
"Apakah ada berita selama Saya pergi? ucap Jenk setelah duduk di sofa single.
"Asia tenggara kembali bergerak Tuan Muda" Jawab Scorpio.
"Dan untuk persiapan pembukaan Lone club sudah siap tinggal menunggu keputusan Tuan Muda selanjutnya" Lanjut Scorpio lagi.
Jenk mengangguk mengerti yah dia belum melakukan acara peresmian pembukaan Lone club miliknya.
"Yah Saya mengerti." Ucap Jenk tidak banyak mengeluarkan pendapat.
"Kapan Anda kembali ke Busan Tuan Muda? tanya Scorpio.
"Dalam beberapa hari lagi masih ada yang perlu Saya bereskan di sini" ucap Jenk.
Keesokan paginya di hotel Sky.
"Tuan Muda! Scorpio bersama team sudah berdiri di depan pintu kamar Jenk.
"Apa yang Saya minta sudah di siapkan? Ucap Jenk
"Sudah Tuan Muda" jawab Scorpio.
Scorpio yang menuntun jalan sedangkan dua bodyguard yang lain memantau dari belakang Tuan Muda mereka.
Hari ini Jenk berencana mendatangi proyek yang lagi sementara di bangun kebetulan tempatnya itu berada di kota yang sama yang Ia singgahi sekarang.
Di bawah sana sudah ada mobil hitam yang menunggu di depan pintu masuk hotel.
Jenk masuk setelah A4 membukakan pintu mobil untuknya.
"Barang yang Anda minta sudah Saya sediakan Tuan Muda" Scorpio menginformasikan barang yang berada di samping tempat duduk Tuanya itu adalah barang yang dia minta.
"Hm"
Scorpio menginformasikan beberapa poin yang bermasalah di proyek itu.
Sedangkan di belakang mobil yang di tempati oleh Jenk menyusul sebuah mobil lainnya yang tidak lain adalah para bodyguard Jenk itu sendiri.
Jenk tidak mengenakan pakaian Formal melainkan pakaian yang tanpa brand. Tetapi kalau mereka yang mengerti fashion dan memperhatikan baik-baik maka akan menemukan perbandingan banyak.
Karena pakaian itu di buat dan di desain sendiri oleh desainer ternama dan legendaris dari Prancis.
Bahan pakaian yang di gunakan juga adalah Sutra terbaik dari ulat sutra yang di budidayakan khusus sehingga kainnya sangat lembut dan alus.
Lima belas menit menempuh perjalanan ke arah tempat itu.
Jenk di dalam mobil memainkan iPad mini di tangannya.
Dia mencari informasi tentang beberapa dokumen yang ganjil yang dia peroleh.
"Scorpio batalkan perjalanan ke sana" Ucap Jenk tiba-tiba padahal sedikit lagi mereka tiba.
"Baik Tuan Muda" Scorpio langsung menancap gas putar balik.
__ADS_1
"Kemana Tuan Muda akan pergi? ucap Scorpio
"Kembali ke hotel karena hari ini saya mau kembali ke Busan" ucap Jenk
"Baik Tuan Muda" Scorpio tidak menanyakan alasan Tuan nya itu membatalkan perjalanan.
Kembali ke Hotel Jenk melakukan check out padahal bookingan dia masih beberapa hari terpaksa di batalkan.
Dan tidak ada biaya kembalian karena memang itu murni pembatalan dari pihak tamu. Jenk juga tidak mempedulikan dengan hal itu.
"Terimakasih telah menginap bersama kami Tuan semoga hari Anda menyenangkan dan sampai jumpa di lain waktu" ucap resepsionis setelah Jenk keluar.
Jenk membatalkan semua rencana yang di susun selama di kota M itu.
Karena ada beberapa masalah yang harus dia bereskan sendiri di Busan dan Seoul tanpa bantuan orang-orang nya.
"Scorpio saya akan tidur sejenak nanti bangunkan saja setelah tiba" ucap Jenk menutup matanya.
"Saya mengerti Tuan Muda" Scorpio mematikan music ketenangan yang di nyalakan tadi.
Di warung makan kecil yang tidak terlalu besar ada banyak anak muda yang berlalu lalang mengantarkan makanan di karenakan warung itu lagi ramai.
"Ji Joon di meja paling pojok belum di ambilkan pesanan" ucap seorang remaja laki-laki sambil membawa beberapa pesanan.
"Baik" Jawab Ji Joon mengambil notes dan pulpen dan menghampiri meja yang di maksud.
"Selamat siang Tuan dan Nyonya. Maaf ingin memesan apa? Ucap Ji Joon dengan sopan.
Kedua Tamu itu memesan makanan yang mereka inginkan.
"Guys sepertinya warung makan itu cocok deh buat kita singgahi? Sudah lapar aku" Teriak seorang gadis cantik menurunkan kaca mobilnya terhadap teman-teman nya di mobil lainnya.
"Yok mampir" ucap gadis muda yang lain hanya kata itu yang keluar mampu membuat teman-temannya yang lain tidak bisa memprotes.
Ratu es kalau sudah berbicara tidak ada yang bisa berkutik.
Gadis yang berjumlah empat orang itu segera memarkir mobil mereka di tempat parkir yang masih kosong.
Kedatangan mereka cukup menarik perhatian para pengunjung.
"Wah itu bukankah si Cantik Clarissa? ucap seorang pengunjung.
"Ya itu si Ratu salju" sambung yang lainnya
"Ya benar-benar mereka"
"Astaga melihat mereka secara langsung tanpa layar kaca ternyata lebih cantik aslinya"
"Aku ingin mengambil gambar mereka"
Keempat gadis yang menjadi sorotan itu hanya tersenyum kikuk mereka tidak menyangka akan ada yang mengenali mereka.
"Selamat datang Nona di kedai kami" ucap
__ADS_1
Keempat gadis itu melihat menu yang tersedia dan itu sesuai dengan selera mereka.
"Sama kan saja semua dan minuman nya yang berbeda" ucap salah satunya.
"Saya Es latte"
"Jus pisang"
"Hot tea"
"A cup coffee without sugar"
Keempat gadis itu memesan minuman mereka yang berbeda.
"Oke Saya mengulangi pesanan Anda Nona....." Sambil di baca ulang pesanan mereka.
"Pesanan Anda akan siap dalam 15 menit" ucap waiters sebelum meninggalkan meja mereka.
"Terimakasih" ucap gadis yang di beri julukan Ratu salju karena hemat nya dalam berkata-kata.
Mereka adalah grup yang akhir ini menjadi trending topik karena aksi mereka dalam penyelamatan warga yang terjebak dalam gedung lantai 59 karena gempa bumi.
Gempa yang waktu itu yang berdurasi hingga sekitar 3 menit di sertai gempa susulan yang berdurasi 1 menit 30 detik membuat semua orang yang menyaksikan gedung yang berlantai 59 itu runtuh tidak bisa melakukan apapun.
Di saat semua orang bingung tiba-tiba keempat gadis cantik yang tidak di ketahui berlari memasuki gedung yang sementara mau rubuh itu tanpa barang perlindungan di badan membuat mereka shock dan tidak tahu dirinya mereka mengabadikan momen itu.
Begitulah manusia, Bukannya menolong malah sibuk merekam kejadian itu. Mereka lebih suka menyebarkan dari pada membantu atau turut andil dalam penyelamatan itu.
Tidak lama kemudian keempat gadis itu keluar dengan beberapa orang di pundak mereka yang kecil itu.
Dari situlah mereka mengenal keempat gadis itu. Mereka memberikan julukan penyelamat.
Banyak pasangan mata yang curi pandang terhadap mereka.
Mereka tidak menyangka selain cantik ternyata mereka juga berani mengambil resiko.
"Mereka benar-benar cantik di lihat dekat seperti ini".
Keempat gadis itu yang tidak lain adalah Clara, Diana, Adeline, Amalia, Nama itu yang di kenal oleh media tanpa marga. Tidak ada yang mengetahui nama asli dari keempat gadis itu.
Nama mereka begitu rahasia berarti identitas mereka lebih rahasia lagi.
Apakah musuh atau teman Jenk?
Simak episode selanjutnya.
Hahayy para readers terkasih 😊
Terimakasih banyak untuk partisipasi kalian.
**Jangan lupa like Vote dan berkomentar ya serta Rate juga biar author semangat mencari inspirasi.
Kalau Ada dari kalian yang memiliki Ide atau saran silahkan berbagi ya biar Author pilah dan jadikan cerita.
__ADS_1
komentar dan vote serta Rate sebanyak mungkin**.