
Waktu berlalu begitu saja musim liburan panjang akhirnya tiba banyak murid yang menantikan liburan ini karena memiliki rencana tersendiri.
Semua murid tidak ada yang mengecewakan dengan hasil akhir mereka tidak ada yang mengulang kelas mereka naik kelas.
Jenk bersama teman-teman juga naik kelas untuk juara kelas tidak perlu di pertanyakan jelas mereka semua berjuang dan mendapatkan nilai yang mengalahkan nilai terbaik murid tahun kemarin.
Kelas mereka yang mendapatkan gelar jenius dalam tahun ini selain melampaui nilai terbaik murid jenius tahun kemarin bahkan mereka semua melampaui nilai seluruh siswa dalam seantero sekolah menengah atas internasional xx Korea.
Membuat gempar seluruh penghuni sekolah tersebut bahkan banyak yang bertanya apakah mereka kumpulan para monster Jenius?
Seandainya mereka mengetahui kalau mereka adalah kumpulan murid aneh yang memiliki kepribadian absurd apakah masih mereka menyanjung sebagai jenius? tentu tidak mungkin mereka akan menyebut mereka monster gila.
Dan waktunya juga bagi Jenk dan teman-teman melakukan perjalanan ke Eropa.
Dalam konteks ini kita bisa bilang kalau ini adalah study tour.
"Huh perjalanan panjang lagi" Mengeluh Jenk dia sangat malas berada lama-lama di dalam rongga pesawat.
Penerbangan dari Asia menuju Eropa tentu bukan perjalanan singkat masih memakan waktu berjam-jam untuk tiba dan tentunya mereka harus melakukan transit berulang kali untuk mencapai tempat tujuan.
Mereka jalan tentu dengan pesawat umum okey? Mereka bukan sultan yang memiliki Jet pribadi.
Walaupun ada monster sultan di antara mereka sih.
Perjalanan yang begitu panjang akhirnya berakhir beberapa murid yang masih mengantuk karena terlelap dalam pesawat segera membuka mata lebar-lebar.
Kebahagiaan mereka tak terhingga, tiba di sebuah negara Eropa yang menjadi impian kecil mereka waktu dulu akhirnya terwujud dengan cara yang mereka tidak pernah bayangkan.
Jenk sendiri juga ikut bahagia karena dirinya belum pernah datang ke Italia ini hanya di daerah sekitar Italia yang pernah di kunjungi oleh Jenk itu sendiri.
Itupun dia datang di benua Eropa selain London Inggris, karena dirinya yang selalu berhasil menguntit sang Ayah dalam perjalanan bisnis.
Bahkan para bodyguard tidak menyadari kedatangannya dan bersembunyi dengan baik di dalam pesawat sebelum keberangkatan Ayahnya.
__ADS_1
Kejadian seperti ini terjadi waktu umur Jenk 6 tahun pada waktu itu Jenk belum pernah pergi ke daerah luar negeri tempat mereka menetap sekarang yaitu Tiongkok.
Pada saat itu yang Ayahnya ada jadwal perjalanan bisnis ke Pusat perusahaan Bright Corp di London Inggris Jenk menjadi lebih bersemangat karena dirinya tidak di ijinkan untuk ikut akhirnya dia membuat rencana dengan otak kecilnya yang berisi banyak informasi dan taktik dia berhasil mengelabui para pengawal dirinya dan Ayahnya.
Dirinya yang bersembunyi dengan baik di dalam ruang pesawat tentu tidak di ketahui oleh orang-orang yang ikut terbang.
Apalagi Jenk sendiri meretas seluruh rekaman CCTV menyembunyikan dirinya dengan baik.
Begitu tiba di London Inggris Jenk kembali berhasil menyelinap keluar dari pesawat yaitu dengan cara terkunci di dalam sebuah tas travel milik Tuan Bright.
Sedangkan tas travel yang berisi barang Ayahnya tertinggal di pesawat dan tas yang berisi dirinya ikut tersangkut bersama dengan beberapa tas travel lainnya.
Awalnya bodyguard mengira kalau tas travel yang sangat berat itu adalah beberapa berkas penting dan mungkin saja berisi senjata tajam sehingga para bodyguard tidak memiliki pemikiran lain kalau yang berada di dalam tas travel adalah seorang manusia kecil.
Selama berada di negara Eropa Jenk tidak pernah memunculkan dirinya di hadapan Ayah dia berhasil jalan-jalan sendiri dan menjalajahi seluruh tempat yang berada di negara ratu Elizabeth tanpa pengawasan dan tanpa teman sekalipun.
Dia juga berhasil memesan tempat sewa hotel dengan kartu kredit Ayahnya karena umurnya yang masih di bawah tanpa pengawasan pihak hotel tidak akan berani mengambil resiko kalau mencharge ke arah anak itu.
Tapi karena memiliki sejuta rencana licik tentu dia berhasil menghabiskan waktunya dengan baik di Eropa selama beberapa hari sebelum ketahuan karena dirinya menghilang dari Mension mewah keluarga Bright di kota Yanjing atau bisa di bilang Beijing.
Nyonya Bright yang kalang kabut dan kuatir tidak bisa menenangkan dirinya dengan baik.
Jenny yang tampak tenang memikirkan sesuatu karena dia yang lebih mengetahui tindak tanduk adiknya itu tersenyum misterius.
Adik nakal kenapa kau tidak mengajak? batin Jenny kesal.
Astaga Nona Muda Bright yang terkasih apakah Anda tidak memikirkan penyebab kalau kedua permata Bright tiba-tiba menghilang dunia akan kacau?
Mengingat kenangan itu membuat Jenk tersenyum pahit dan malu.
Dia tidak bisa tidak membayangkan dirinya yang begitu ingin tahu sampai mengelabui seluruh orang.
Oke pembaca yang setia jangan meniru ya! Berbahaya! Batin Jenk.
__ADS_1
Jenk menghirup udara bebas sambil memejamkan matanya sebentar menikmati udara di negeri orang yang baru pertama kali mereka kunjungi.
Jenk sendiri juga memiliki rasa senang di perjalanan nya kali ini karena perjalanannya yang memiliki banyak orang dan berisi teman-teman seperjuangan selama setahun ini memang Jenk bukan hanya kali ini melakukan perjalanan jauh tetapi suasana seperti ini walaupun selalu jalan bersama dengan Ayah dan Ibunya beserta para pengawal tetapi tidak sama momen seperti ini dia bercengkrama dengan bebas tanpa pengawasan dan pengawal yang begitu ketat.
Tanpa sepengetahuan Jenk juga sudah ada beberapa bodyguard yang menyamar menjadi pembimbing dan juga menjadi pegawai hotel tempat mereka menginap bahkan sebagai sopir yang mengantar jemput mereka.
Itu di lakukan hanya demi seorang permata Bright yang berharga.
Tentu orang tuanya tidak akan melepaskan tangan begitu saja melihat putra mereka melakukan perjalanan jauh bersama teman-temannya.
Mencegah lebih baik dari pada mengobati kemudian kan.
Ada banyak bahaya yang menanti baik itu secara di sengaja maupun tidak di sengaja.
"Tuan Muda apakah Anda ada rencana? ucap Yan dengan suara kecil mendekat agar orang lain tidak mendengarkan percakapan mereka.
Jenk menggelengkan kepalanya belum memikirkan rencana. Karena memang dia datang kali ini hanya sekedar refreshing.
"Selamat datang" ucap seorang pemandu menyambut mereka di depan pintu kedatangan.
"Terimakasih Tuan Alexander" ucap kepala pembina dari pihak Korea Selatan yang membimbing para atlet yang berhasil merebut piala basket kemarin.
"Selamat datang anak-anak" ucap Tuan Alexander kepada seluruh murid yang masih berdiri menatapnya.
"Baiklah waktunya kalian istirahat dulu karena perjalanan jauh dan sebentar malam akan ada acara penyambutan di ballroom hotel St. Antonio." ucap Tuan Alexander.
"Maaf merepotkan mu Tuan Alexander mohon bantuannya" ucap Tuan Cha.
Setelah pengumuman singkat bus yang mengantar mereka ke arah hotel tempat menginap sudah menunggu di depan pintu setiap siswa memasuki bus dan memilih tempat duduk yang menurut mereka dapat menikmati keindahan alam negara Italia.
Hampir sebagian memang anak sultan tapi tidak semua memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktunya pergi jalan-jalan ke luar negeri seperti ini.
Hahayyy Sobat Author.
__ADS_1
Selamat datang dan selamat membaca jangan lupa rate dong sayang.
Salam kenal ya Saya Minray.