
Roy Anderson yang baru saja mendengar kabar bahagia bahwa berhasil menekan Jenny dan wanita itu tengah mencari dirinya membuat dia seakan melayang tinggi.
"Sayang sebentar lagi kau akan menjadi milik ku sayang. Kau akan kembali merengek kepada ku" ucap Roy dengan seringainya dan sejuta kelicikan di dalamnya.
Siapa yang tidak mengenal Roy Anderson? seorang pria muda yang sudah sangat sukses di dunia karir nya dan terkenal dengan kelicikannya menghancurkan bisnis lawan.
Dia tidak pernah kalah dalam hal menghancurkan lawan kecuali kejadian beberapa tahun lalu ketika dia di siksa.
Mengingat hal itu membuat dia mengeraskan rahangnya yang kokoh. Sampai saat ini dia belum mengetahui pasti siapa sebenarnya orang itu.
Seseorang yang mampu membuatnya berpikir dua kali. Bahkan perusahaan Adi kuasa Bright Corps dia tidak terlalu memikirkan keberadaan perusahaan itu.
Dia sudah menggunakan segala cara dan segala tenaga untuk mencari tahu identitas orang itu tetap nihil.
"Kenapa sulit sekali aku menemukan brengsek itu? gumam Roy
Di Korea Selatan
Di sekolah internasional xx Korea terjadi pertandingan basket antar kelas untuk pemilihan pemain basket yang akan mewakili sekolah ke tim nasional basket antara SMA seluruh Korea Selatan.
Termasuk kelas yang di tempati oleh Jenk bersama Yan .
"Siapa yang akan mewakili kelas kita? yang pasti jagoan kita yang urutan pertama" ucap si Michael Lee pemimpin playboy di kelasnya sambil menunjuk Jenk yang sedari tadi hanya memperhatikan wajah mereka yang diskusi.
"Ya iya kita punya jagoan Ia to ma baby sweety" ucap Hyun Narra badgirl yang suka sekali tebar pesona.
Maklum kelas yang di tempati oleh Jenk adalah kumpulan para manusia super duper unik. Walaupun begitu kelas sepuluh A adalah kelas yang paling damai dan kaco.
Walaupun otak manusia manusia kecil yang berada di dalamnya pada tergeser semua tidak pada tempatnya tetapi mereka kompak. Tidak ada pembulian di dalam kelas tersebut.
"Yang pasti sudah ada Jagoan kita Jenk dan Yan nah yang pasti kau juga harus ikut" ucap cewek itu lagi menunjuk balik Michael Lee.
"Yo pasti dong Harus ada yang Tampan di dalam tim kita" ucapnya dengan percaya diri
Takkk
"Aish kenapa kau suka sekali mengetok pintu kebesaran ku ini" ucap badboy tadi dengan mengusap pelan kepalanya yang di pukul oleh Hyun Narra.
"Kau berkaca dulu dengan benar" ucap Hyun Narra dengan tatapan sinisnya
Memang kalau sudah berkumpul begini lah mereka berdua seperti Tom and Jerry.
__ADS_1
Tidak ada diskusi tanpa berdebat dengan hal tak berfaedah.
"Kalian niat berdiskusi tidak sih? ucap seorang anak perempuan yang sedari tadi hanya menyimak
Mereka mulai membentuk tim dan pastinya ada nama Jenk dan Yan di urutan pertama dan kedua.
Mereka mendapatkan pemain utama lima orang dan pemain cadangan 5 orang juga
Pemain utama yang terdiri dari
Jenk, Yan, Michael Lee, Yong Wook, dan yang terakhir Ji Joon.
Rata-rata tinggi badan mereka hampir serupa, kalau ketampanan menjadi salah satu idola juga. Kecuali Jenk sendiri yang berbeda jauh dari mereka karena ketampanan Eropa Asia.
Setelah pasti dengan tim mereka. Kali ini Jenk tidak mau membuat teman-teman nya kecewa karena mereka sudah sangat antusias.
Yang walaupun Jenk tidak terlalu berbaur dengan mereka tetapi dia sedikit merasakan pertemanan di dalam kelasnya itu sedikit berbeda dengan murid-murid yang berada di luar kelas mereka.
Di kelas mereka terikat persaudaraan tidak ada perbedaan kasta membuat anak-anak kelas menengah ke bawah yang hanya tergantung dengan beasiswa masuk di sekolah ini merasa di hargai dan tidak malu untuk berbaur.
Memang kalau pendirian kubu pertempuran di dalam kelas memang ada dan tidak hilang tetapi itu juga salah satu yang membuat mereka tambah akrab.
Semua kelas di wajibkan ikut termasuk kelas sepuluh sampai dua belas.
Jenk dan Tim yang sudah berada di lapangan bersiap untuk latihan tiba-tiba di datangi kakak kelas yang rupanya mau latihan juga.
"Heh kalian mundur dulu biarkan kami yang main terlebih dahulu" ucap salah satu peserta di situ.
Membuat siswa yang mau latihan lagi menghentikan langkah mereka.
Mengetahui kalau yang berada di depan mereka adalah tim basket sekolah yang selalu menjuarai piala basket.
Membuat teman-teman tim Jenk tidak berani membantah dan hanya menatap.
"Kenapa harus kami mengalah? sedangkan kami yang pertama berada di sini dan berlatih dahulu"yang jawab adalah Michael.
Sudah lama dia mendengar desas-desus tentang tim basket sekolah yang berada di depan mereka.
Karena ketenaran mereka di basket membuat mereka seakan congkak.
Dan dia sangat membenci akan hal itu. Masih banyak orang yang lebih hebat dari mereka tapi tidak congkak seperti mereka.
__ADS_1
"Tidak ada alasan karena kalian memang di wajibkan untuk mengalah" jawab salah satu dari mereka.
"Begini saja bagaimana kalau kita bertanding? barangsiapa yang menang berturut-turut maka yang kalah berhak untuk mundur dan tidak akan menggangu yang menang untuk bermain bagaimana? usul dari salah satu dari mereka.
Tim Jenk saling menatap satu sama lain minta pendapat.
"Oke kami setuju" yang jawab adalah Yan karena mendapat sorotan mata dari Tuannya yaitu Jenk untuk menjawab.
Di pihak sebelah tersenyum penuh arti karena mereka yakin kalau mereka yang akan menang.
Coba mereka berani menatap ke depan tidak akan mungkin mereka meremehkan lawan.
Sedangkan di pihak sebelah Jenk yang mengetahui pasti taktik dari para berandalan di depannya hanya tersenyum penuh makna dan itu sangat tipis hingga tidak ada yang menyadari kalau dia tersenyum.
Mereka kembali diskusi menceritakan kelemahan dan kelebihan dari pihak lawan.
Hanya pihak Jenk saja yang berdiskusi dengan tim sedangkan para pengganggu tadi hanya menonton mereka karena mereka percaya diri tidak akan ada yang bisa mengalahkan mereka.
Wah wah semoga kalian tidak menyesali keputusan kalian Author doakan.
Jenk dan Tim masih berdiskusi siapa penyerang dan segala macam gaya main dalam basket mereka selipkan sedikit sebagai pengetahuan.
Selang lima belas menit mereka bersiap di posisi masing-masing. Kali ini wasit adalah guru olahraga.
Sudah banyak murid yang berkumpul untuk menyaksikan momen langkah ini.
Entah siapa yang membawa berita ini ke seluruh pelosok sekolah.
Tempat para penonton sudah banyak bahkan para guru juga sudah ada yang berkumpul.
Author yakin ini siapa yang menang di babak ini pasti kelompok itu yang akan mewakili sekolah. Sepertinya perlombaan antara kelas akan bubar.
Hai hai hai sobat 👏
Maaf Author baru come back nih 😀
Honestly Author benar-benar masih stuck ide di karya ini.
Kecuali di karya sebelah yang lancar ide nya.
Jangan lupa dukung like dan Vote kakak ❤️ terimaksih
__ADS_1