
Seorang remaja memasuki ruang kerjanya dan mendapati assisten sudah berdiri menunggu kedatangannya.
"Tuan mereka mencari informasi keberadaan Tuan"ujar assisten itu.
"Biarkan mereka mencari tahu kalian hanya mengawasi saja jangan sampai mengusik ketenangan ku" ucap pemuda itu menuju kursi kebesarannya.
Segera assisten itu mengangguk setuju"Baik Tuan"
"Bagaimana dengan kakakku? tanya nya setelah terdiam sejenak.
"Ada yang meniru desain Nona Muda yang seharusnya itu yang di pajang di acara fashion eksklusif para desainer" ucap assisten menyampaikan detail apa yang telah terjadi.
"Baiklah terimakasih" ujarnya.
Setelah menyampaikan hasil penyelidikan Jo kembali ke tempat dia bekerja.
Jenk bersandar di kursi kebesaran sambil memutar mutar pensil yang berada di tangannya.
Dia bermain dengan alam pikirannya sendiri.
Bunyi hp menghentikan aktivitasnya melihat layar yang ternyata adalah panggilan video sendiri dan dia langsung menyambung ke laptop.
"Halo! ujarnya
"Prince apakah kau sudah tiba? ucap suara wanita dari seberang telepon.
Jenk sangat bangga terhadap kakaknya ini selalu menyempatkan waktu untuk menelpon dan menanyakan kabarnya padahal dia lagi menghadapi masalah.
"Sudah empat jam yang lalu" jawab Jenk tersenyum tipis.
"Kakak menelpon hanya untuk memastikan adik kakak yang tampan ini tidak di culik ibu-ibu di Seoul" goda Jenny di seberang sana.
"Ya sudah Prince kakak kerja dulu"ujar Jenny mematikan teleponnya.
Jenk hanya menghela nafas pelan sejak kapan kakaknya itu memiliki hobi menggoda.
Jenk kembali ke asrama ternyata waktu sudah malam. Untung pintu asrama masih terbuka sehingga memudahkan dia masuk dan tidak perlu kembali ke apartemen.
Keesokan harinya di kelas sepuluh A kembali di hebohkan dengan pesta kemenangan karena wajar tim mereka ini perwakilan kelas mereka sehingga sekarang kelas mereka menjadi tranding di seluruh pelosok internasional high school ini.
Kelas yang cuma beberapa orang itu tahulah sendiri kelas yang mendominasi hampir cowok semua.
Yah kelas Jenk berjumlah hampir dua puluh dengan hanya berisikan empat murid perempuan.
__ADS_1
Betapa bahagianya mereka di kelilingi oleh pria tampan di sekitar membuat para siswi lain iri.
Kebetulan hari ini sekolah masih di bebaskan artinya seluruh kelas belum ada jam belajar.
Sebuah kue besar berada di pojok depan yang berisikan tulisan "we r the winner".
Mereka pesta kue di kelas dengan saling mencolek krim kue di muka mereka kecuali dua orang patung es yang tentu anak-anak sedikit takut untuk bertindak lebih jauh.
Bahkan sekarang mereka mengatur kursi dan meja mereka di pojokan mengosongkan tengah ruangan kelas itu kosong.
Setelah beres mereka duduk berkeliling membentuk lingkaran lalu di tengah lingkaran di isi sebuah kursi yang mana akan di tempati oleh pembawa acara atau pengisi kegiatan nantinya.
Hanya kelas mereka yang heboh sendiri. Sedangkan di kelas lain sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Memang kelas yang erat sekali pertemanan adalah kelas mereka di mana mereka tidak membeda-bedakan status.
Kalau membedakan status mungkin status tertinggi pasti milik Jenk Bright.
Hukuman dalam game adalah siapa yang kalah akan di oleskan krim kue ke muka.
Sekarang wajah setiap orang tidak ada yang baik saja semuanya sudah di lukis hanya menyisakan bola mata dan mulut yang terus mengoceh.
"Cukup wajah tampan ku ternodai" mengeluh Michael.
"Wajah mu tetap tampan kok beb" astaga yang mengomentari ini adalah salah satu murid cowok plus feminim itu membuat Michael merinding sendiri.
"Mau kemana beb? oiii" teriak remaja laki-laki plus feminim itu.
Seluruh murid tertawa lepas dan hanyut dalam kegembiraan.
Di sebuah ruangan hotel yang mewah dan berada di tengah kota yang ramai terdapat beberapa orang penting berkumpul secara rahasia.
Mereka membahas suatu hal yang terlihat sangat terdesak itu. Beberapa wajah orang itu tidak sedap dipandang. Mereka memiliki ekspresi suram di wajah mereka masing-masing.
Kembali ke pada Tuan Muda Bright yang berada di Club miliknya di ruang pribadi.
"Jo apakah sudah ada pergerakan dari mereka? tanya Jenk sambil bersandar santai di sofa tunggal yang berada di ruang itu.
Setelah kegiatan belajar selesai dia langsung menuju club miliknya.
Jo yang tidak duduk jauh dari Jenk segera menjawab.
"Menurut informasi kalau mereka sedang melakukan transaksi ilegal di hotel X" ucap Jo
__ADS_1
"Bagaimana tindakan dari mereka? yang di maksud Jenk yang tidak lain adalah tindakan dari organisasi yang tidak di kambing hitamkan oleh kelompok tidak bertanggung jawab.
"Mereka belum mengerahkan pasukan mereka" jawab Jo.
"Hm sepertinya permainan ini akan sedikit seru" ucap Jenk.
"Apa Anda memiliki rencana Tuan Muda? tanya Jo hati-hati.
"Biarkan mereka bermain dulu" ucap Jenk bangkit berdiri dan berlalu begitu saja dari ruangan yang terlihat sedikit gelap itu.
Seorang wanita cantik berdiri dengan anggun menghadapi jendela kaca yang menampilkan pesona kota yang ramai.
Dan di belakangnya berdiri seorang lelaki muda.
"Nona mereka melakukan transaksi di hotel dan mengatas namakan organisasi kita" ucap Pria muda dengan pelan tetapi tegas.
"Bajingan itu! Jangan bertindak terlebih dahulu kita lihat pergerakan mereka selanjutnya. Bukan hanya kita yang mengawasi tetapi ada beberapa orang tersembunyi yang mengawasi ini dalam diam kita tidak boleh bertindak gegabah." ujar wanita muda itu menerawang jauh dan mata hitam pekatnya itu menampilkan bahaya yang tidak bisa di prediksi.
"Saya mengerti Nona" ucap pria muda itu.
"Dan bagaimana dengan penyelidikan tentang penyerangan bus SMA internasional xx Korea itu? ucap gadis itu lagi.
"Belum mendapatkan titik terang Nona Muda" jawab pria itu lagi.
"Kau kembalilah" ucap wanita itu sambil berlalu ke arah kursi kebesaran miliknya.
"Saya permisi Nona" ucap pria itu berlalu dari ruangan yang membuat bulu kuduk berdiri.
"Siapa lagi yang bisa melakukan hal ini kalau tidak ada sangkut pautnya dengan mu Tuan X" gumam wanita itu memikirkan semua yang bersangkutan dengan beberapa kejadian yang terjadi akhir-akhir ini.
Semua masalah belum menunjukkan titik terang bahkan tim penyelidik handal miliknya tidak bisa menemukan celah sedikitpun.
"Sepertinya dunia bawah tanah Korea akan mengalami gejolak" ucapnya sambil membuang nafas panjang.
Baru kali ini wanita itu memikirkan langkah yang harus dia tempuh dengan hati-hati. Biasanya dia akan bertindak dengan bebas tanpa harus memikirkan organisasi lain bahkan itu para bangsawan pun dia tidak ambil pusing tetapi hal ini berbeda karena ada seseorang misterius yang baru saja dia temui yang selama ini dia penasaran keberadaannya.
Kalau orang-orang sekarang tidak hati-hati dalam bertindak akan benar-benar mereka mencium lutut sendiri.
Hai hai hai hai hai πππ
Apa kabar kalian?
Maaf Author baru kembali karena beberapa alasan tertentu terjadi membuat Author sedikit mengalami kemunduran dalam menulis.
__ADS_1
Author akan usahakan kedepannya untuk selalu update.
Terimakasih