Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Ngobrol santuyyy


__ADS_3

Setelah pelanggan sepi barulah beberapa remaja laki-laki itu berhenti dan duduk mengobrol.


"Thanks Bro sudah membantu" itu suara Jenk.


"Santai kita saudara kita juga menikmati kok. Ternyata sangat menyenangkan melayani seperti itu" ucap salah satu dari mereka.


Mereka tidak pernah melayani orang lain malah mereka yang selalu di layani. Hidup sultan mah bebas.


Yah mereka menemukan kebahagiaan tersendiri melihat pelanggan yang mereka layani begitu lahap dan juga memuji pelayanan mereka.


Padahal ini tidak seberapa loh tapi mereka sangat bahagia. Apakah begini rasanya ketika mendengar pujian dari orang lain secara tulus tanpa adanya campur kasta di dalamnya.


Biasanya dapat pujian karena mereka memiliki wajah tampan dan juga berasal dari keluarga bangsawan dan besar membuat mereka seakan melupakan kata pujian tulus.


"Ia aku juga sangat bahagia melihat mereka makan begitu lahap" saut yang lainnya.


Jenk dapat merasakan kebahagiaan temannya begitu juga dengannya. Kadang dia juga mendapatkan pujian tulus bahkan hingga cacian semua itu sudah pernah Ia rasakan.


Jangan salah kehidupan sebagai anak sultan akan terlihat mulus. Itu salah besar mereka di didik secara keras untuk bisa berdiri dengan tegak dan kokoh karena di sekeliling mereka terdapat jurang dan kandang binatang buas yang setiap waktu akan menghabisi nyawa.


Tidak semua orang yang berada di sekitar mu akan menjadi kawan ada kalanya nanti mereka menjadi musuhmu. Mereka harus memiliki pegangan sendiri.


Seperti yang di lakukan oleh Jenk dia berdiri sendiri tanpa bantuan dari orangtuanya membentuk sendiri pasukan tanpa sepengetahuan orang tuanya.


Makanya Jenk bebas berkeliaran tanpa larangan dari orang tua. Mereka hanya memantau dari jauh.


Perbincangan mereka terhenti di kala suara seorang anak perempuan menghentikan lamunan setiap orang.


"Halo Oppa boleh aku mengambil gambar? ucap gadis itu menatap wajah wajah tampan di depannya yang menatapnya penuh antusias.


"Ah kemari" yang jawab adalah Ji Joon.


"Bro boleh kita berbaris untuk mengambil gambar?" ucap Ji Joon.


"Sebentar apakah penampilanku sudah sempurna? ucap seorang remaja laki-laki menata penampilannya hingga membuat orang-orang di sekitarnya menatapnya dengan aneh.


Siapa yang tidak mengetahui kelakuan aneh teman mereka yang satu ini. Kebersihan adalah hal paling utama baginya.


Kotor sedikit dia harus berganti baju dan mandi ulang.


Tidak ada yang menanggapi pertanyaan aneh nya karena musuh bebuyutan dia adalah Michael tetapi Michael tidak ada di antara mereka sehingga tidak terjadi keributan.


Satu


Dua

__ADS_1


tiga


Crekkk


Bunyi kilatan kamera menangkap wajah-wajah tampan mereka yang memperagakan pose yang berbeda.


Ada yang bergaya imut ada yang pose konyol dan ada juga yang pose cool serta ada yang tidak memiliki gaya sama sekali datar seperti tembok.


Salah satunya Prince kita Jenk Bright pada dasarnya dia tidak bisa bergaya seperti teman-temannya dan hasilnya seperti itulah dengan wajah kaku dan datar yang muncul.


Gadis itu menerima kamera dari ibunya dan melihat hasil jepretan.


"Ah Oppa kau tidak senyum sama sekali" ucap Gadis itu menatap Jenk yang menatap gadis itu dengan kening berkerut serta wajah datar.


"Aish pangeran es kita memang begitu" ucap salah satunya berceletuk membuat semuanya menatapnya dengan tatapan membola.


Kata-katanya itu cari jitakan dan hukuman maut dari Jenk.


Yang walaupun mereka belum pernah merasakan hukuman dari Jenk tetapi melihat tatapan mata dan wajah datar milik seorang Jenk membuat mereka tidak terkutik.


Mereka tahu di balik wajah datar itu tersimpan banyak kekejaman.


"Ayo Oppa senyum ikuti aku" ucap gadis itu memperagakan senyum manis.


Siapapun yang melihatnya akan merasa gemas dan lucu melihat wajah imut itu meminta Jenk untuk tersenyum.


Semua orang menahan tawa untuk tidak meledak melihat seorang pangeran dingin kebingungan hanya untuk tersenyum.


Semua memalingkan wajah supaya tidak ketahuan telah tertawa tertahan.


Jenk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Itu aku tidak bisa tersenyum gadis kecil" ucapnya lembut.


"Ayo Oppa ikuti aku" ucap gadis kecil itu tidak menyerah memperagakan senyum dengan kedua tangannya melambai kiri kanan.


"Kalau tidak coba Oppa tutup mata lalu miringkan kepala Oppa sedikit lalu tarik pipi Oppa kiri kanan untuk tersenyum" ucap gadis itu pelan-pelan seperti mengajari anak TK.


Jenk tidak membantah mengikuti instruksi dari gadis kecil itu melihat Jenk sudah bisa tersenyum dengan cepat gadis kecil itu mengabadikan.


cekrekkk


bunyi kilatan kamera bukan hanya gadis itu yang mengambil melainkan teman-teman Jenk mengabadikan momen itu mumpung sang pelaku tidak menyadari gambarnya telah di ambil.


"Yeah Oppa sangat tampan" ucapnya dengan girang menunjukkan hasil jepretannya kepada Jenk.

__ADS_1


Jenk hanya bisa menghela nafas melihat hasil jepretan itu. Sekarang wajahnya yang putih sudah memerah karena malu.


Dia tidak tersenyum sembarangan bahkan tidak ada yang dapat melihat senyumnya kecuali orang tua dan kakaknya.


"Terimakasih semuanya Oppa sampai jumpa lagi" ucapnya kemudian.


Setelah berpamitan sebentar akhirnya sepasang keluarga itu meninggalkan rumah makan yang sudah tidak ada pengunjung lagi.


"Ayo kemari kalian makan dulu" ucap kakek Kim membawa keluar sebuah panci yang berisi makanan di belakangnya terdapat Min Sik yang baru kembali dari sekolah tengah membawa cerek yang mungkin berisi minuman.


Segera anak-anak mengatur meja untuk makanan yang akan di hidangkan yang lain juga tidak tinggal diam mereka membantu membawa makanan dari dapur ke balkon.


"Woah sepertinya ini enak" ucap seorang remaja laki-laki melihat makanan sederhana itu tetapi menggugah selera.


"Ayo silahkan nikmati anak-anak" ucap kakek Kim setelah semua makanan sederhana itu terhidang di atas meja.


"Terimakasih Kakek" ucap mereka serempak sebelum mencicipi makanan itu.


Setelah berbincang beberapa saat anak-anak kembali ke rumah mereka masing-masing.


Tujuan untuk menjelajahi kota Busan harus mereka tunda karena ketika mereka menghubungi Jenk untuk hang out eh malah mereka di minta datang ke rumah makan kakek Kim.


Siapa yang berani tolak perintah pangeran es. Seakan mereka semua di taklukkan oleh Jenk dan hanya bisa menjawab Ya tanpa penolakan sama sekali.


"Kakek aku juga kembali" ucap Jenk setelah melihat Yan datang dengan motor besar milik Jenk.


"Hati-hati Nak" ucap Kakek Kim Jenk menjawab dengan anggukan kepala.


"Tuan Muda maaf saya baru bisa menjemput Tuan Muda" ucap Yan setelah Jenk mendekat.


"Ini juga baru saja tutup" ucap Jenk tidak mempermasalahkan keterlambatan Yan menjemputnya.


Yan menoleh ke belakang meminta tempat tujuan.


"Langsung kembali ke sekolah" ucap Jenk


"Baik Tuan Muda" ucap Yan langsung menancap gas kembali ke sekolah.



Bonus pict our dearest Prince Jenk Bright 🌞😎


**Hai hai hai sobat semua author baru come back nih πŸ˜€


Apa kabar kalian semua?

__ADS_1


Sehat?


Jangan lupa bantu dukung dengan cara Like comments dan vote ye Thank you**


__ADS_2