Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Black shadow


__ADS_3


Our dearest Prince Jenk Bright 😎


Tidak salah lagi harum masakan sesuai dengan rasanya sehingga anak-anak itu merasa menemukan makanan enak yang terlihat berbeda.


"Wah rasanya seperti gimana gitu? ucap salah satu anak memejamkan matanya menikmati rasa nasi goreng itu.


Yang mana nasi gorengnya sedikit ada rasa pedas dan sosis ayam yang di potong menyamping itu membuat anak tambah nafsu makan.


Apalagi kebanyakan dari mereka menyukai sosis baik itu sosis daging sapi dan ayam.


"Ini akan masuk dalam list favorit aku" ucap Kim Yoo.


Anak anak memiliki rasa nafsu makan yang tinggi sampai ibu kantin itu tersenyum teduh melihat mereka makan dengan lahap.


Setelah merasa perut mereka terisi dengan baik semuanya balik kembali ke kelas.


Jenk menuju ke arah Ibu kantin untuk membayar biaya makan mereka.


"Bibi untuk satu bulan kedepan tolong sajikan makanan yang seperti tadi ya dan ini bayaran untuk pesanan khusus anak-anak tadi kelas sepuluh A" ucap Jenk mengeluarkan sebuah kartu biru.


"Bibi nanti sajikan saja menu terbaik bagi mereka yang sembilan belas orang" ucap Jenk lagi.


Sambil menjelaskan berapa banyak saldo yang berada di dalam kartu itu.


Bahkan untuk biaya seluruh makanan yang ada di list menu mereka saja melebihi saldo yang terdapat di dalam kartu itu.


"Nak ini terlalu banyak bahkan melebihi biaya makanan yang ada di list" ucap Ibu kantin itu setelah melihat banyaknya angka nol di belakang angka 2.


"Sajikan saja menu terbaik Bibi dan untuk kelebihannya nanti sebagai tip untuk Bibi karena melayani mereka dengan baik" ucap Jenk.


"Dan biarkan saja mereka makan sepuasnya nanti kalau tidak cukup dalam kartu itu silahkan bibi menghubungi aku saja" ucap Jenk


Ibu kantin itu sedikit tertegun melihat banyaknya saldo dalam kartu itu bahkan anak muda itu mentraktir seluruh teman-teman nya adalah hal yang sedikit kurang terjadi bagi seorang siswa baik dia itu berasal dari keluarga bangsawan sekalipun.


Tetapi hari ini dia di beri kejutan oleh anak yang blasteran itu dengan mengeluarkan kredit sebanyak itu tanpa pikir panjang.


"Hah anak muda yang tidak bisa di tebak" Gumam ibu kantin itu memperhatikan kartu di tangannya.


Jenk kembali ke kelas teman-temannya sudah pada tepar di atas meja menatap malas ke depan.


Sungguh mereka sangat full hari ini mengelus lembut perut mereka yang agak buncit itu membawa mereka dalam mengantuk yang lumayan parah.


"Aku terlalu full ingin tidur" ucap seorang remaja laki-laki dengan mata sayu dan lelah di matanya.


Jenk memasuki kelas dengan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku teman-temannya itu.

__ADS_1


Seperti perkiraan jam kelas kedua tidak berjalan lancar karena kebanyakan anak murid ketiduran dan itu membuat beberapa guru tidak berdaya.


Mau marah? Mereka tidak bisa bertindak dengan bebas.


Ah kadang-kadang anak sultan bertindak sesuka hati.


Para guru yang hanya berada di keluarga menengah hanya bisa menghela nafas pasrah.


Kalau bertindak lebih jauh takutnya karier mereka yang akan bermasalah.


Maklumlah hampir rata-rata semua murid di dalam kelas Jenk adalah Tuan Muda dari keluarga bangsawan dan besar.


Kedudukan mereka yang tidak bisa di anggap remeh sama sekali bahkan jika dia anak luar dari keluarga bangsawan itu tetap juga mereka tidak bisa bergerak leluasa.


Sore hari dengan penampilan tidak biasa Jenk keluar dari asrama melewati setiap sudut asrama sekolah sehingga berhasil keluar lewat gerbang depan.


Penampilan Jenk kali ini sedikit berbeda dari biasanya.


Penampilan seperti salah satu pembunuh bayaran sangat cocok.


Dengan jaket kulit warna hitam dia memasuki ruangan yang serba hitam itu.


Yang tidak lain adalah ruangannya sendiri di markas utama di Korea.


"Tuan muda ini data yang Anda minta" ucap Jo menyerahkan beberapa dokumen yang berisi data-data penting bagi orang yang dia selidiki.


"Kerja bagus" ucap Jenk menatap puas hasil laporan itu.


Dia mengangkat kepalanya dan menatap Jo dengan pandangan bertanya.


"Ah saya lupa memberi tahu Anda Tuan Muda" ucap Jo menjeda ucapan nya sebentar.


"Keluarga Lee adalah salah satu keluarga yang turut mengambil bagian dalam pembangunan di daerah selatan tetapi terjadi penggelapan dana yang besar-besaran membuat kepala keluarga Lee terancam dari kedudukannya." Jelas Jo


"Baiklah aku mengerti" ucap Jenk.


Politik dalam keluarga memang paling memberikan sakit kepala. Dimana semua orang berlomba-lomba untuk mendapatkan hak mereka.


Rasa saling menjatuhkan akan selalu ada bagi orang yang hanya mengandalkan harta tanpa memandang arti kekeluargaan.


Baik itu saudara kandung ataupun Ayah Ibu pun sekaligus akan ada keinginan menyingkirkan.


Hal seperti inilah yang sementara terjadi dalam keluarga Lee.


Jenk tentu tahu pasti ini akan berdampak kepada salah satu temannya.


"Keserakahan adalah sifat manusia yang tidak bisa di hindari" gumam Jenk membolak-balik halaman kertas yang berisi data-data penting itu.

__ADS_1


Sementara di tempat lain di sebuah kediaman seorang bangsawan, Seorang remaja laki-laki memasuki sebuah ruangan utama.


Di ruangan utama sudah duduk beberapa tetua yang memiliki peranan penting dalam keluarga.


Bahkan pemimpin tim keamanan yang jarang berkumpul bersama mereka juga ada.


"Michael duduk" ucap seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah kepala keluarga saat ini.


Seorang remaja itu adalah Michael yang baru kembali dari sekolah langsung di arahkan ke ruang pertemuan tentu bingung dan bertanya-tanya apalagi melihat wajah wajah yang jarang berkumpul muncul.


Tanpa banyak bertanya dia duduk dengan tenang di kursi miliknya dengan wajah datar dan mata yang terus melihat beberapa wajah yang sudah lama tidak muncul sekarang duduk berdekatan dengannya.


Tatapan mata mereka juga tidak bisa di pungkiri kalau sementara kebingungan dan penuh penasaran.


Michael memasang wajah datar tetapi tatapan matanya tidak bisa di pungkiri kalau banyak pertanyaan yang muncul.


"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul maka pertemuan ini saya mulai." ucap kepala keluarga.


"Kalian tentu telah mengetahui bahwa keluarga kita turut mengambil kontribusi kepada pembangunan di daerah selatan" ucapan nya sambil melihat wajah-wajah di depannya yang mengangguk mengerti.


"Seharusnya pembangunan ini menjadi salah satu tanggung jawab kita karena sudah di percaya oleh Black Shadow menghandle proyek ini." ucapnya lagi.


Kali ini wajah yang berada di dalam ruangan tidak bisa tidak bereaksi begitu mendengar kata "Black Shadow" siapa yang tidak mengetahui kalau sosok Black Shadow ini adalah raja bisnis yang mendominasi seluruh Korea bahkan merambat ke negara seberang.


Seorang pembisnis yang begitu handal dalam menangani semua bisnis.


Sosok yang bisa menggetarkan tempat dimana dia berpijak. Begitu nama ini muncul banyak orang yang akan memuji nya seperti dewa.


Sekarang sosok yang luar biasa ini memberikan mereka tanggung jawab untuk menghandle salah satu proyek? siapa yang tidak gembira mendengar berita ini.


Memang mereka adalah salah satu keluarga bangsawan yang mendominasi Korea tetapi di mata Black Shadow mereka hanya sebutir debu dan tidak menganggap mereka.


Bahkan banyak orang berasumsi kalau di belakang Black Shadow ini berdiri seseorang yang tidak bisa di gapai.


Sekarang semua orang mulai paham kenapa mereka di kumpulkan.


Pada saat membicarakan Black Shadow mata kepala keluarga Lee itu memancarkan cahaya penuh kagum dan memuja.


**Hai hai hai sobat πŸ‘ Author baru come back nih πŸ˜€


Sudah lama author off


Tentu kalian mendengar bencana alam yang terjadi di bumi NTT beberapa hari yang lalu.


Author adalah salah satu rakyat yang berasal dari sana.


Dan puji Tuhan author bisa up lagi hari ini setelah melewati badai yang menghamba

__ADS_1


Jaga kesehatan semuanya


Author akan kembali lagi mau lanjut kerja dulu 😁😊😊**


__ADS_2