Tuan Muda Di Balik Layar

Tuan Muda Di Balik Layar
Merayakan kemenangan


__ADS_3

Jenk kembali mengelilingi sebuah mall terkenal di kota X.


Semua Tim basket nya meminta untuk bertemu di sebuah mall. Untuk merayakan keberhasilan mereka dan juga untuk lebih saling mengenal.


Jenk sebelumnya tidak terlalu tertarik tetapi ini karena sebuah pertemanan dan juga tidak mau mengecewakan keinginan Tim nya sehingga dia berdiri sekarang di pintu masuk mall.


Jenk berjalan masuk bersama Yan yang dia temui di depan pintu masuk.


Mereka berjalan langsung menuju tempat yang menjadi perjanjian temu mereka.


Naik ke lantai tiga mall terdapat beberapa restoran dan kafe. Di depan sebuah cafe teman-teman mereka sudah berkumpul.


"Bro kesini" ucap Michael yang melihat kedatangan Jenk dan Yan


"Maaf kalau kami terlambat" ucap Yan


"Kita baru tiba juga" ucap yang lainnya.


"Silahkan kalian pesan kami juga sudah pesan" ucap Michael menyerahkan sebuah menu


"Disamakan saja dengan kalian" jawab Jenk


"Baiklah" ucap Michael lalu memanggil pelayan memesan seperti yang pesanan mereka sebelumnya.


Mereka berceloteh ria, bahkan ada yang bercerita soal pedekate dengan para senior wanita. Terlebih Michael yang playboy membuat dia heboh sendiri cerita.


Jenk yang duduk diam tenang mengulum senyum tipis. Dia merasakan pertemanan dari teman-teman kelasnya yang pada otak rusak semua.


Di sini dia sedikit merasakan pertemanan yang tidak memandang latar belakang.


Mereka bercerita dengan saling mengejek seolah mereka adalah teman yang sudah berteman sejak lama padahal mereka dekat karena hanya di permainan basket.


Para anggota tim basket milik Jenk ini memiliki kepribadian yang saling bertolak belakang dan itu juga yang membuat mereka kadang-kadang bertengkar sesaat setelah itu berdamai lagi.


Kali ini yang berkumpul adalah semua murid laki-laki yang berada di kelas sepuluh A termasuk yang tidak ikut main juga ada.


"Bro kita belum menambahkan mu di grup. Minta nomor kontak" ucap Michael kepada Jenk karena memang nomor kontak Jenk mereka belum mendapatkan sehingga membuat mereka sedikit sulit untuk menghubungi Jenk.


"Baiklah" ucap Jenk juga tidak keberatan memberikan nomor kontaknya.


Akhirnya minuman yang mereka pesan datang mereka rata-rata memesan minuman panas seperti kopi.


"Tidak asyik kalau kita hanya minum bagaimana kalau kita barbeque di pinggir jembatan Royal? ucap Yong Wook yang sedari tadi hanya diam

__ADS_1


"Hmm benar usul yang bagus" timpal yang lain.


Setelah membayar tagihan mereka langsung keluar dari mall dan menuju mobil masing-masing.


Mobil-mobil keluarga kelas atas yang terparkir rapi di parkiran dan sama-sama keluar mampu menarik perhatian masyarakat.


Mereka yang hanya naik taksi tadi datang termasuk Jenk dan Yan menumpang di mobil teman kelas yang lain.


Mobil mewah yang berurutan memecah jalanan menarik perhatian apalagi dengan para pengendara mobil mewah adalah para pemuda tampan menambah nilai plus.


Mobil mewah yang terdiri dari mobil sport seperti Ferrari, ada juga Rolls-Royce phantom, ada BMW i8 coupe, ada Land rover range rover.


Mobil mobil ini adalah mobil para pengusaha kaya. Rupanya di Tim basket milik Jenk adalah orang kelas atas tetapi rendah hati.


Menambah nilai plus di mata Jenk karena dia tahu pasti kehidupan anaka orang kaya kebanyakan pamer dan sombong dan kebanyakan memilih teman bergaul.


Di kelasnya Jenk kebanyakan anak-anak ekonomi orang tua rendah tetapi Jenk belum menemukan ada murid dalam kelas yang di aniaya atau di buli.


Boleh di bilang murid yang satu kelas dengan Jenk menjalani hidup dan pertemanan dengan cara berbeda sama seperti dia yang lebih memilih menjauh dari kelimpahan harta.


Dengan banyaknya mobil mewah memasuki area parkir food street di jembatan Royal mengharuskan orang-orang atau anak muda yang berada di sana berhenti sejenak dari aktivitas untuk menoleh ke arah grup mobil mewah itu.


Para orang itu penasaran dengan para pengendara mobil mewah.


"Wah anak muda dari keluarga mana mereka?


"Ah saya kenal satu dari mereka adalah Tuan Muda Michael dari keluarga Lee"


"Bukan hanya keluarga Lee bahkan ada juga Tuan Muda ke dua keluarga Wook"


"Sepertinya itu teman-teman Tuan Muda Lee dan Wook"


Berbagai macam pendapat dari orang yang berada di situ ketika mengetahui salah satu dari pengendara mobil mewah.


Keluarga Lee dan Wook adalah keluarga besar teratas yang berada di kota X setelah keluarga yang berada di bawah kekuasaan perusahaan adikuasa perusahaan Bright.


Para Tuan Muda dari kedua keluarga di kenal dengan keluarga yang rendah hati dan tidak mementingkan kekuasaan.


Jenk yang mendengar bisikan orang orang sedikit terkejut dengan identitas kedua teman tim basket nya.


Pantasan mereka mengendarai mobil mewah ternyata identitas mereka tidak sederhana.


Diam-diam Jenk mengagumi kepribadian kedua temannya itu yang terlihat seperti berandalan di luar.

__ADS_1


Dia sudah menduga duga dengan identitas mereka tetapi tidak kepikiran kalau identitas mereka sampai seperti itu.


"Selamat datang Tuan tuan silahkan duduk" ucap para pelayan yang berada di salah satu stand makanan.


Jenk dan teman-teman memilih duduk dengan cara melingkar.


"Paman tolong bentuk meja dan kursi dalam bentuk lingkaran" ucap Michael meminta pemilik stand itu


"Baik Tuan Muda" ucap nya cepat meminta bantuan para pelayan untuk segera menyusun kursi dan meja.


Beberapa menit mereka menunggu akhirnya kursi dan meja terbentuk sesuai yang mereka harapkan.


Mereka memesan makanan laut dan juga mereka membakar makanan laut dengan tangan mereka sendiri dan di bantu oleh para pelayan.


Suasana seperti sekarang terasa sekali suasana pertemanan dan kekeluargaan.


Teman-teman yang ekonomi rendah atau sederhana merasa sangat terharu.


Mereka tidak pernah berharap akan berteman dengan anak orang berada.


Di sini mereka tertawa lepas seperti tidak ada beban. Mereka memesan soft drink karena mereka masih remaja SMA jadi belum di anjurkan minum minuman beralkohol.


Bahkan hewan laut yang mereka panggang kadang ada yang hangus dan di sini mereka saling menyalahkan kemudian tertawa lepas karena tidak ada yang mau mengalah.


Apalagi Michael yang mulut perlu di amputasi karena selalu umpatan kasar yang keluar.


Dan si Ji Woon tempat sasaran kata-kata kasar Michael.


Ada juga Yong Wook si laki-laki tampan manusia es ke tiga setelah Jenk dan Yan. Paling hobi menampar balik kata-kata kepada Michael.


Ada juga si manusia lemah gemulai gerakan seperti wanita Soo Jun yang suka sekali berkomentar.


Semua manusia abnormal yang berada dalam Tim basket Jenk membuat suasana tambah hidup.


Orang yang berada di sekitar mereka turut merasakan suasana pertemanan yang terjalin dalam kelompok anak-anak muda itu.


"Pertemanan yang akan harmonis"


"Ya memang ke-dua Tuan Muda itu memang rendah hati".


Hai hai hai sobat ๐Ÿ‘ maaf Author baru come back nih ๐Ÿ˜€


Sudah lama tidak update

__ADS_1


Jangan lupa dukung kakak author ya


__ADS_2