahal dia bisa saja langsung menuju tempat rapat direktur.


Biasanya anak muda para konglomerat tidak akan menutup identitas mereka tapi tidak dengan Tuan Muda yang satu ini.


"Tuan Muda saya akan mencarikan baju yang bersih untuk Tuan Muda" ucap OB untuk segera mencari baju.


Tidak mungkin kan kalau dia memberikan pakaian kerjanya yang sudah terpakai.


"Tidak Kakak! saya mau pakaian kakak yang ada di tubuh kakak" ucap Jenk menolak baju yang di berikan oleh OB itu


"Tapi Tuan Muda baju ini telah saya pakai dan juga bau keringat" ucap OB itu sedikit terkejut dan juga malu.

__ADS_1


Terkejut karena Tuan Muda menginginkan baju yang ada di badannya dan malu karena baju yang dia pakai kotor dan bau keringat.


"Tidak apa-apa kakak! saya akan memakainya waktu tidak banyak lagi Kakak" ucap Jenk lagi.


Terpaksa pemuda OB itu menghela nafas tidak berdaya dan membuka baju yang melekat di tubuhnya dan menyerahkan langsung ke Jenk.


Tidak menunggu lama Jenk mengganti pakaiannya dengan baju itu dan mulai masuk ke arah bangunan itu tanpa harus mendapatkan sorotan kamera dari para wartawan.


Jenk meluncur masuk dengan tenang tanpa gangguan karena banyak para OB yang berjalan dan bekerja.


Berbeda dengan Jenk yang masuk tanpa halangan di sisi lain pegawai OB yang menggunakan pakaian Jenk segera menjadi sorotan media karena pengawal yang tidak mengenal baik rupa Tuan Muda mereka meminta dia untuk masuk karena di tunggu kedatangannya.


Pegawai itu yang tengah berdiri dan berjalan masuk untuk mencari baju pekerja yang lain dan mengganti pakaian Jenk yang dia pakai.


Dia tidak pantas untuk menggunakan baju Tuan Muda, baju itu terlalu mewah jauh dari kehidupannya yang penuh dengan kekurangan.


Dia yang berjalan santai harus di cegat oleh para pengawal yang meminta dia untuk masuk dan menuntun dia tanpa mendengarkan penjelasannya dulu.


"Ayo Tuan Muda mengikuti kami. Para direktur sudah berkumpul dan menunggu kedatangan Tuan Muda" ucap Pengawal itu tanpa mendengarkan penjelasan OB yang bermaksud membela diri


"Saya bukan__" ucap OB itu terpotong di kala Pengawal sudah menuntunnya


"Mari lewat sini Tuan Muda. Jangan kuatir Tuan Muda! para wartawan itu tidak akan menghalangi jalan Tuan Muda" ucap Pengawal itu mengira kerisauan OB itu karena Wartawan.


Terpaksa OB itu mengikuti dalam diam membiarkan para pengawal itu menuntunnya masuk.


Dia heran apakah para pengawal ini tidak bisa membedakan Tuan Muda? Tuan Muda kan Tampan sedangkan dia hanya rata-rata dengan ketampanan. Yah memang dia tampan tapi tidak setampan Tuan Muda Jenk.


Kalau di ibaratkan dengan pepatah dia itu bumi sedangkan Tuan Muda itu adalah langit yang ketampanan sangat jauh sulit untuk di tandingi.


Para wartawan yang melihat para pengawal tengah menuntun seorang pemuda yang berpakaian biasa tapi dari kualitas pakaian itu pakaian mewah dan berkelas segera mengambil gambarnya tapi tidak berani mendekat karena itu memang sudah menjadi salah satu syarat dari perusahaan BC kalau mau meliput yang bersangkutan dengan BC asalkan para Wartawan itu menyetujui syarat itu.

__ADS_1


Mereka hanya bisa mengambil gambar pemuda itu dari jauh mengira kalau yang di tuntun adalah Tuan Muda Bright.


Kamera terus berkilat membuat sang OB merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Dia yang tidak terbiasa dengan sorotan tiba-tiba menjadi sorotan dalam beberapa saat membuat dia sedikit gugup.


Mimpi apa dia semalam? sehingga dia mengalami hal semacam ini.


Kalau mengingat lagi dia tidak pernah bermimpi akan mengalami hal ini bahkan dia tidak bermimpi buruk juga tadi malam.


Para pengawal yang mengira OB itu gugup karena kamera segera menghibur


"Tuan Muda tidak apa-apa! anggap saja tidak ada orang yang berada di dekat Tuan Muda" ucap Pengawal itu mengira Tuan Muda gugup karena kamera.


"*Apakah Tuan Muda juga gugup dengan para wartawan sehingga menghindari mereka?


ah saya rasa itu tidak mungkin*


Batin OB itu mengusir segala macam keraguan yang terdapat dalam pikirannya.


Mereka terus berjalan masuk menuju Lift khusus untuk para pemilik perusahaan. OB itu di tuntun oleh pengawal dengan sangat sopan dan juga segan membiarkan dia memasuki lift itu terlebih dahulu sebelum mereka juga menyusul masuk.


Pegawai itu masih terus mau menjelaskan kalau mereka salah orang tapi para pengawal itu terus memintanya untuk tidak terlalu banyak pikiran ah terpaksa dia diam saja semoga Tuan Muda tidak memecatnya karena berani menggantikan posisinya.


"Semoga Tuan Muda tidak memecatku. Ampuni saya Tuan Muda karena telah lancang" doa dalam hati pegawai itu dan mengharapkan Tuan Muda Jenk sudah sampai di tempat rapat.


Hai hai sobat 👏


apa kabar?


Author baru Come back nih 😀


Jangan lupa dukung Author ya dengan cara Like komentar dan Vote ❤️

__ADS_1


__ADS_2